Kesehatan

Atasi Gigi Ngilu dengan Cara Sederhana Ini

Febrian AdiFebrian Adi - Sabtu, 22 April 2023
Atasi Gigi Ngilu dengan Cara Sederhana Ini

Gigi ngilu banyak dialami oleh orang-orang. (Foto: Unsplash/Bogdan)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

UMUMNYA gigi ngilu diakibatkan karena seringnya mengonsumsi makanan manis, asam, minuman dingin atau panas. Ngilu pada gigi disebabkan oleh lapisan email gigi yang kian menipis. Email adalah lapisan terluar gigi yang bertugas untuk melindungi gigi.

Namun, lapisan ini bisa saja rusak oleh beberapa hal, mulai dari menyikat gigi terlalu keras, menggunakan sikat gigi yang berbulu kasar, sering mengonsumsi makanan atau minuman yang asam dan kerap mengeretakkan gigi ketika tidur.

Baca juga:

Sudah Remaja lalu Gigi Tanggal, Apa Bisa Tumbuh Lagi?

Ada banyak hal yang bisa membuat gigi ngilu. (Foto: Unsplash/Diana)

Dikutip dari Alodokter, gigi ngilu bisa tiba-tiba muncul dan mengganggu keasyikan saat berkumpul bersama teman-teman. Tidak hanya menimbulkan rasa sakit, tapi juga bisa menghilangkan senyum kamu. Berikut tip mengatasi gigi ngilu yang bisa dilakukan.

1. Gunakan pasta gigi khusus untuk gigi ngilu

Ketika mengalami gigi ngilu, kamu dianjurkan menggunakan pasta gigi khusus untuk mengatasi masalah tersebut. Umumnya, pasta gigi jenis ini tidak mengandung bahan yang dapat mengiritasi gigi kamu, sehingga bisa meminimalkan rasa ngilu pada gigi.

Kamu bisa memilih pasta gigi yang mengandung aluminum lactate, potassium nitrate, dan isopropyl methylphenol. Ketiga kandungan ini dipercaya mampu mengatasi gigi ngilu dan mencegah kerusakan gusi.

2. Gunakan sikat gigi yang lembut

Pilihlah sikat gigi dengan bulu sikat yang lembut agar gigi kamu tidak terasa ngilu saat menyikat gigi.

3. Menghindari makanan dan minuman yang asam

Permen yang lengket, minuman bersoda, buah-buahan yang asam (lemon dan jeruk), serta minuman beralkohol, bisa mengikis email gigi dan menyebabkan gigi ngilu. Oleh karena itu, kamu disarankan untuk menjauhi jenis makanan dan minuman ini jika memiliki gigi ngilu.

Baca juga:

Noda Ekstrinsik dan Intrinsik, Penyebab Gigi Kuning

Bila gigi sensitif hindari keseringan makan dan minuman yang terlalu panas atau dingin. (Foto: Unsplash/Peter)

4. Menghindari kebiasaan penyebab gigi ngilu

Beberapa kebiasaan yang bisa menyebabkan gigi ngilu adalah menggeretakkan gigi, mengunyah es batu, menggigit sesuatu yang keras, dan menyobek plastik menggunakan gigi.

5. Menghindari makanan/minuman panas dan dingin

Hindari pula makanan dan minuman yang panas atau dingin, seperti kopi, es krim, dan makanan panas berkuah, misalnya soto atau bakso.

Selain itu, jagalah kesehatan dan kebersihan gigi agar terhindar dari gigi ngilu. Hindari menyikat gigi segera setelah mengonsumsi makanan atau minuman yang asam, sebab hal ini bisa mengikis email gigi kamu. Jangan lupa untuk mengganti sikat gigi setiap tiga hingga empat bulan sekali, dan rutin melakukan pemeriksaan ke dokter gigi. (far)

#Kesehatan
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Febrian Adi

part-time music enthusiast. full-time human.
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Fun
We Pause We Rise Ajak Perempuan Kenali Perimenopause, Ahli Ingatkan Gejala Brain Fog
We Pause We Rise menggelar Rose & Bloom untuk mengedukasi perempuan tentang perimenopause dan menopause, termasuk brain fog, kesehatan tulang, dan hipertensi.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 19 Oktober 2026
We Pause We Rise Ajak Perempuan Kenali Perimenopause, Ahli Ingatkan Gejala Brain Fog
Indonesia
Jakarta Catat 58 Kasus DBD per Oktober 2026
Secara kumulatif, jumlah kasus selama Januari hingga Oktober 2026 juga lebih rendah jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya.
Dwi Astarini - Sabtu, 17 Oktober 2026
Jakarta Catat 58 Kasus DBD per Oktober 2026
Lifestyle
Inspirasi Pit Stop F1 Menyelamatkan Nyawa Pasien Rumah Sakit
Inovasi F1 telah memberikan dampak yang jauh melampaui lintasan balap.
Dwi Astarini - Kamis, 15 Oktober 2026
 Inspirasi Pit Stop F1 Menyelamatkan Nyawa Pasien Rumah Sakit
Berita Foto
Pantau Gaya Hidup Makin Personal, U by Prodia Hadirkan U-Buddy
SPG menunjukkan tampilan antarmuka (user interface/UI) aplikasi U-Buddy saat peluncurannya di Jakarta, Rabu (7/10/2026).
Didik Setiawan - Rabu, 07 Oktober 2026
Pantau Gaya Hidup Makin Personal, U by Prodia Hadirkan U-Buddy
Indonesia
Insiden Lab di Rusia, Kemenkes Tingkatkan Kesiapsiagaan
bandara dan pelabuhan internasional di Bali menerapkan peningkatan pengawasan pelaku perjalanan melalui pengawasan deklarasi kesehatan (All Indonesia - SSHP).
Dwi Astarini - Selasa, 06 Oktober 2026
Insiden Lab di Rusia, Kemenkes Tingkatkan Kesiapsiagaan
Lifestyle
Berbagi Cocolan Setara Ciuman Bibir, Rentan Menyebarkan Virus dan Bakteri
Berapa kali celupan yang dibutuhkan untuk memindahkan jumlah bakteri yang kira-kira sama banyaknya dengan ciuman berdurasi 10 detik?
Dwi Astarini - Senin, 05 Oktober 2026
 Berbagi Cocolan Setara Ciuman Bibir, Rentan Menyebarkan Virus dan Bakteri
Indonesia
Jangan Sepelekan Influenza Tipe A, Anak Batuk Demam Tinggi Segera Bawa ke Faskes!
Anak demam tinggi dan sesak napas? Peringatkan bahaya virus influenza tipe A pada anak. Segera bawa ke faskes rujukan terdekat!
Wisnu Cipto - Jumat, 02 Oktober 2026
Jangan Sepelekan Influenza Tipe A, Anak Batuk Demam Tinggi Segera Bawa ke Faskes!
Lifestyle
Bukan Cuma Soal Biaya, Dokter Ungkap 3 Alasan Pengobatan Gagal Jantung Lanjut Masih Terbatas di Indonesia
Dokter Paskah ungkap tiga tantangan pengobatan gagal jantung lanjut di Indonesia, mulai dari literasi masyarakat, keterbatasan dokter hingga mahalnya teknologi.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 01 Oktober 2026
Bukan Cuma Soal Biaya, Dokter Ungkap 3 Alasan Pengobatan Gagal Jantung Lanjut Masih Terbatas di Indonesia
Lifestyle
Teknologi LVAD Hadir di Indonesia, Jadi Harapan Baru bagi Pasien Gagal Jantung Lanjut
Teknologi LVAD atau pompa jantung artificial kini tersedia di Indonesia untuk membantu pasien gagal jantung tingkat lanjut. Ini cara kerja dan persiapannya.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 01 Oktober 2026
Teknologi LVAD Hadir di Indonesia, Jadi Harapan Baru bagi Pasien Gagal Jantung Lanjut
Indonesia
Kemenkes Klaim 99,1 Juta Orang Telah Ikut Program Cek Kesehatan Gratis
Pemerintah mengatakan manfaat program CKG berpotensi mencegah satu dari empat kasus stroke dan penyakit kardiovaskular pada 2035.
Dwi Astarini - Kamis, 01 Oktober 2026
Kemenkes Klaim 99,1 Juta Orang Telah Ikut Program Cek Kesehatan Gratis
Bagikan