Anies Diminta Tanggapi Santai Cemooh Haters Soal Isu Intoleran Pilkada DKI Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan (tengah depan) saat sidak penerapan PSBB di tempat makan di daerah Jalan Senopati, Jakarta Selatan, Sabtu (8/8/2020). (Humas Satpol PP DKI Jakarta)

MerahPutih.com - DPRD DKI Jakarta meminta Gubernur Anies Baswedan berjiwa besar untuk tidak menggubris bermacam cemoohan dari para "haters" (pembenci) terkait isu intoleran. Hal itu terkait dengan rilisan BPS bahwa Jakarta menjadi provinsi paling demokratis di Indonesia.

Ketua Komisi A DPRD DKI Jakarta Mujiyono mengatakan, hal paling penting bagi Anies yaitu fokus dalam penanganan dan penanggulangan wabah corona yang masih tinggi kasus penularannya.

Baca Juga:

Jakarta Cetak Rekor Provinsi Paling Demokratis Se-Indonesia, Ini Kata Anies

"Menurut saya, Pak Gubernur santai saja lah, sekarang ini yang paling penting fokus penanganan COVID-19, hal-hal yang begitu kan ya namanya politis," ujar Mujiyono di Jakarta, Selasa (11/8).

Politikus Demokrat ini berharap Anies untuk fokus bekerja membenahi ibu kota.

"Jadi, menurut saya Pak Gubernur jangan terlalu ambil pusing dengan pendapat-pendapat yang tidak perlu ditanggapi dan fokus saja (bekerja)" tuturnya.

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. (Foto: MP/Asropih)
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. (Foto: MP/Asropih)

Saat ini di bawah kepemimpinan Anies, lanjut Mujiyono, DKI meraih indeks demokrasi tertinggi di Indonesia dengan meraih 88,29 poin, yang mana penilaian tersebut berasal dari Badan Pusat Statistik (BPS) sebuah badan resmi pemerintah.

"Untuk Jakarta, dalam indeks demokrasi itu mengandung komponen dan harmonisasi, nilainya kan bagus kan, dan itu yang nilai kan BPS, bukan swadaya masyarakat bukan organisasi apa, tapi sebuah badan resmi pemerintah," tutup Mujiyono.

Baca Juga:

Krisis Demokrasi Melanda Universitas Nasional

Seperti diketahui, Gubernur Anies Baswedan menanggapi tudingan para haters yang menyudutkannya dengan isu-isu intoleran pada Pilakada DKI 2017 lalu.

Hal itu dikatkan Anies saat menjadi narasumber peluncuran buku Memoar Pilkada DKI Jakarta 2017 Mardani Ali Sera secara virtual, Senin malam (11/8).

"Saya tidak jawab framing itu dengan lisan. Karena nanti akan menjadi 'kata saya lawan kata dia'. Tapi saya jawab dan benturkan dengan kenyataan," ucap Anies. (Asp)

Baca Juga:

Peringati Kudatuli, PDIP: Demokrasi Arus Bawah Redamkan Rezim Otoriter-Tirani

Kredit : asropihs


Zulfikar Sy

LAINNYA DARI MERAH PUTIH