Awas Tertipu, Kenali 'Catfishing' di Media Sosial Termotivasi karena mereka merasa kesepian. (Foto: The Queen's Journal)

PERNAHKAH kamu menghadapi orang yang melakukan penipuan berkedok cinta dengan menggunakan identitas orang lain di media sosial? Ya, ini adalah salah satu sisi negatif media sosial yang disalahgunakan. Pelaku catfishing biasanya melakukan ini karena beberapa faktor.

Mengutip laman Hellosehat, catfishing adalah istilah untuk menggambarkan seseorang dengan menggunakan foto dan identitas orang lain untuk membuat identitas baru di media sosial.

Baca juga:

Lakukan 'Social Media Detox' Untuk Bantu Tingkatkan Kesehatan Mental

Istilah ini diambil dari nama sebuah film dokumenter keluaran 2010 yang bercerita tentang seseorang yang menjalani hubungan dengan pasangan beridentitas palsu.

Intinya adalah berpura-pura menjadi orang lain untuk menarik perhatian korbannya. Mereka juga bisa membuat akun palsu untuk membentuk persona agar lebih meyakinkan.

Awas Tertipu, Mengenal 'Catfishing' yang Sering Terjadi di Media Sosial
Pelaku phising menggunakan identitas lain untuk menipu. (Foto: Metro)

Tujuan yang paling sering dilakukan adalah untuk menjalin hubungan asmara. Catfishing tidak hanya dilakukan oleh remaja saja melainkan juga orang dewasa.

Ada dua pihak yang merasa dirugikan, yakni mereka yang menjadi sasaran dan orang-orang yang identitasnya diambil. Apalagi jika identitas itu dilakukan untuk berbuat hal negatif, perilaku ini akan membuat reputasi yang buruk terhadap orang aslinya.

Parahnya, catfishing bisa dilakukan oleh seorang pedofil atau predator yang berpura-pura menjadi remaja atau orang berstrata tinggi.

Mereka akan memancing target untuk membagikan informasi pribadi serta mengajak bertemu. Pertemuan ini nantinya bisa berujung penculikan atau penyerangan.

Baca juga:

Waspada Serangan 'Phising' di Media Sosial, Begini Cara Menghindarinya

Lalu, apa yang mendasari terjadinya catfishing di media sosial? Mereka melakukanya untuk sekadar bersenang-senang, mencari perhatian, atau hanya karena bosan dengan rutinitas sehari-hari.

Dari sebuah survei yang dilakukan oleh Psych.org pada 27 orang yang pernah melakukan catfishing, 41 persen dari mereka mengaku merasa kesepian dan membutuhkan teman mengobrol.

Sepertiga dari seluruh koresponden menyatakan ketidakpuasannya pada penampilan fisik masing-masing. Oleh sebab itu, mereka menggunakan foto orang lain dan membuat identitas palsu untuk mendapat perhatian.

Awas Tertipu, Mengenal 'Catfishing' yang Sering Terjadi di Media Sosial
Bahkan ada yang mengeksplorasi seskualitas. (Foto: NordVPN)

Ada juga yang bertujuan untuk mengeskplorasi seksualitas atau identitas gender. Salah satu responden perempuan mengakui ketertarikannya terhadap perempuan lain. Ia pun terpaksa membuat identitas baru di media sosial sebagai seorang laki-laki.

Fenomena ini bisa jadi sangat berbahaya. Berikut adalah ciri-ciri pelaku catfishing yang perlu kamu waspadai:

1. Mereka mengaku sebagai seseorang dengan jabatan tinggi dan seringkali mengulangnya.

2. Tidak bersedia melakukan panggilan video.

3. Profil terlihat baru dan tidak terisi lengkap.

4. Tidak ada foto diri dari akun orang lain.

5. Terburu-buru menyatakan cinta walau baru kenal.

6. Perhatikan jawaban ketika ditanya tentang profesi atau hal-hal yang biasa dilakukan. (and)

Baca juga:

Kamu Ingin Berhenti Bermain Media Sosial Selamanya? Nih Kiatnya



Ananda Dimas Prasetya

LAINNYA DARI MERAH PUTIH