BPIP Minta Pemuda Galang Kekuatan Lawan Paham Radikal Ilustrasi anti radikalisme. Foto: istimewa

MerahPutih.com - Staf Khusus Ketua Dewan Pengarah Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP), Romo Antonius Benny Susetyo mengakui kekuatan anak muda sangat penting bagi pemasyarakatan dan revitalisasi nilai-nilai Pancasila.

Hal tersebut sebagai upaya untuk memutus mata rantai dan melawantindakan intoleransi, radikalisme dan terorisme.

Baca Juga

Waspadai Konten Radikalisme Melalui Internet

"Dalam melawan intoleransi, radikalisme dan terorisme, diperlukan kekuatan dari anak muda untuk menjadi pemutus rantai", ucapnya kepada MerahPutih.com di Jakarta, Senin (12/4).

Ia juga mengajak peserta untuk selalu bergotong royong menjunjung tinggi nilai-nilai Pancasila dalam berbangsa dan bernegara.

“Mari tunjukkan kepada dunia kita memiliki Pancasila, mari membangun kebersamaan dengan dasar Bhinneka Tunggal Ika", imbuh Benny yang juga rohaniwan Katolik ini.

Staf Khusus Ketua Dewan Pengarah Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Antonius Benny Susetyo (MP/Kanugraha)
Staf Khusus Ketua Dewan Pengarah Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Antonius Benny Susetyo (MP/Kanugraha)

Dirinya juga menilai radikalisme mudah terpapar dan berkembang pesat kepada orang-orang yang merasa sendirian.

"Budaya kematian, sebutnya, adalah budaya takut hidup dan menghadapi kenyataan dan kekecewaan serta kesepian. Dan mereka disasar dengan menggunakan dunia maya. Chatting, kontak personal, para agen meyakinkan mereka", sambung Benny.

Menurutnya padahal pengamalan Pancasila harus berasal dari nilai ketuhanan, yang merupakan sumber dari nilai-nilai yang lain. Pengamalan ini pun tercermin dalam bagaimana orang bertindak dalam kehidupan sehari-hari.

“Orang yang bertuhan tidak menghancurkan karakter manusia. Menurut Hatta, orang bertuhan menyadari kedaulatan Tuhan diatas segala-galanya”, tegas Benny.

Ideologi kematian sudah menjadi ancaman kita bersama, sehinga tidak boleh dibiarkan terutama anak-anak muda yang sangat rentan menjadi sasaran tindakan-tindakan tidak beradab itu.

“Tugas anda adalah menjadi pemutus kata, bukan penggiat kata. Anda mengkoreksi, menjadi lebih aktif di sosmed untuk mengawasi paham radikalisme, dan memutuskannya”, tutupnya.

Deputi Bidang Hubungan Antar Lembaga, Sosialisasi, Komunikasi dan Jaringan BPIP, FX. Adji Samekto menjelaskan, revitalisasi Pancasila juga harus dilakukan di berbagai bidang, termasuk bidang hukum dan budaya.

Dalam bidang budaya pun, Adji menekankan bahwa pendidikan atas nilai-nilai Pancasila sangat penting.

"Pancasila selama ini dikenalkan sebagai ilmu pengetahuan, bukan dasar hidup. Ini yang perlu dibenahi”, jelasnya.

Dia mengajak para peserta mendukung kegiatan untuk merintangi tantangan pengamalan nilai-nilai Pancasila.

“Mari membangun kerja sama antar umat beragama secara konkrit, relasi antar umat beragama diperkuat dan Pancasila diutamakan bukan sebagai ilmu pengetahuan saja”, imbaunya. (Knu)

Baca Juga

BPIP Ungkap Paham Radikal Tak Hanya Ada di Satu Agama Saja

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Keputusan Korps Marinir Dipimpin Jenderal Bintang Tiga di Tangan Jokowi
Indonesia
Keputusan Korps Marinir Dipimpin Jenderal Bintang Tiga di Tangan Jokowi

Saat ini, Korps Marinir TNI AL dikomandoi oleh Mayor Jenderal TNI (Mar) Suhartono

DP Rumah dan Mobil Bisa Nol Persen, BI Yakin Kredit Konsumsi Naik
KPR
DP Rumah dan Mobil Bisa Nol Persen, BI Yakin Kredit Konsumsi Naik

Kebijakan pelonggaran uang muka KPR dan kredit kendaraan bermotor bukan sebuah keharusan, melainkan bank sentral memberikan ruang relaksasi.

Pertemuan Stafsus Presiden dan Mendagri Bahas Pemenuhan Hak Disabilitas
Indonesia
Pertemuan Stafsus Presiden dan Mendagri Bahas Pemenuhan Hak Disabilitas

Pertemuan Tito dan Angkie membahas pemetaan dan pemenuhan hak untuk seluruh penyandang disabilitas.

Dihadirkannya Rizieq di Persidangan Besok Tergantung Sinyal
Indonesia
Dihadirkannya Rizieq di Persidangan Besok Tergantung Sinyal

Perkara Nomor 226 merupakan berkas untuk Rizieq Shihab dalam kasus kerumunan warga di Pondok Pesantren Alam Agrokultural Megamendung, Bogor

Di Depan Massa, Polisi Sebut Reuni 212 Tak Ada
Indonesia
Di Depan Massa, Polisi Sebut Reuni 212 Tak Ada

Raut wajah kecewa ditunjukkan massa Aksi 212 karena gagal masuk ke kawasan Medan Merdeka.

2 Informasi Pendidikan Beredar, Jaksa Agung Diminta Tetap Fokus Tegakkan Hukum
Indonesia
2 Informasi Pendidikan Beredar, Jaksa Agung Diminta Tetap Fokus Tegakkan Hukum

Kesungguhan Jaksa Agung dapat dilihat dari keberhasilannya menangani kasus-kasus besar seperti korupsi PT Asuransi Jiwasraya, korupsi PT ASABRI, suap Djoko S Tjandra.

Ini Alasan Bareskrim Tidak Usut Transaksi Rp 120 Triliun Sindikat Narkoba
Indonesia
Ini Alasan Bareskrim Tidak Usut Transaksi Rp 120 Triliun Sindikat Narkoba

Bareskrim Polri memastikan tidak menangani kasus temuan Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) terkait transaksi sindikat narkoba Rp 120 triliun.

Sebut Jokowi Orang Lapangan, Wagub Jakarta Laksanakan Perintah Kendalikan COVID-19
Indonesia
Sebut Jokowi Orang Lapangan, Wagub Jakarta Laksanakan Perintah Kendalikan COVID-19

"Pak Jokowi itu orang lapangan, tahu betul bagaimana kondisinya," ucap Wagub Riza.

Dewa United FC Bakal Lawan Borneo FC, Barito Putera dan Persik Kediri
Olahraga
Dewa United FC Bakal Lawan Borneo FC, Barito Putera dan Persik Kediri

Selama pertandingan uji coba, tidak ada target yang saya berikan kepada para pemain. Fokusnya, hanya membangun tim ini saja sebelum mereka main di Liga 2 2021.

Ahok Temui Gibran di Solo, Bahas Politik?
Indonesia
Ahok Temui Gibran di Solo, Bahas Politik?

Mantan Gubernur DKI Jakarta ini mengaku sedang ada kunjungan kerja ke Cepu, Kabupaten Blora, Jawa Tengah pada Kamis (8/4). Ia pun memutuskan menginap di Solo sebelum berangkat ke Cepu.