Photojournalist Mentorship 2020
Asa Tau Samawa Jati Diri Rakyat Sumbawa Joki Pacuan Kuda di Sumbawa. (Ajeng Lestari)

BAGI masyarakat Sumbawa, pacuan kuda atau Maen Jaran adalah jati diri identitas Tau Samawa (rakyat Sumbawa) yang berkaitan dengan perayaan masa panen. Seiring jalannya waktu, tren budaya ini mengalami pergeseran makna menjadi penandaan status sosial dan gaya hidup Tau Samawa.

Dalam ekosistem pacuan, ada anak–anak tangguh yang sedari kecil disatukan jiwanya dengan kuda. Mereka mengakrabi debu, luka, dan keangkuhan kuda-kuda yang ditungganginya, dalam sekali latihan dapat mereka taklukan 10 kuda atau lebih. Pada tahun 2019, kabar duka datang dari Bima seorang joki kecil meninggal dunia akibat kecelakaan pada saat pacuan kuda di Sambi Nae’. Kemudian banyak pihak yang mengecam pacuan kuda dengan joki kecil termasuk LPA NTB yang mengkampanyekan “Stop Pacuan Kuda dengan Joki Kecil”.

Joki pacuan kuda
Joki Pacuan Kuda di Sumbawa. (Ajeng Lestari)

Aldian Syah (10), adalah Joki Kecil dari Desa Penyaring, Kabupaten Sumbawa. Aldi dibesarkan oleh kakeknya Abdul Latip (70), karena sejak balita kedua orangtuanya sudah berpisah. Ketika sedang memacu kuda, Aldi tampil sangat maskulin, namun hal itu berubah 180 derajat saat ia ada dirumahnya, Aldi menampilkan sisi feminimitas dengan tugas harian rumahnya seperti memasak, mencuci baju, dan piring. Ia melakukan hal itu atas inisiatifnya sendiri. Hal-hal itu menjadikan Aldi jadi lebih mandiri ketimbang anak seusianya.

“Saya senang masak, dari kelas 3 SD (sekarang kelas 5 SD) saya mulai belajar masak. Makanan kesukaan saya cumi-cumi”, tutur Aldi sambil mempersiapkan makanan untuk Abe. (Kakek dalam bahasa Sumbawa).

Aldian joki pacuan kuda
Aldian Syah (10), joki anak pacuan kuda di Sumbawa. (Ajeng Lestari)

Di Sumbawa, profesi sebagai joki bukanlah sebatas untuk memenuhi kebutuhan ekonomi, tetapi benar-benar tentang kegemaran pada seekor kuda.

“Waktu kecil Aldi takut naik kuda, sekarang sudah biasa. Habis jatuh dia minta naik lagi”, tutur Abe yang juga berperan sebagai manajer dan sandro (dukun) Aldi.

Baca Juga:

9 Pewarta Foto Lulus Program XL Axiata Photojournalist Mentorship 2020

Kisah Aldi dan Abe-nya, menjadi gambaran anak-anak Desa di Pulau Sumbawa yang berprofesi sebagai joki kecil. Sebagian besar karena terhimpit ekonomi, adapun pro–kontra pelarangan pacuan kuda dengan joki kecil akan berdampak luas pada nasib perekonomian joki kecil dan keluarganya. Dan sesuatu yang sudah membudaya ditengah masyarakat tidak dapat diubah dengan mudah, alternatif untuk kepedulian akan keselamatan joki harus berfokus pada alat pelindung diri (body protector), dan pemerintah daerah / komunitas di Sumbawa membuat peraturan dan undang-undang yang melindungi joki agar Maen Jaran menjadi budaya sekaligus olahraga yang aman.

joki kuda sumbawa
Joki Pacuan Kuda di Sumbawa. (Ajeng Lestari)

Penulis: Ajeng Lestari, peserta terpilih Program XL Axiata Photojournalist Mentorship 2020 *Ajeng Lestari lahir di Bekasi, 26 September 1998. Pada tahun 2017 ia merantau ke Pulau Sumbawa untuk menempuh pendidikan bidang Ilmu Komunikasi di Universitas Teknologi Sumbawa. Tahun 2018 ia menggarap personal projek foto cerita berjudul “Sesaji: Pengabdi Lam-Lam” di desa Soki, Belo, Kabupaten Bima. Ketertarikannya dengan dunia Jurnalis Foto tergugah ketika ia membeli buku “Unpublished” terbitan Kompas yang berisikan kumpulan karya foto yang tidak dipublikasikan menginspirasi dirinya. Ajeng menaruh perhatian khusus pada anak-anak desa di Sumbawa dan senang berpartisipasi menjadi relawan peduli literasi.

Foto Lengkap Asa Tau Sumawa

Foto: Bertahan ala Kupu-Kupu Malam
Tradisi
Bertahan ala Kupu-Kupu Malam
Tradisi
Foto: Kampung yang Terkubur
Foto
Foto: Bertahan ala Kupu-Kupu Malam
Tradisi
Bertahan ala Kupu-Kupu Malam
Tradisi
Foto: Kampung yang Terkubur
Foto
LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Antisipasi Penyebaran Virus Corona, Kawasan Wisata Kota Tua Sepi
Travel
Antisipasi Penyebaran Virus Corona, Kawasan Wisata Kota Tua Sepi

Suasana lengang dan sepi pengunjung di kawasan wisata Kota Tua Jakarta

Era Kenormalan Baru, Puluhan Operator Tur Siap Buka Kembali Perjalanan Wisata
Travel
Era Kenormalan Baru, Puluhan Operator Tur Siap Buka Kembali Perjalanan Wisata

Puluhan operator tur wisata tengah mempersiapkan perjalanan wisata.

Membongkar Klaim Raden Patah Orang Tionghoa
Indonesiaku
Membongkar Klaim Raden Patah Orang Tionghoa

Dalam buku tersebut, Muljana, doktor bidang sejarah dan filologi Universitas Louvain, Belgia, menera sebagian Wali Songo dan Raden Patah berdarah Tionghoa.

Polusi dan Sampah di Yogyakarta Berkurang Drastis di Masa Pandemi
Travel
Polusi dan Sampah di Yogyakarta Berkurang Drastis di Masa Pandemi

Yogyakarta menjadi bersih selama pandemi COVID-19.

Tempat Nongkrong Seru di Surabaya
Kuliner
Tempat Nongkrong Seru di Surabaya

Surabaya punya tempat nongkrong seru dan asyik.

Google Doodle Kenang Guru Menggambar Tino Sidin
Tradisi
Google Doodle Kenang Guru Menggambar Tino Sidin

Tino Sidin lebih dikenal sebagai guru menggambar.

Tabuh Gamelan Sekaten Ditiadakan karena Pandemi COVID-19
Tradisi
Tabuh Gamelan Sekaten Ditiadakan karena Pandemi COVID-19

Keraton Kasepuhan Cirebon menunda dan meniadakan sejumlah tradisi yang biasanya digelar jelang dan saat Idul Fitri.

Cara Asyik Makan Buah, Rujakin Aja
Kuliner
Cara Asyik Makan Buah, Rujakin Aja

Ya, rujak memang pas dijadikan camilan segar.

Sengit Sukarno-Pemuda Berujung "Penculikan".
Indonesiaku
Sengit Sukarno-Pemuda Berujung "Penculikan".

Mukanya kecut, pucat, dan terbata-bata melaporkan para pemuda telah menculik "keduanya".

Ciptakan Momen Liburan Tak Terlupakan dengan Staycation
Travel
Ciptakan Momen Liburan Tak Terlupakan dengan Staycation

Liburan asik dengan konsep staycation