Anggota TNI Gugur Diserang KKB, DPR Nilai Pemerintah Tak Miliki Strategi Matang Kontak senjata antara TNI dan KSB di Kabupaten Puncak menelan korban warga sipil (Foto: antara)

Merahputih.com - Anggota Komisi I DPR, Sukamta mempertanyakan strategi pemerintah untuk menyelesaikan masalah Papua yang kompleks dan semakin banyak memakan korban dari TNI dan rakyat sipil.

Sejak Januari sudah 4 anggota TNI dari Batalyon Infanteri (Yonif) Raider 400/Banteng Raiders (BR) gugur. Jika kemudian terus berguguran boleh jadi strategi yang digunakan pemerintah saat ini tidak tepat.

Baca Juga:

Soal KKB di Papua, Eks Dan Korps Marinir: Hancurkan, Lumat Habis Baru Laporkan

"Kehilangan 1 nyawa anak bangsa itu sangat mahal harganya. Pemerintah semestinya segera melakukan evaluasi dalam penyelesaian masalah di Papua sehingga tidak ada lagi korban jiwa,” papar Sukamta dalam keteranganya kepada wartawan, Kamis (18/2).

Hal itu dikatakan terkait gugurnya seorang prajurit TNI, Prada Ginanjar Arianda saat terjadi kontak senjata antara TNI-Polri dengan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) Senin (15/1) di Distrik Sugaja, Kabupaten Intan Jaya, Papua.

Wakil Ketua Fraksi PKS ini juga menyoroti lemahnya sikap pemerintah dalam penanganan kelompok KKB yang menyebabkan situasi instabilitas keamanan berlarut-larut di Papua.

Jenazah Prada Ginanjar, anggota Yonif 400/BR saat dievakuasi ke Timika, Senin (15/2) . (ANTARA)

Ia menyebut, gangguan keamanan di Papua ini masalah lama, berlarut-larut hingga puluhan tahun. Sementara dulu ada persoalan gangguan keamanan di Aceh bisa terselesaikan dengan baik, juga ancaman beberapa kelompok teroris seperti kelompok Santoso di Poso bisa ditangani dengan operasi terpadu yang libatkan kekuatan pasukan khusus TNI dan Polri.

"Jadi rasanya aneh kalau pemerintah saat ini seakan tidak ada konsep untuk hadapi KKB secara tuntas,” terang Sukamta.

Anggota DPR asal Yogyakarta ini juga meminta pemerintah mengatasi akar masalah di Papua yang intinya adalah ketidakadilan, perasaan terdiskriminasi dan ketertinggalan.

Sehebat apapun pendekatan keamanan, kalau pemerintah tidak bisa hadirkan keadilan dan kesejahteraan sosial bagi masyaraat Papua, pasti akan jadi potensi gejolak.

Baca Juga

Buntut Kontak Tembak Aparat-KKB di Sugapa, Prajurit Banteng Raider Meninggal Dunia

Ia menilai, selama ini sumber daya alam Papua disedot perusahan-perusahaan besar. Tapi masyarakat masih hidup miskin dan terbelakang.

"Tugas pemerintah melindungi rakyat, bukan malah lindungi korporat. Ini yang semestinya segera diatasi pemerintah.” tutup Sukamta. (Knu)

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Amien Rais Enggak Sekuat Saat Era Reformasi, Partai Barunya Diragukan Bisa Lolos PT
Indonesia
Amien Rais Enggak Sekuat Saat Era Reformasi, Partai Barunya Diragukan Bisa Lolos PT

Partai baru sempalan dari PAN yang akan didirikan tidak cukup mengandalkan figur Amien Rais

H&M Kirim Puluhan Ribu Masker Bedah ke Jabar
Indonesia
H&M Kirim Puluhan Ribu Masker Bedah ke Jabar

Bantuan masker bedah dan APD diterima pekan lalu dan sudah didistribusikan ke sejumlah rumah sakit rujukan.

Kecam Pernyataan Macron, Jokowi Singgung soal Tolerasi Beragama
Indonesia
Kecam Pernyataan Macron, Jokowi Singgung soal Tolerasi Beragama

Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengajak dunia mengedepankan persatuan dan toleransi beragama untuk membangun tatanan yang lebih baik.

COVID-19 Meningkat, Aceh Minta RS Lapangan
Indonesia
COVID-19 Meningkat, Aceh Minta RS Lapangan

Paling tidak, Aceh membutuhkan rumah sakit lapangan, dengan memiliki 200 lebih tempat tidur.

Kasus Suap Djoko Tjandra, Brigjen Prasetijo Dituntut 2,5 Tahun Penjara
Indonesia
Kasus Suap Djoko Tjandra, Brigjen Prasetijo Dituntut 2,5 Tahun Penjara

JPU menuntut hukuman 2 tahun 6 bulan pidana penjara dan denda Rp 100 juta subsider 6 bulan kurungan terhadap Brigjen Prasetijo Utomo.

Gibran Tegaskan Tidak Ikut Campur Urusan Bansos COVID-19
Indonesia
Gibran Tegaskan Tidak Ikut Campur Urusan Bansos COVID-19

Gibran Rakabuming Raka diduga tersangkut korupsi bantuan sosial (Bansos) yang melibatkan Menteri Sosial (Mensos), Juliari Peter Batubara.

Pengungkapan Aborsi Ribuan Janin Bermula dari Kasus Pembunuhan WN Taiwan
Indonesia
Pengungkapan Aborsi Ribuan Janin Bermula dari Kasus Pembunuhan WN Taiwan

Ternyata kasus terungkap berkat pengakuan pelaku utama pembunuhan bos roti asal Taiwan, Hsu Ming Hu, yaitu sekretaris pribadinya, SS.

 Ratusan Daerah Dinilai Siap Jalankan New Normal, Ini Alasannya
Indonesia
Ratusan Daerah Dinilai Siap Jalankan New Normal, Ini Alasannya

Kami merekomendasikan ada 158 wilayah yang siap melakukan new normal dengan tetap melaksanakan protokol kesehatan yang ketat

Sriwjaya Air Siap 'Terbang Domestik' Lagi 13 Mei 2020
Indonesia
Sriwjaya Air Siap 'Terbang Domestik' Lagi 13 Mei 2020

Calon pelanggan harus bisa menunjukkan kelengkapan dokumen fisik saat melakukan check-in

Layanan Test Antigen Tersedia di Stasiun Semarang Poncol
Indonesia
Layanan Test Antigen Tersedia di Stasiun Semarang Poncol

"Layanan tes cepat antigen tersebut mulai dibuka Sabtu (26/12)," kata Manajer Humas PT KAI Daop 4 Semarang Krisbiyantoro