Barista Asuh, Bukti Industri Kopi Indonesia tak Pernah Cengeng dan Mengeluh Ilustrasi Barista Asuh

HAMPIR saban hari, pengurus Barista Guild Indonesia (BGI) menerima laporan ada barista yang menjadi korban PHK. Hingga kini totalnya sudah 400 lebih barista dirumahkan. Coffee shop tempat mereka bekerja tak lagi kuat menghadapi pandemi COVID-19. Tumbang. Tutup. Atau Bangkrut.

Baca juga:

Aang Sunadji, Beangasm.id, dan Growth Mindset di Tengah Pandemi

Fenomena ini membuat Yudistira Bawono salah satu perwakilan BGI bersama beberapa koleganya di industri kopi terus putar otak: gimana caranya ikut berkontribusi menjaga industri kopi Tanah Air tetap kuat melawan pandemi dan memberi semangat para barista korban PHK.

Hasil dari diskusi mereka akhirnya tercetuslah ide: Barista Asuh.

Sebuah gerakan untuk mengajak para pengusha coffee shop yang masih bertahan di tengah pandemi mau “mengadopsi” barista korban PHK. Maksud “mengadopsi” adalah dengan memberikan kesempatan satu shift perminggu bekerja untuk barista itu. “Tapi terkait jumlah shift, jangka waktu dan mekanismenya bisa ditentukan masing-masing coffee shop,” kata pria yang akrab disapa Yudis itu.

Barista Asuh, Bukti Industri Kopi Indonesia tak Pernah Cengeng dan Mengeluh
Barista menyajikan kopi untuk diuji (Foto: side.id/Andhika Hutama Putra)

Di fase awal, gerakan ini akan mendata coffee shop mana aja yang mau berpartisipasi dalam Barista Asuh. Form #solidsaatsulit akan dibuka.

Bagi coffee shop yang ingin ikut gerakan ini bisa mendaftar langsung melaui tautan https://form.jotform.com/201390771761051 atau via DM akun @mas_fotokopi maupun @newsmerahputih.

Nantinya, data coffee shop yang berminat dan data barista korban PHK yang dimiliki BGI akan dibagi menjadi cluster-cluster berdasarkan wilayah.

Bagi barista yang tertarik, bisa mendaftar ke salah satu coffee shop di klasternya. Data barista pendaftar akan dishare ke coffee shop terkait untuk diseleksi atau diatur gilirannya.

Inti dari gerakan ini untuk menjaga semangat para barista yang dirumahkan sekaligus menyambung tali silaturahmi. “Syukur-syukur bisa membuka peluang dan mendatangkan pemasukan bagi mereka,” katanya.

Lantas apa manfaat bagi coffee shop yang mengasuh barista? Nah, dengan ikut gerakan Barista Asuh, coffee shop juga jelas mendapatkan keuntungan.

Misalnya, barista-barista tersebut akan mengumumkan di media sosialnya, dimana coffee shop yang mengasuhnya. Selain mendapat tambahan exposure media sosial, para pelanggan tetap barista itu akan membeli produk coffee shop pengasuhnya. Dengan begitu coffee shop juga mendapat tambahan pemasukan.

Di sisi lain, barista asuh dan coffee shop juga bisa saling belajar dan tukar pengalaman ilmu perkopian. Dengan begitu, ekosistem industri kopi ini tetap terjaga. Makin kuat menghadapi pandemi.

Barista Asuh, Bukti Industri Kopi Indonesia tak Pernah Cengeng dan Mengeluh
Barista menyiapkan kopi sajiannya (Foto: MP/Rizki Fitrianto)

Sementara itu, MerahPutih.com juga sempat berbincang dengan pemilik akun @mas_fotokopi. Dia menerangkan, selama pandemi COVID-19, banyak coffee shop yang tertatih-tatih. Apalagi sejak aturan PSBB diperketat. Makin banyak coffee shop tumbang. “Terutama coffee shop yang berada di mal-mal. Karena hampir semua mal di Jakarta tutup,” kata @mas_fotokopi

“Belum lagi coffee shop yang mengandalkan konsep tempat keren untuk pelanggannya. Kini, pelanggan gak boleh lagi nongkrong di situ. Omzet mereka kadang tak cukup dengan hanya berjualan online,” imbuhnya.

Uniknya, berdasar pantauan @mas_fotokopi, kini coffee shop yang banyak bertahan justru berada di pinggiran Jakarta. Dan biasanya coffee shop yang berdiri sendiri di pinggir jalan atau di ruko. Mereka masih bisa survive.

Nah, untuk itu @mas_fotokopi mengajak coffee shop yang masih bisa bertahan untuk ikut gerakan Barista Asuh. “Satu shift tapi dampaknya luar biasa. Ikut memperkuat ekosistem perkopian Indonesia,” kata dia.

Gerakan Barista Asuh ini menjadi bukti bahwa para pelaku bisnis kopi di Indonesia tak mengeluh dalam kondisi sesulit apapun. Tak ada dalam kamus mereka kata: cengeng. Apalagi minta-minta. (*)

Baca juga:

“The New Normal” Industri Kopi di Tengah Pandemi COVID-19 Menurut Mikael Jasin

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
35 Coffee Shop Siap Ikut Gerakan Barista Asuh
Fun
35 Coffee Shop Siap Ikut Gerakan Barista Asuh

Barista Asuh jadi salah satu bukti industri kopi tak menyerah di tengah pandemi.

Membongkar Klaim Raden Patah Orang Tionghoa
Indonesiaku
Membongkar Klaim Raden Patah Orang Tionghoa

Dalam buku tersebut, Muljana, doktor bidang sejarah dan filologi Universitas Louvain, Belgia, menera sebagian Wali Songo dan Raden Patah berdarah Tionghoa.

Mengenal Deretan Duel Unik di Negeri Aing
Tradisi
Mengenal Deretan Duel Unik di Negeri Aing

Negeri Aing memiliki sejumlah duel khas yang tidak ada di negara lain

Cuma di Negeri Aing Pesta Pernikahan Sampai Menutup Jalan
Tradisi
Cuma di Negeri Aing Pesta Pernikahan Sampai Menutup Jalan

Banyak pesta pernikahan di Indonesia yang digelar hingga menutup jalan desa bahkan jalan raya.

Wisatawan Tetap Tertarik Liburan ke Yogyakarta di Akhir Tahun?
Travel
Wisatawan Tetap Tertarik Liburan ke Yogyakarta di Akhir Tahun?

Apakah Yogyakarta masih jadi destinasi favorit di tengah pandemi?

Kece Banget, ini 3 Spot Instagramable di Sekitar Danau Situ Patenggang
Travel
5 Destinasi yang Naik Daun di Masa Pandemi
Travel
5 Destinasi yang Naik Daun di Masa Pandemi

Pandemi justru menciptakan tren baru untuk berwisata.

Sejarah Orde Baru Larang Pelajar Islam Berhijab!
Indonesiaku
Sejarah Orde Baru Larang Pelajar Islam Berhijab!

Pangkal Tri dikeluarkan pihak sekolah tak lain lantaran menggunakan hijab selama pelaksanaan belajar-mengajar.

Gegara Corona, Yogyakarta Sepi!
Travel
Gegara Corona, Yogyakarta Sepi!

Okupansi hotel bintang hanya dikisaran 10 sampai 30 persen per hari

Jelang Imlek, Kendaraan Yang Keluar Masuk Yogyakarta Wajib Tunjukan Surat Bebas COVID
Travel
Jelang Imlek, Kendaraan Yang Keluar Masuk Yogyakarta Wajib Tunjukan Surat Bebas COVID

para pengendara dari luar DIY akan dimintai surat keterangan negatif hasil rapid test antigen.