BNPT Latih Desa Tolak Paham Radikal

Zulfikar SyZulfikar Sy - Jumat, 28 Juli 2023
BNPT Latih Desa Tolak Paham Radikal

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Rycko Amelza Dahniel. (Foto: MP/Kanugrahan)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Terorisme merupakan fenomena sosial yang dinamis atau terus berubah seiring berjalannya waktu.

Dilihat dari serangkaian aksi teror yang terjadi 20 tahun terakhir, terdapat pergeseran tren di mana motif, modus operandi, hingga sasaran terus berubah.

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Rycko Amelza Dahniel menuturkan, pihaknya tengah menggencarkan program Desa Siap Siaga.

Baca Juga:

Perubahan Pergerakan Terorisme, Kepala BNPT: Mereka Gunakan Jubah Agama

Program ini disebut Rycko membuat seluruh desa di tanah air untuk mampu menjaga keberagaman dan moderasi beragama.

"Lalu mampu menjaga kebinekaan dan keberagaman," kata Rycko saat Peringatan HUT ke 13 BNPT di Jakarta Pusat, Jumat (28/7).

Rycko menuturkan, nantinya setiap desa akan diberi pemahaman untuk menolak paham kekerasan hingga radikal.

"Kalau ada orang yang mengajak kekerasan dan mengajak perang, nanti mereka bisa memberikan informasi ke petugas terkait," jelas Rycko.

Rycko berujar, penanggulangan terorisme tidak cukup dilakukan hanya dengan pendekatan penegakan hukum.

BNPT ingin fokus pada pendekatan pencegahan dengan strategi kontra radikalisasi dan deradikalisasi.

"Pendekatan ini terbukti efektif memberikan dampak penurunan pada akar permasalahan terorisme yakni radikalisme," jelas Rycko yang memakai pakaian adat ini.

Baca Juga:

BNPT Kedepankan Pendekatan Kemanusiaan Redam Penyebaran Paham Terorisme

Pembentukan kesiapsiagaan pada level desa/kelurahan merupakan sebuah gagasan baru yang dinilai dapat memberikan dampak besar pada pencegahan terorisme di Indonesia.

Desa sebagai struktur pemerintah terbawah menjadi titik yang tepat untuk menerapkan kebijakan pencegahan terorisme. Lalu menjadi ruang berkembangnya aktivitas terorisme dan rentan menghadapi ancaman terorisme.

Tentunya menyusun program dalam rangka membentuk kesiapsiagaan pada tingkat desa perlu disusun secara terencana, terpadu, sistematis, dan berkesinambungan.

"Sehingga dampak yang diharapkan dapat terwujud dan dapat mendukung upaya membangun kesiapsiagaan nasional," imbuh Rycko.

Program ini akan dilaksanakan dalam tiga tahap. Yakni jangka pendek, jangka menengah, dan jangka panjang dengan menggandeng kementerian dan lembaga terkait yang berkepentingan.

Sebagai pilot project, program Desa Siap Siaga ini akan dilakukan di salah satu desa yang berada di Provinsi Banten.

Desa Siap Siaga kelak akan menjadi miniatur implementasi kesiapsiagaan secara nasional. Mengingat, Kesiapsiagaan Nasional merupakan salah satu program prioritas nasional dalam penanggulangan terorisme. (Knu)

Baca Juga:

Kepala BNPT Sebut Penegakan Hukum Jadi Jalan Terakhir Memberantas Terorisme

#BNPT #Terorisme
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
Interaksi Sosial di Platform Gim Daring Jadi Wadah Sebarkan Paham Radikalisme
BNPT mencatat sepanjang tahun 2025 terdapat sekitar 112 anak di 26 provinsi yang teridentifikasi terpapar paham radikalisme melalui ruang digital, baik melalui media sosial maupun gim daring.
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 08 Januari 2026
Interaksi Sosial di Platform Gim Daring Jadi Wadah Sebarkan Paham Radikalisme
Indonesia
70 Anak Terpapar Konten Kekerasan, Pemerintah Siapkan Aturan Perlindungan di Sekolah
70 anak di 19 provinsi kini terpapar konten kekerasan. Pemerintah pun akan menyiapkan aturan perlindungan di sekolah.
Soffi Amira - Kamis, 08 Januari 2026
70 Anak Terpapar Konten Kekerasan, Pemerintah Siapkan Aturan Perlindungan di Sekolah
Indonesia
BNPT Pantau Roblox, Takut Jadi Media Penyebaran Radikalisasi Pada Anak
Pemilik platform permainan daring dituntut untuk memberikan verifikasi dan keamanan terhadap siapa yang mengakses.
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 31 Desember 2025
BNPT Pantau Roblox, Takut Jadi Media Penyebaran Radikalisasi Pada Anak
Dunia
Polisi Sebut Terduga Penembak di Bondi Bertindak Sendiri, tanpa Pelatihan di Filipina
Polisi menyatakan ayah dan anak tersebut tidak menjalani pelatihan atau melakukan ‘persiapan logistik’ di Filipina untuk serangan pada 14 Desember.
Dwi Astarini - Selasa, 30 Desember 2025
  Polisi Sebut Terduga Penembak di Bondi Bertindak Sendiri, tanpa Pelatihan di Filipina
Berita Foto
BNPT Sampaikan Rilis Akhir Tahun dan Perkembangan Tren Terorisme Indonesia 2025
Kepala BNPT Komjen (Purn) Eddy Hartono menyampaikan paparan perkembangan tren terorisme Indonesia 2025 di Jakarta, Selasa (30/12/2025).
Didik Setiawan - Selasa, 30 Desember 2025
BNPT Sampaikan Rilis Akhir Tahun dan Perkembangan Tren Terorisme Indonesia 2025
Indonesia
Lamarannya Ditolak, Jadi Motif Mahasiswa Informatikan Bikin Teror ke Sekolah
Pelaku menggunakan akun email milik mantan pacarnya dan mengaku sebagai dirinya. Hal ini dilakukan untuk mengelabui agar identitas aslinya tak terlacak.
Alwan Ridha Ramdani - Sabtu, 27 Desember 2025
Lamarannya Ditolak, Jadi Motif Mahasiswa Informatikan Bikin Teror ke Sekolah
Dunia
Naveed Akram, Pelaku Penembakan di Pantai Bondi, Australia, Didakwa atas 15 Pembunuhan
Akram juga menghadapi 40 dakwaan menyebabkan luka berat dengan niat membunuh, serta satu dakwaan melakukan tampilan publik simbol organisasi teroris terlarang.
Dwi Astarini - Rabu, 17 Desember 2025
 Naveed Akram, Pelaku Penembakan di Pantai Bondi, Australia, Didakwa atas 15 Pembunuhan
Dunia
12 Orang Meninggal Akibat Penembakan di Pantai Bondi Australia
Perdana Menteri Australia Anthony Albanese menyatakan kejadian di Bondi itu merupakan peristiwa yang mengejutkan dan sangat memprihatinkan
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 15 Desember 2025
12 Orang Meninggal Akibat Penembakan di Pantai Bondi Australia
Indonesia
Pakar Ungkap Dua Kunci Kerentanan Anak di Ruang Digital yang Bisa Dimanfaatkan Jaringan Terorisme
Proses perekrutan seringkali dimulai dari aktivitas permainan yang terkesan normal
Angga Yudha Pratama - Selasa, 25 November 2025
Pakar Ungkap Dua Kunci Kerentanan Anak di Ruang Digital yang Bisa Dimanfaatkan Jaringan Terorisme
Indonesia
Polisi Dalami Pola Perekrutan Anak di Game Online Buat Aksi Terorisme
Sigit menjelaskan, temuan tersebut bermula dari aktivitas anak-anak dalam kelompok komunitas yang tumbuh dari hobi.
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 21 November 2025
Polisi Dalami Pola Perekrutan Anak di Game Online Buat Aksi Terorisme
Bagikan