Home Leaderboard 1
Home Leaderboard 1
Sains

Arkeolog Ungkap Fungsi Stonehenge sebagai Kalender Matahari

Dwi AstariniDwi Astarini - Kamis, 10 Maret 2022
Arkeolog Ungkap Fungsi Stonehenge sebagai Kalender Matahari

Sudah sekian lama Stonehenge diperkirakan untuk seremonial, bukan untuk melacak hari, bulan, dan musim. (Freepik/wirestock)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

PENJAJARAN astronomis dibangun ke dalam desain dan orientasi Stonehenge, monumen megah yang mendominasi dataran rata di barat daya Inggris. Sumbu pusat megalit itu sejajar dengan matahari terbit di pertengahan musim panas dan matahari terbenam di pertengahan musim dingin. Batu-batu itu dengan sempurna membingkai matahari terbit dan terbenam saat hari-hari terpanjang dan terpendek. Sudah sekian lama monumen itu diperkirakan digunakan untuk tujuan seremonial. Bukan sebagai sarana akurat untuk melacak hari, bulan, dan musim.

Namun, sebuah studi baru oleh Timothy Darvill, seorang profesor arkeologi di Universitas Bournemouth di Inggris, telah menyimpulkan bahwa Stonehenge berfungsi sebagai kalender matahari dan mengidentifikasi cara kerjanya.

BACA JUGA:

Arkeolog Ungkap Asal Batu Stonehenge

Penghitungan kalender matahari

stonehenge
Lingkaran dari 30 batu sarsen tegak, yang menopang 30 ambang horizontal, melambangkan hari dalam sebulan. (CNN)


Stonehenge terbuat dari dua jenis batu: batu sarsen yang lebih besar dan monolit bluestone yang lebih kecil dari Wales. Batu jenis kedua dianggap yang pertama didirikan di Stonehenge pada 5.000 tahun yang lalu. Itu berabad-abad sebelum batu sarsen yang lebih besar, yang berasal dari situs yang lebih dekat dari monumen itu, didirikan.

Sebuah lingkaran dari 30 batu sarsen tegak, yang menopang 30 ambang horizontal, melambangkan hari dalam sebulan. Batu khas dalam lingkaran menandai dimulainya tiga minggu 10 hari. Demikian dijelaskan para penelitian.

Dua belas bulan seperti itu akan menjadi 360, tetapi sekelompok trilithon, struktur yang terbentuk dari dua batu vertikal besar yang menopang batu ketiga yang dipasang secara horizontal di bagian atas, disusun dalam bentuk tapal kuda di tengah situs. "Itu mewakili lima hari ekstra yang dibutuhkan untuk menyamai 365 hari tahun matahari," kata Darvill.

Empat batu kecil yang terletak di luar lingkaran dalam bentuk persegi panjang merupakan cara untuk melacak tahun kabisat, dengan satu hari ekstra setiap empat tahun.

"Menemukan kalender matahari yang diwakili dalam arsitektur Stonehenge membuka cara baru untuk melihat monumen sebagai tempat untuk mereka yang masih hidup. Inilah tempat waktu upacara dan festival terhubung dengan tatanan alam semesta dan gerakan selestial di surga," kata Darvill dalam sebuah pernyataan yang diberitakan CNN (4/3).

Namun, para ahli lain tidak yakin dengan argumen Darvill. "Angka-angkanya tidak benar-benar cocok, mengapa dua tegak lurus dari sebuah trilithon sama dengan satu tegak lurus lingkaran sarsen untuk mewakili 1 hari? Dan, ada penggunaan bukti selektif untuk mencoba membuat angka-angka itu cocok: beberapa batu telah ditinggalkan karena mereka ternyata tidak dapat dibuat sesuai," kata Mike Parker Pearson, seorang profesor di Institut Arkeologi Universitas College London dan pemimpin proyek penelitian The Stones of Stonehenge, melalui e-mail kepada CNN.

Artefak ungkap rahasia Stonehenge

Stonehenge
Kalender matahari itu digunakan di Mesir kuno dan budaya lain di Mediterania timur. (Unsplash/Ankit Sood)

Titik awal untuk penjelasan Darvill ialah penelitian baru yang menemukan 30 batu sarsen besar yang semuanya bersumber dari area yang sama dan ditambahkan selama fase konstruksi yang sama. Hal itu menunjukkan mereka merupakan satu kesatuan.

Saat hanya 17 dari 30 batu tegak yang berada di posisi aslinya dan 22 ambangnya hilang, pekerjaan arkeologi di situs tersebut menunjukkan monumen itu tidak selesai. Batu-batu besar itu hilang pada zaman kuno.

Kalender matahari tersebut tidak dikenal saat ini, tapi digunakan di Mesir kuno dan budaya lain di Mediterania timur sekitar waktu yang sama. "Ada kemungkinan para pembangun Stonehenge dipengaruhi oleh orang-orang ini," kata Darvill.

Penemuan kuburan dan artefak baru-baru ini di dekat lingkaran batu telah menunjukkan bahwa Stonehenge bukanlah rumah bagi satu kelompok yang terisolasi, melainkan bagian dari dunia yang sangat berhubungan. Temuan tersebut dipublikasikan di jurnal Antiquity, pekan lalu.(aru)

#Wisata #Sains
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Dwi Astarini

Editor, jurnalis, dan profesional komunikasi bilingual (Indonesia–Inggris) dengan pengalaman lebih dari 15 tahun di industri media, jurnalistik, dan pengembangan konten. Telah bekerja di berbagai media nasional dan proyek editorial, membantu menghasilkan, menyunting, serta mengelola konten yang informatif, akurat, dan relevan bagi publik. Lulusan Sastra Inggris Universitas Udayana yang kini berfokus pada penyuntingan berita dan feature, pengembangan narasi, serta memastikan setiap konten memenuhi standar jurnalistik yang tinggi. Perjalanan karier meliputi hampir satu dekade di Media Indonesia dan terlibat sebagai editor freelance untuk berbagai publikasi, termasuk proyek buku foto jurnalistik bersama Galeri Foto Jurnalistik ANTARA (GFJA).
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Indonesia
Stasiun Yogyakarta Kini Punya Lelana Gallery, Ruang Kreatif untuk UMKM Berbasis Budaya
Stasiun Yogyakarta kini memiliki Lelana Gallery yang menampilkan produk UMKM berbasis budaya dan keberlanjutan. Inisiatif KAI Wisata ini mendukung ekonomi kreatif lokal.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 16 Juli 2026
Stasiun Yogyakarta Kini Punya Lelana Gallery, Ruang Kreatif untuk UMKM Berbasis Budaya
Indonesia
Wong Kito Pemburu Kuliner-Belanja Langsung Gas, Dibuka Rute Baru Pelembang-Bandung!
Bandara Husein Sastranegara Bandung buka rute baru ke Bandar Lampung dan Palembang mulai Agustus 2026. Wings Air melayani penerbangan langsung dengan pesawat ATR 72 berkapasitas 72 kursi.
Wisnu Cipto - Selasa, 14 Juli 2026
Wong Kito Pemburu Kuliner-Belanja Langsung Gas, Dibuka Rute Baru Pelembang-Bandung!
Travel
Jalan-Jalan ke Arab Saudi Lebih Mudah dengan Package Visa, Bisa Fokus ke Pengalaman Wisata
Package Visa merupakan inisiatif digital yang mengintegrasikan penerbitan visa wisata secara langsung ke dalam pemesanan paket perjalanan yang telah dikurasi.
Dwi Astarini - Jumat, 10 Juli 2026
Jalan-Jalan ke Arab Saudi Lebih Mudah dengan Package Visa, Bisa Fokus ke Pengalaman Wisata
Travel
Aktivitas Menarik saat Liburan ke Candi Prambanan, Pastikan Nonton Sendratari 'Ramayana'
Beragam aktivitas menarik dapat dinikmati wisatawan dari berbagai kalangan di Candi Prambanan.
Dwi Astarini - Jumat, 10 Juli 2026
Aktivitas Menarik saat Liburan ke Candi Prambanan, Pastikan Nonton Sendratari 'Ramayana'
Travel
Kisah Relief Candi Prambanan, Media Pengajaran Hindu di Masanya
Setiap panel relief menghadirkan cerita yang sarat akan nilai moral, keagamaan, hingga kebudayaan.
Dwi Astarini - Jumat, 10 Juli 2026
Kisah Relief Candi Prambanan, Media Pengajaran Hindu di Masanya
Indonesia
5 Hal Yang Bikin Orang Asing Berwisata di Indonesia
Keberhasilan Desa Wisata Penglipuran yang meraih penghargaan Best Tourism Village dari UN Tourism pada 2023 harus terus dijaga melalui kolaborasi seluruh pemangku kepentingan.
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 09 Juli 2026
5 Hal Yang Bikin Orang Asing Berwisata di Indonesia
Indonesia
Prodi Sains PTN Sepi Peminat, DPR: Alarm Keras bagi Masa Depan Bangsa
Habib Syarief menilai turunnya minat calon mahasiswa terhadap prodi sains di SNPMB 2026 menjadi ancaman bagi riset, inovasi, dan daya saing Indonesia.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 01 Juli 2026
Prodi Sains PTN Sepi Peminat, DPR: Alarm Keras bagi Masa Depan Bangsa
Indonesia
Ingin Wisatawan Berkualitas, Imigrasi Minta Evaluasi Negara Penerima Bebas Visa Kunjungan
Pemberian bebas visa kunjungan tersebut mencakup 8+1 negara antara wilayah Asia Timur dan Selatan seperti Korea Selatan, Jepang, dan India. Kemudian negara di Australia, Selandia Baru
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 22 Juni 2026
Ingin Wisatawan Berkualitas, Imigrasi Minta Evaluasi Negara Penerima Bebas Visa Kunjungan
Lifestyle
Arkeolog Temukan ‘Stonehenge Mini’, Amat Mungkin Prototipenya
Para arkeolog menyebut struktur itu mungkin merupakan prototipe dalam pengembangan Stonehenge.
Dwi Astarini - Jumat, 19 Juni 2026
Arkeolog Temukan ‘Stonehenge Mini’, Amat Mungkin Prototipenya
Indonesia
Spring Airlines Buka Rute Jakarta Shenzhen dan Guangzhou dari Bandara Soetta
Penambahan rute-rute internasional ini mencerminkan tingginya minat maskapai global untuk memperluas jaringan penerbangan menuju Indonesia melalui Bandara Internasional Soekarno-Hatta.
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 17 Juni 2026
Spring Airlines Buka Rute Jakarta Shenzhen dan Guangzhou dari Bandara Soetta
Bagikan