Sains
BPA Lebih Berbahaya daripada Kandungan Etilena Glikol di Kemasan Air Minum PET Kandungan EG dalam kemasan PET berbeda dengan penggunaannya dalam sirop obat. (Foto: Pexels/Steve Johnson)

KEKHAWATIRAN masyarakat terhadap kandungan senyawa Etilena Glikol (EG) dalam obat sirop, juga dikaitkan pada produk lain seperti kemasan air mineral berbahan Polietilen Tereftalat (PET). Namun ternyata, kemasan produk air mineral berbahan PC yang dipakai pada galon guna ulang, jauh lebih berbahaya karena mengandung Bisfenol A (BPA).

Etilen Glikol menjadi sorotan publik setelah senyawa ini ditemukan dalam obat sirop yang diduga menjadi penyebab terjadinya gangguan ginjal akut pada anak-anak di Gambia. Di Indonesia, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mencatat jumlah temuan kasus gangguan ginjal akut progresif atipikal mencapai 206 orang per Selasa (18/10).

Baca juga:

Mengenal Etilena Glikol, si Penyebab Gagal Ginjal

BPA Lebih Berbahaya dari Etilena Glikol di Kemasan Air Minum Berbahan PET
BPA pada kemasan galon guna ulang memiliki potensi paparan yang lebih tinggi dibandingkan dengan senyawa EG pada kemasan PET. (Foto: freepik/macrovector)

Di tengah kondisi yang mengkhwatirkan ini, ada pihak-pihak yang mencoba mengaitkannya kandungan senyawa EG yang ada pada obat sirop, dengan campuran untuk bahan baku pembuat kemasan air mineral berbahan PET.

Padahal, kandungan EG dalam kemasan PET berbeda dengan penggunaannya dalam sirop obat yang diduga menjadi penyebab gangguan ginjal akut pada anak.

Ahli Teknologi Polimer dari Fakultas Teknik Universitas Indonesia (FTUI) Mochamad Chalid mengatakan, masyarakat tidak perlu khawatir terhadap kandungan EG pada kemasan pangan berbahan PET, karena memiliki kadar rendah dan proses yang aman.

Di sisi lain, sejumlah fakta menunjukkan bahwa kandungan BPA pada kemasan galon guna ulang, memiliki potensi paparan yang lebih tinggi dibandingkan dengan senyawa EG pada kemasan PET.

Pertama, mekanisme penggunaan ulang kemasan Polikarbonat pada galon guna ulang akan membuat kandungan BPA lebih mudah luruh dan bermigrasi dari kemasan ke makanan dan minuman.

Galon guna ulang yang terkena panas dalam pengiriman dan dicuci, dibersihkan untuk dipakai lagi akan mempercepat peluruhan BPA. Sedangkan kemasan PET karena sekali pakai dan selalu baru, tidak melalui mekanisme seperti galon guna ulang.

Baca juga:

Reaksi Berbahaya Dietilen Glikol dan Etilen Glikol Pemicu Gagal Ginjal Akut

BPA Lebih Berbahaya dari Etilena Glikol di Kemasan Air Minum Berbahan PET
Kandungan EG pada kemasan botol air minum PET masih dalam tahap aman. (Foto: freepik/pch.vector)

Kedua, terkait dengan batas bahaya BPA yakni 0,6 ppm (bagian persejuta), sedangkan EG yakni 30 ppm. Sehingga BPA 50 kali lebih berbahaya dibandingkan dengan EG. Atau, sedikit saja kandungan BPA sudah berbahaya bagi tubuh, sedangkan untuk EG butuh 50 kali lebih banyak baru dikategorikan bahaya.

Apalagi yang banyak dilarang di sejumlah negera maju yakni kemasan air minum yang mengandung BPA. Belum ada pelarangan terhadap kemasan PET terkait dengan isu kesehatan.

Termasuk di Indonesia, kandungan EG pada kemasan botol air minum PET masih dalam tahap aman, di bawah ambang batas yang ditentukan. Meskipun berasal dari senyawa yang sama, namun proses dan kadarnya berbeda dengan yang dinyatakan berbahaya sebagai campuran obat sirop.

Jika dalam obat sirop Etilen Glikol dicampurkan dalam bentuk cari dan ikut diminum, berbeda dengan penggunaan EG sebagai senyawa pengikat dalam plastik PET yang sulit untuk luruh.

Pada obat, kandungan EG dianggap berbahaya karena digunakan untuk melarutkan bahan-bahan obat dan masuk ke tubuh karena ikut diminum. Sedangkan untuk PET senyawa ini sekedar dipakai sebagai aditif untuk mengikat polimer, dan hanya bermigrasi jika kondisi ekstrem, yakni terpapar panas yang mencapai 200 derajat celsius. (*)

Baca juga:

Sebabkan Gagal Ginjal, ini Bahaya Obat Batuk Berkandungan Dietilen Glikol dan Etilen Glikol

Tubuh Tetap Butuh Lemak saat Diet
Fun
Efek Barnum pada Horoskop
Fun
Tubuh Tetap Butuh Lemak saat Diet
Fun
Efek Barnum pada Horoskop
Fun
LAINNYA DARI MERAH PUTIH
4 Rekomendasi Drama Romantis Tiongkok dan Korea
ShowBiz
4 Rekomendasi Drama Romantis Tiongkok dan Korea

Drama romantis Tiongkok dan Korea cocok untuk temani akhir pekanmu.

Menelaah Efektivitas Akupuntur untuk Migrain
Fun
Menelaah Efektivitas Akupuntur untuk Migrain

Akupuntur efektif mengobati berbagai macam penyakit.

Kurangi Nyeri Masa Menopause dengan Akupunktur
Fun
Kurangi Nyeri Masa Menopause dengan Akupunktur

Akupunktur dapat berperan untuk mengontrol emosi dan membantu pola tidur pasien.

Biji Labu Kawan Kesehatan Pria
Hiburan & Gaya Hidup
Biji Labu Kawan Kesehatan Pria

Meningkatkan kesuburan pada pria.

Animal Crossing: New Horizons akan Berhenti Berfungsi di 2061
Fun
Animal Crossing: New Horizons akan Berhenti Berfungsi di 2061

Gim tersebut beroperasi dengan waktu riil layaknya dunia nyata.

Platform Fintech Surat Lelang Berharga Siap Mengembangkan UMKM
Fun
Platform Fintech Surat Lelang Berharga Siap Mengembangkan UMKM

Pelaku UMKM memiliki peluang besar memperoleh pendanaan dengan cepat.

Mario Kart 8 Deluxe Hadir dengan Kustomisasi Mode Permainan
Fun
Mario Kart 8 Deluxe Hadir dengan Kustomisasi Mode Permainan

Kamu bisa mengubah peraturan permainan dan bahkan memilih track mana yang dimainkan lebih awal.

Benarkah Telur Mentah Lebih Mampu Meningkatkan Kadar Protein
Hiburan & Gaya Hidup
Benarkah Telur Mentah Lebih Mampu Meningkatkan Kadar Protein

Telur mentah lumrahnya dikonsumsi bersama susu atau jamu atau malah langsung ditelan secara langsun

Marc Marquez Dapat Lampu Hijau untuk Kembali Latihan dengan Motor
Fun
Marc Marquez Dapat Lampu Hijau untuk Kembali Latihan dengan Motor

Proses pemulihan cedera Maarquez berjalan dengan baik.

Kreator Game Coffee Talk Muhammad Fahmi Hasni Meninggal
Hiburan & Gaya Hidup
Kreator Game Coffee Talk Muhammad Fahmi Hasni Meninggal

Sang kakak mengabarkan kepergian adiknya via akun resmi Twitter milik Fahmi.