Biodiversity Fun Class dan Penanaman Bakau, Upaya Selamatkan Keanekaragaman Hayati

Hendaru Tri HanggoroHendaru Tri Hanggoro - Sabtu, 20 Mei 2023
Biodiversity Fun Class dan Penanaman Bakau, Upaya Selamatkan Keanekaragaman Hayati

Karyawan MSIG Indonesia saat melakukan penanaman pohon bakau didampingi oleh tim dari Yayasan SRM dan Komunitas Alipbata. (Foto: MSIG)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

AKTIVITAS manusia berdampak pada perusakan habitat, eksploitasi berlebihan, dan perubahan iklim. Satu juta spesies terancam punah. Keanekaragaman hayati berada di tubir kehancuran. Demikian menurut data Perserikatan Bangsa-Bangsa.

Hilangnya keanekaragaman hayati dapat menimbulkan konsekuensi yang parah seperti menurunnya produktivitas ekosistem, berkurangnya daya tahan terhadap tekanan lingkungan, dan berkurangnya kemampuan untuk menyediakan beragam kebutuhan ekosistem seperti udara dan air bersih.

Generasi masa depan menjadi generasi yang akan bernasib sial. Mereka mungkin tak bisa lagi menikmati keanekaragaman hayati jika tak ada tindakan untuk mengubah keadaan gawat ini.

Untuk mencegah kegawatan itu, perlu usaha bersama dari berbagai pihak. Seperti dilakukan PT Asuransi MSIG Indonesia (MSIG Indonesia) yang menggelar kampanye proyek keberlanjutan.

Bersama dengan para karyawannya, MSIG Indonesia menyelenggarakan kegiatan Biodiversity Fun Class (BDFC) dan Penanaman Bakau.

BFDC dilakukan di SDN Rancagong 01 Tangerang, SDN Grogol Selatan 05 Jakarta, dan SDN Karang Tengah 05 Bogor selama periode Februari hingga Maret. Penanaman bakau dilaksanakan di Desa Pantaibahagia, Kabupaten Muara Gembong, Bekasi, pada Sabtu, 13 Mei 2023.

Baca juga:

Menjaga Keanekaragaman Hayati Raja Ampat

msig
Karyawan MSIG Indonesia sebagai sukarelawan saat menjelaskan eksperimen Dampak Efek Gas Rumah Kaca pada murid sekolah dasar. (Foto: MSIG)

Shikato Takeuchi, Presiden Direktur MSIG Indonesia, mengatakan, pihaknya tergerak untuk peduli terhadap keberlanjutan demi perubahan di masyarakat sekecil apa pun. "Kami berkontribusi terhadap masa depan bumi dengan melakukan hal-hal kecil yang berdampak bagi masyarakat, salah satunya melalui Biodiversity Fun Class ini," kata Shikato dalam keterangan tertulis kepada Merahputih.com.

MSIG Indonesia didukung oleh Gerakan Nasional Orang Tua Asuh (GNOTA), sebuah organisasi sosial nirlaba, independen, dan transparan yang melindungi anak-anak di seluruh Indonesia untuk mendapatkan pendidikan yang layak.

GNOTA bertindak sebagai penasehat MSIG untuk menentukan sekolah mana yang cocok untuk kampanye ini serta cara terbaik untuk berkomunikasi dengan para siswa yang memiliki latar belakang yang berbeda agar pesan dapat tersampaikan dengan baik.

Selain GNOTA, BDFC juga didukung oleh Yayasan Keanekaragaman Hayati Indonesia (KEHATI) dalam mempersiapkan 41 karyawan yang menjadi sukarelawan sebagai pengajar untuk mendampingi total 172 siswa kelas 5 SD. Mereka dibekali dengan memberikan pengetahuan melalui lokakarya.

Melalui kegiatan interaktif seperti story-telling tentang keanekaragaman hayati dan melakukan percobaan sains sederhana bertajuk "Dampak Efek Gas Rumah Kaca" dan "Dampak Gletser yang Mencair", anak-anak belajar mengenai dampak perubahan iklim terhadap lingkungan dan pentingnya menjaga keanekaragaman hayati untuk generasi mendatang.

Inisiatif ini sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan PBB, khususnya Tujuan ke-15: Kehidupan di Darat, yang bertujuan untuk melindungi, memulihkan, dan mendorong pemanfaatan ekosistem darat secara berkelanjutan, mengelola hutan secara berkelanjutan, memerangi penggurunan, serta menghentikan dan membalikkan degradasi lahan dan hilangnya keanekaragaman hayati.

Ketua Gerakan Nasional Orang Tua Asuh (GNOTA), Gendis Siti Hatmanti, di sela-sela kegiatan menyambut baik kelas ini.

"Kegiatan Biodiversity Fun Class hari ini sangat bagus sekali. Sangat bermanfaat untuk anak-anak karena mengajarkan mereka bagaimana cara menjaga lingkungan dan membuat mereka lebih peduli untuk menjaga kelestarian bumi," ujar Gendis.

Penanaman hutan bakau di Muara Gembong, Bekasi, juga menjadi bagian merawat ekosistem dan keanekaragaman hayati.

Baca juga:

Bioteknologi, Jawaban untuk Pengelolaan Keanekaragaman Hayati Laut Indonesia

msig
Karyawan MSIG Indonesia sebagai sukarelawan saat menjelaskan eksperimen Dampak Gletser yang Mencair pada murid sekolah dasar. (Foto: MSIG)

Hutan bakau di Kecamatan Muara Gembong saat ini tersisa sekira 600 hektar dari kondisi sebelumnya seluas 10.481,15 hektar dan hampir 350 kepala keluarga kehilangan tempat tinggal.

MSIG Indonesia menyumbangkan 5.000 pohon bakau untuk ditanam.

Wakil Presiden Direktur MSIG Indonesia, Bernardus P Wanandi, mengatakan bahwa hutan bakau menyimpan karbon biru yang dapat menyerap emisi gas rumah kaca, sehingga dapat mengurangi dampak perubahan iklim.

Kegiatan penanaman ini didukung oleh Yayasan Sentral Rehabilitasi Mangrove (SRM), sebuah lembaga non-profit lokal yang berfokus pada pelestarian lingkungan, khususnya rehabilitasi hutan bakau.

Pembina Yayasan SRM, Imanuel Iman, menyatakan sudah terjadi kerusakan yang sangat masif di hutan bakau Muara Gembong ini. Padahal hutan bakau bisa membantu mengurangi pemanasan global karena memiliki kemampuan menyerap karbon empat kali lebih banyak dari hutan tropis.

"Pada hutan tropis, saat daun dan ranting jatuh, terjadi pelepasan karbon. Sementara di hutan bakau, ketika ranting dan daun jatuh, ia akan tetap tertahan di dalam air. Di situlah mengapa hutan bakau memiliki kemampuan menyerap karbon empat kali lebih tinggi dari hutan tropis,” kata Iman.

Menjaga kelestarian bumi dan masa depan yang baik bagi generasi penerus adalah tanggung jawab bersama, dari perubahan gaya hidup yang dapat dilakukan oleh individu sampai dengan kebijakan yang ditetapkan perusahaan. (dru)

Baca juga:

Pentingnya Perlindungan Masyarakat Adat untuk Keanekaragaman Alam

#Pelestarian Lingkungan #Hutan Mangrove #Kawasan Ekowisata Mangrove
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Hendaru Tri Hanggoro

Berkarier sebagai jurnalis sejak 2010 dan bertungkus-lumus dengan tema budaya populer, sejarah Indonesia, serta gaya hidup. Menekuni jurnalisme naratif, in-depth, dan feature. Menjadi narasumber di beberapa seminar kesejarahan dan pelatihan jurnalistik yang diselenggarakan lembaga pemerintah dan swasta.
Show More

Berita Terkait

Berita Foto
Resmikan Mangrofest 2026, Basuki Hadimuljono: OIKN Siapkan 1.100 Hektare untuk Lahan Mangrove
Kepala Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN) Basuki Hadimuljono hadir dalam pembukaan Mangrofest 2026 di IKN, Kalimantan Timur, Sabtu (1/8/2026).
Didik Setiawan - Sabtu, 01 Agustus 2026
Resmikan Mangrofest 2026, Basuki Hadimuljono: OIKN Siapkan 1.100 Hektare untuk Lahan Mangrove
Berita Foto
M4CR Perkuat KTH Wujudkan Kelestarian Mangrove dan Kesejahteraan Masyarakat
Manager Unit Pelaksana Proyek Tingkat Provinsi Kalimantan Timur (PPIU-Kaltim) Program M4CR Kemenhut, Asman Azis di Desa Sepatin, Jumat (31/7/2026).
Didik Setiawan - Jumat, 31 Juli 2026
M4CR Perkuat KTH Wujudkan Kelestarian Mangrove dan Kesejahteraan Masyarakat
Berita Foto
Program M4CR Pulihkan Ekosistem Mangrove di Desa Sepatin, Kutai Kartanegara Kaltim
Suasana kawasan pemulihan ekosistem mangrove di Desa Sepatin, Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur, Jumat (31/7/2026).
Didik Setiawan - Jumat, 31 Juli 2026
Program M4CR Pulihkan Ekosistem Mangrove di Desa Sepatin, Kutai Kartanegara Kaltim
Indonesia
Siswa SMK Jayawisata 1 Rela Kotor Tanam Mangrove Atasi Abrasi Jakarta
Sudah saatnya masyarakat menjaga lingkungan dengan berbagai cara salah satunya menanam mangrove.
Frengky Aruan - Selasa, 21 Juli 2026
Siswa SMK Jayawisata 1 Rela Kotor Tanam Mangrove Atasi Abrasi Jakarta
Indonesia
BRIN Temukan 93 Habitat Paus dan Lumba-Lumba di Barat Sumatra Berada di Luar Area Konservasi
Informasi ilmiah sahih sangat penting guna memberikan masukan bagi pemerintah dalam merancang intervensi relevan dan dapat diimplementasikan secara efektif.
Dwi Astarini - Kamis, 15 Januari 2026
BRIN Temukan 93 Habitat Paus dan Lumba-Lumba di Barat Sumatra Berada di Luar Area Konservasi
Indonesia
Jakarta Juara Nasional Provinsi SDGs 2025, Disusul Kalsel dan DIY
Visi Jakarta sebagai kota global yang maju, berkeadilan, dan berkelanjutan selaras dengan prinsip SDGs.
Wisnu Cipto - Rabu, 19 November 2025
Jakarta Juara Nasional Provinsi SDGs 2025, Disusul Kalsel dan DIY
Berita Foto
Dorong Kesadaran Ekologis Kemenhut Gelar Mangrove Goes to School di IPB University
Mahasiswa peserta Mangrove Goes to School saat Talkshow dan Workshop Alam bersama Direktorat Jenderal PDASRH Kementerian Kehutanan di IPB University, Bogor, Senin (10/11/2025).
Didik Setiawan - Senin, 10 November 2025
Dorong Kesadaran Ekologis Kemenhut Gelar Mangrove Goes to School di IPB University
Berita Foto
Peringati Hari Sumpah Pemuda 2025 Kemenhut Ajak Pemuda Menanam Mangrove di Pesisir Jakarta
Wakil Menteri Kehutanan (Wamenhut) Rohmat Marzuki (tengah), Direktur Jenderal Pengelolaan Daerah Aliran Sungai dan Rehabilitasi Hutan (PDASRH) Kementerian Kehutanan (Kemenhut) Dyah Murtiningsih (kiri), Direktur Rehabilitasoi Magrove Kemenhut Ristianto Pribadi (kanan), Sejumlah Pejabat, Perwakilan Bank Dunia, Mahasiswa dan Pelajar serta aktivis lingkungan, menanam bibt Mangrove, di Taman Wisata Alam Mangrove Angke Kapuk, Jakarta, Selasa (28/10/2025).
Didik Setiawan - Selasa, 28 Oktober 2025
Peringati Hari Sumpah Pemuda 2025 Kemenhut Ajak Pemuda Menanam Mangrove di Pesisir Jakarta
Indonesia
Tangani Pencemaran Minyak MT Arman 114 dan Perdagangan Cula Badak Jawa, Indonesia Raih Penghargaan PBB
Acara penyerahan penghargaan dilaksanakan melalui daring, yang dibuka oleh Sekretaris Jenderal CITES Ivonne Higuero dan sebagai moderator Sallie Yang dari UNEP.
Alwan Ridha Ramdani - Sabtu, 18 Oktober 2025
Tangani Pencemaran Minyak MT Arman 114 dan Perdagangan Cula Badak Jawa, Indonesia Raih Penghargaan PBB
Berita Foto
Kebun Kelapa Tergerus Abrasi, M4CR Rehabilitasi Mangrove Seluas 429 Hektar di Pesisir Kuala Selat Riau
Warga merawat bibit Mangrove dekat kebun Kelapa yang tergerus abrasi laut di Kuala Selat, Indragiri Hilir (Inhil), Riau, Kamis (25/9/2025).
Didik Setiawan - Kamis, 25 September 2025
Kebun Kelapa Tergerus Abrasi, M4CR Rehabilitasi Mangrove Seluas 429 Hektar di Pesisir Kuala Selat Riau
Bagikan