Begini Antisipasi Kemenkes Bila Terjadi Lonjakan Kasus COVID-19 Dokumentasi - Pasien positif COVID-19 menjalani perawatan. Foto: ANTARA

MerahPutih.com - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI melakukan antisipasi bila nantinya terjadi lonjakan kasus corona. Sebab, kasus COVID-19 di Indonesia masih menunjukkan tren meningkat

Dirjen Pelayanan Kesehatan Kemenkes, Abdul Kadir, mengatakan bila mana terjadi kenaikan pasien hingga 50 sampai 100 persen, maka Kemenkes telah memerintahkan pada semua rumah sakit untuk menata tempat tidur.

Baca Juga

80 Orang Positif COVID-19 Seusai Acara Rizieq Shihab di Petamburan dan Tebet

"Dengan menambah kapasitas ruang pasien COVID-19," kata Abdul Kadir dalam konferensi pers yang disiarkan BNPB, Minggu (22/11).

Sementara untuk ketersediaan obat-obatan dan peralatan kesehatan, Abdul Kadir menyebut stoknya masih mencukupi. Demikian juga dengan ketersediaan peralatan kesehatan.

Warga mengikuti tes cepat yang digelar Polda Metro Jaya setelah klaster COVID-19 terjadi di acara pernikahan anak Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Shihab di kawasan Petamburan, Jakarta Pusat, Ahad (22/11/2020). (ANTARA/Devi Nindy)
Warga mengikuti tes cepat yang digelar Polda Metro Jaya setelah klaster COVID-19 terjadi di acara pernikahan anak Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Shihab di kawasan Petamburan, Jakarta Pusat, Ahad (22/11/2020). (ANTARA/Devi Nindy)

Plt Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kemenkes Muhammad Budi Hidayat menuturkan, pihaknya dan Satgas Penanganan COVID-19 telah menurunkan lebih dari 5 ribu pelacak.

Mereka bakal melakukan contact tracing ke 10 provinsi yang dianggap masif penularan corona-nya. Ia tak menyebut daera mana saja yang dimaksud.

Tak hanya dipantau per daerah, kata Budi, pelacakan nantinya akan dimulai dari skala terendah guna memutus rantai penularannya. Siapa pun yang diduga memiliki kontak erat dengan pasien atau baru pulang dari luar daerah, wajib menjalani isolasi selama 14 hari.

Baca Juga

Pemerintah Diminta Tak Bebankan Biaya Vaksin COVID-19 ke Rakyat

Pelacakan dilakukan secara agresif di tingkat kecamatan terutama yang memiliki kerumunan dengan jumlah massa besar.

"Selain itu juga dilakukan pemantauan yang lebih intensif terjadinya penularan dalam 14 hari ke depan," ucap Budi.

Kemenkes bersama fasyankes terus melakukan pelacakan di tingkat kecamatan sampai dengan Puskesmas. Tak hanya itu, penguatan tracing, menurut Budi, jadi jalan lainnya yang kini juga ditempuh Kemenkes.

Hal itu untuk dilakukan untuk memperkecil berkembangnya lagi kasus penularan baru di beberapa daerah.

"Percepatan pemeriksaan spesimen dan merujuk kasus konfirmasi tanpa gejala ke wisma atau hotel tempat isolasi. Penguatan tracing dengan rasio 1 banding 30 yakni 1 pasien berbanding 30 kontak erat yang yang dilacak," pungkasnya. (Knu)

Baca Juga

Kapolsek dan Wakapolsek Tanah Abang Positif COVID-19

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Wakil Wali Kota Bandung Akui Nggak Sanggup Nanggung Hidup Rakyat Jika Lockdown
Indonesia
Wakil Wali Kota Bandung Akui Nggak Sanggup Nanggung Hidup Rakyat Jika Lockdown

Wakil Wali Kota Bandung, Yana Mulyana mengatakan, pihaknya tidak punya kemampuan untuk menanggung hajat hidup warga Bandung selama lockdown.

Kasus Perundungan dan Pelecehan Seksual di KPI Belum Temui Titik Terang
Indonesia
Kasus Perundungan dan Pelecehan Seksual di KPI Belum Temui Titik Terang

Polres Metro Jakarta Pusat merasa prihatin terhadap peristiwa yang dilaporkan oleh korban

Gibran Ajukan Dana BTT dan Bansos Rp 50 Miliar
Indonesia
Gibran Ajukan Dana BTT dan Bansos Rp 50 Miliar

Gibran mengajukan dana sebesar Rp 50 miliar pada DPRD Solo untuk membantu warga yang terdampak pandemi dan PPKM Darurat.

Survei Capres 2024, Ganjar Pranowo Lewati Elektabilitas Anies dan Pepet Prabowo
Indonesia
Survei Capres 2024, Ganjar Pranowo Lewati Elektabilitas Anies dan Pepet Prabowo

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo masuk ke nomor dua dalam elektabilitas bakal calon untuk Pilpres 2024.

Jabar Siap-siap Sambut Vaksinasi COVID-19 Gelombang I
Indonesia
Jabar Siap-siap Sambut Vaksinasi COVID-19 Gelombang I

Jika tidak ada aral melintang, vaksinasi di Indonesia akan dilakukan November hingga Desember 2020.

Kejar Produksi 1 Juta Barel Per Hari, Indonesia Kejar Investasi USD250 Miliar
Indonesia
Kejar Produksi 1 Juta Barel Per Hari, Indonesia Kejar Investasi USD250 Miliar

Sepanjang kuartal I 2021, realisasi lifting minyak bumi tercatat 676.200 barel per hari atau hanya 96 persen dari target APBN 2021 sebesar 705.000 BOPD.

Luhut: Capaian Penurunan Mobilitas Warga PPKM Darurat Meleset dari Target
Indonesia
Luhut: Capaian Penurunan Mobilitas Warga PPKM Darurat Meleset dari Target

Kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) diklaim mampu mengecilkan mobilitas warga beraktivitas.

 Kapal Pengayom IV Tenggelam, 2 Orang Meninggal
Indonesia
Kapal Pengayom IV Tenggelam, 2 Orang Meninggal

Dua korban meninggal dunia terdiri atas Wahyu yang merupakan petugas lapas dan Kardim selaku sopir truk. Seluruh korban telah dievakuasi menuju RSUD Cilacap.

Gus Yaqut Janji Lindungi Semua Agama di Indonesia
Indonesia
Gus Yaqut Janji Lindungi Semua Agama di Indonesia

"Kami berkomitmen bahwa perlindungan terhadap umat beragama di Indonesia tidak akan memilih-milih,” kata Yaqut

Intensitas Siklon Tropis Seroja Meningkat, Empat Provinsi Ini Diminta Waspada
Indonesia