Kesehatan

Begini Gejala Awal Kanker Usus Besar pada Kelompok Dewasa-Muda

Hendaru Tri HanggoroHendaru Tri Hanggoro - Minggu, 04 Juni 2023
Begini Gejala Awal Kanker Usus Besar pada Kelompok Dewasa-Muda

Kasus kanker usus besar melonjak di kalangan usia dewasa muda. (Foto: Unsplash/Stephen Andrews)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

SERANGAN diare, sakit perut, dan kemunculan bercak darah yang berkepanjangan yang tidak dapat dijelaskan saat buang air besar mungkin merupakan tanda kanker kolorektal onset dini.

Inilah penyakit yang semakin banyak ditemukan pada orang dewasa muda yang belum cukup umur untuk memenuhi syarat untuk kolonoskopi (prosedur untuk mendeteksi luka, iritasi, polip atau kanker pada usus besar dan rektum).

Gejala awal yang paling meresahkan adalah pendarahan dubur. Salah satu kemungkinan tanda kanker usus besar yang tidak nyaman dibicarakan di luar kamar mandi.

"Ini bisa sulit atau memalukan untuk dibicarakan," kata Dr. Matthew Kalady, direktur divisi operasi usus besar dan dubur di Pusat Kanker Komprehensif Universitas Negeri Ohio seperti dilaporkan NBC.

"Tapi kenyataannya semua orang berurusan dengan hal seperti ini dan penting untuk memahami apa yang normal dan apa yang tidak," lanjutnya.

Penelitian baru dari Washington University School of Medicine di St. Louis, yang diterbitkan awal Mei 2023 di Journal of National Cancer Institute dan melibatkan 5.075 orang dengan kanker kolorektal onset dini menghimpun gejala tersebut.

Baca juga:

Bantuan Akses Pelayanan Kesehatan bagi Anak Pengidap Kanker

Penelitian tersebut bertujuan menemukan gejala yang mungkin memberi sinyal awal kanker kolorektal, penyakit yang telah melonjak di kalangan orang usia dewasa muda dalam beberapa tahun terakhir dengan jumlah yang meresahkan, yang tidak terdiagnosis hingga stadium lanjut.

Menurut American Cancer Society, proporsi kasus kanker kolorektal yang terjadi pada orang di bawah usia 55 tahun meningkat dua kali lipat dari tahun 1995 hingga 2019, dari 11% menjadi 20%.

Penelitian baru menemukan empat gejala berbeda yang muncul pada dua tahun sebelum diagnosis kanker kolorektal. Antara lain sakit perut, pendarahan dubur, diare yang tak kunjung berhenti, serta anemia dan defisiensi zat besi.

Gejala anemia biasanya ditemukan dalam tes darah tahunan yang dilakukan pada tubuh pasien.

Baca juga:

YouTuber Hank Green Mengidap Kanker Limfoma Hodgkin

Menurut penelitian itu, peserta memiliki setidaknya satu dari gejala yang dimulai sejak dua tahun sebelum mereka didiagnosis.

Namun, kolonoskopi hanya direkomendasikan pada usia 45 tahun ke atas. Ini berarti orang mungkin memiliki gejala jauh sebelum mereka mencari perawatan dokter atau pernah didiagnosis menderita kanker usus besar yang sebenarnya dapat diobati jika diketahui lebih awal.

"Banyak orang mengabaikan hal-hal ini sebagai pasien," kata seorang penulis studi, Dr. Cassandra Fritz, asisten profesor kedokteran di divisi gastroenterologi di Fakultas Kedokteran Universitas Washington.

Menurut Fritz, gejala-gejala itu perlu diwaspadai dan ditindaklanjuti. "Pergilah ke dokter untuk mendapatkan evaluasi lebih lanjut,” tutupnya. (dsh)

Baca juga:

Artificial Intelligence Dapat Deteksi Tanda Awal Kanker Paru-Paru

#Kesehatan #Kanker
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Hendaru Tri Hanggoro

Berkarier sebagai jurnalis sejak 2010 dan bertungkus-lumus dengan tema budaya populer, sejarah Indonesia, serta gaya hidup. Menekuni jurnalisme naratif, in-depth, dan feature. Menjadi narasumber di beberapa seminar kesejarahan dan pelatihan jurnalistik yang diselenggarakan lembaga pemerintah dan swasta.
Show More

Berita Terkait

Indonesia
Jakarta Catat 58 Kasus DBD per Oktober 2026
Secara kumulatif, jumlah kasus selama Januari hingga Oktober 2026 juga lebih rendah jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya.
Dwi Astarini - Sabtu, 17 Oktober 2026
Jakarta Catat 58 Kasus DBD per Oktober 2026
Lifestyle
Inspirasi Pit Stop F1 Menyelamatkan Nyawa Pasien Rumah Sakit
Inovasi F1 telah memberikan dampak yang jauh melampaui lintasan balap.
Dwi Astarini - Kamis, 15 Oktober 2026
 Inspirasi Pit Stop F1 Menyelamatkan Nyawa Pasien Rumah Sakit
Berita Foto
Pantau Gaya Hidup Makin Personal, U by Prodia Hadirkan U-Buddy
SPG menunjukkan tampilan antarmuka (user interface/UI) aplikasi U-Buddy saat peluncurannya di Jakarta, Rabu (7/10/2026).
Didik Setiawan - Rabu, 07 Oktober 2026
Pantau Gaya Hidup Makin Personal, U by Prodia Hadirkan U-Buddy
Indonesia
Insiden Lab di Rusia, Kemenkes Tingkatkan Kesiapsiagaan
bandara dan pelabuhan internasional di Bali menerapkan peningkatan pengawasan pelaku perjalanan melalui pengawasan deklarasi kesehatan (All Indonesia - SSHP).
Dwi Astarini - Selasa, 06 Oktober 2026
Insiden Lab di Rusia, Kemenkes Tingkatkan Kesiapsiagaan
Lifestyle
Berbagi Cocolan Setara Ciuman Bibir, Rentan Menyebarkan Virus dan Bakteri
Berapa kali celupan yang dibutuhkan untuk memindahkan jumlah bakteri yang kira-kira sama banyaknya dengan ciuman berdurasi 10 detik?
Dwi Astarini - Senin, 05 Oktober 2026
 Berbagi Cocolan Setara Ciuman Bibir, Rentan Menyebarkan Virus dan Bakteri
Indonesia
Jangan Sepelekan Influenza Tipe A, Anak Batuk Demam Tinggi Segera Bawa ke Faskes!
Anak demam tinggi dan sesak napas? Peringatkan bahaya virus influenza tipe A pada anak. Segera bawa ke faskes rujukan terdekat!
Wisnu Cipto - Jumat, 02 Oktober 2026
Jangan Sepelekan Influenza Tipe A, Anak Batuk Demam Tinggi Segera Bawa ke Faskes!
Lifestyle
Bukan Cuma Soal Biaya, Dokter Ungkap 3 Alasan Pengobatan Gagal Jantung Lanjut Masih Terbatas di Indonesia
Dokter Paskah ungkap tiga tantangan pengobatan gagal jantung lanjut di Indonesia, mulai dari literasi masyarakat, keterbatasan dokter hingga mahalnya teknologi.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 01 Oktober 2026
Bukan Cuma Soal Biaya, Dokter Ungkap 3 Alasan Pengobatan Gagal Jantung Lanjut Masih Terbatas di Indonesia
Lifestyle
Teknologi LVAD Hadir di Indonesia, Jadi Harapan Baru bagi Pasien Gagal Jantung Lanjut
Teknologi LVAD atau pompa jantung artificial kini tersedia di Indonesia untuk membantu pasien gagal jantung tingkat lanjut. Ini cara kerja dan persiapannya.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 01 Oktober 2026
Teknologi LVAD Hadir di Indonesia, Jadi Harapan Baru bagi Pasien Gagal Jantung Lanjut
Indonesia
Kemenkes Klaim 99,1 Juta Orang Telah Ikut Program Cek Kesehatan Gratis
Pemerintah mengatakan manfaat program CKG berpotensi mencegah satu dari empat kasus stroke dan penyakit kardiovaskular pada 2035.
Dwi Astarini - Kamis, 01 Oktober 2026
Kemenkes Klaim 99,1 Juta Orang Telah Ikut Program Cek Kesehatan Gratis
ShowBiz
Susu Rahasia Jisoo BLACKPINK untuk Jaga Berat Badan
Tanpa ragu, Jisoo mengambil sekotak susu kedelai.
Dwi Astarini - Rabu, 30 September 2026
Susu Rahasia Jisoo BLACKPINK untuk Jaga Berat Badan
Bagikan