Ancaman Tsunami Kian Nyata, Kepala BMKG Berharap Negara Lain Tak Pelit Ilmu

Frengky AruanFrengky Aruan - Rabu, 28 Februari 2024
Ancaman Tsunami Kian Nyata, Kepala BMKG Berharap Negara Lain Tak Pelit Ilmu

Kepala BMKG Dwikorita Karnawati. (Dok. BMKG)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Ancaman bencana Tsunami bisa terjadi kapan saja. Sebagai negara kepulauan, Indonesia pun mesti mewaspadainya.

Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Dwikorita Karnawati mengimbau negara-negara di dunia untuk tidak "pelit ilmu" dalam upaya membangun sistem peringatan dini tsunami.

Menurutnya, pembagian ilmu mengatasi dampak bencana menjadi kunci menguatkan sistem peringatan dini tsunami, khususnya tsunami berbasis non seismik. Apalagi, kejadian tsunami non seismik marak terjadi.

“Maka dari itu, sharing pengetahuan perlu dilakukan lebih mendalam antara seluruh working group dari setiap kawasan sehingga pembangunan sistem peringatan dini tsunami berbasis non seismik dapat lebih diperkuat," ungkap Dwikorita saat pertemuan Seventeenth Meeting of the Working Group on Tsunamis and Other Hazards related to Sea Level Warning and Mitigation Systems (TOWS-WG) di Tohoku University, Sendai, Jepang dikutip Rabu (28/2).

Baca Juga:

BMKG Prediksi Hujan Ringan hingga Sedang di Sebagian Besar Wilayah Ibu Kota Provinsi

Sebagai informasi, dalam acara tersebut, Dwikorita hadir dalam kapasitasnya sebagai Ketua Intergovernmental Coordination Group for the Indian Ocean Tsunami Warning and Mitigation System (ICG/IOTWS).

BMKG bertanggung jawab menyampaikan pemberitahuan peringatan dini ancaman tsunami kepada 25 negara anggota yang berada di kawasan Samudra Hindia. Dwikorita mengatakan sistem peringatan dini tsunami yang ada umumnya hanya ditujukan untuk tsunami megathrust yang sebelumnya didahului oleh gempa bumi besar.

“Sistem peringatan dini tsunami pada komponen hulu mesti jauh lebih kuat dibandingkan di hilir, sehingga perlu untuk dilakukan upaya penguatan infrastruktur peringatan dini tsunami berbasis komunitas,” jelas dia.

Indonesia pernah merasakan dua kali tsunami yang justru bukan disebabkan gempa bumi, yaitu tsunami Palu yang terjadi pada bulan September 2018 disebabkan oleh longsor laut yang dipicu oleh gempabumi. Dan, tsunami Selat Sunda yang terjadi pada bulan Desember 2018 yang dipicu aktivitas gunung berapi yang mengakibatkan longsor laut dan akhirnya membangkitkan tsunami.

"Maka dari itu, ketidakmampuan sistem peringatan dini tsunami dalam memberikan informasi yang cepat terhadap tsunami yang dipicu aktivitas non-seismik harus menjadi perhatian utama negara-negara di dunia," tuturnya.

Baca Juga:

[HOAKS atau FAKTA] : Kubu Prabowo Marah karena Puan Setujui Hak Angket

Sementara itu, dalam pertemuan tersebut, Dwikorita juga menyampaikan laporan progres penguatan sistem peringatan dini dan mitigasi tsunami di Samudra Hindia diantaranya adalah telah terbangunnya Multi-Hazard Platform. Termasuk diakuinya 12 komunitas di Samudera Hindia sebagai UNESCO-IOC Tsunami Ready Community, serta terbangunnya Sistem Peringatan Dini untuk infrastruktur kritikal di Yogyakarta Internasional Airport dan Ngurah Rai Airport.

Disampaikan juga keberhasilan Indonesia dalam mengusulkan International Standards untuk Community-based Tsunami Early Warning System (ISO Nomor 22328-3). ISO tersebut menjadi sarana untuk mendorong keterlibatan pihak swasta untuk menerapkan sistem peringatan dini tsunami di wilayah bisnisnya.

Kesempatan tersebut juga dimanfaatkan Dwikorita untuk mempromosikan 2nd UNESCO-IOC International Tsunami Symposium yang akan diselenggarakan di Banda Aceh pada Bulan November mendatang, dalam rangka memperingati 2 decades Indian Ocean Tsunami 2004. (Knu)

Baca Juga:

Kembali Erupsi, Gunung Semeru Muntahkan Abu Vulkanik Setinggi 900 Meter

#Tsunami #BMKG
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
Waspada! BMKG Ungkap Potensi Hujan Lebat dan Petir di Sejumlah Kota Besar Rabu (14/1)
BMKG mengeluarkan peringatan dini cuaca ekstrem Rabu (14/1). Hujan lebat, petir, dan angin kencang berpotensi terjadi di banyak kota besar Indonesia.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 14 Januari 2026
Waspada! BMKG Ungkap Potensi Hujan Lebat dan Petir di Sejumlah Kota Besar Rabu (14/1)
Indonesia
Prakiraan Cuaca BMKG: Sebagian Kota Besar di Indonesia Diguyur Hujan Lebat Disertai Petir dan Angin Kencang Rabu, 14 Januari 2026
Kota-kota yang akan diguyur hujan sedang hingga lebat dengan disertai petir dan angin kencang yakni Pangkal Pinang, Bandar Lampung, Yogyakarta, Tanjung Selor, Kupang, Ternate, Jayapura, Jayawijaya, dan Merauke.
Frengky Aruan - Rabu, 14 Januari 2026
Prakiraan Cuaca BMKG: Sebagian Kota Besar di Indonesia Diguyur Hujan Lebat Disertai Petir dan Angin Kencang Rabu, 14 Januari 2026
Indonesia
BMKG Sebut Hujan Deras masih Mengintai Jakarta Sepekan Mendatang
Hujan dengan intensitas tinggi beberapa hari belakangan ini dipengaruhi penguatan Monsun Asia yang meningkatkan suplai massa udara basah.
Dwi Astarini - Selasa, 13 Januari 2026
BMKG Sebut Hujan Deras masih Mengintai Jakarta Sepekan Mendatang
Indonesia
BMKG Peringatkan Hujan Lebat Masih Guyur Jakarta, Waspada Cuaca Ekstrem
BMKG menyebutkan, hujan lebat masih mengguyur Jakarta hingga beberapa hari ke depan. Warga pun diminta waspada.
Soffi Amira - Selasa, 13 Januari 2026
BMKG Peringatkan Hujan Lebat Masih Guyur Jakarta, Waspada Cuaca Ekstrem
Indonesia
BMKG Minta 5 Provinsi Siaga Hujan Lebat, 4 Daerah Masuk Pulau Jawa
BMKG memperingatkan lima provinsi masuk dalam status siaga hujan lebat hingga sangat lebat pada periode 12–15 Januari 2026.
Wisnu Cipto - Selasa, 13 Januari 2026
BMKG Minta 5 Provinsi Siaga Hujan Lebat, 4 Daerah Masuk Pulau Jawa
Indonesia
Cuaca Ekstrem Berpotensi Terjadi di Makassar hingga Februari 2026, Waspada Bencana Hidrometeorologi
Berdasarkan analisis BMKG, wilayah Kota Makassar dan sekitarnya akan mengalami peningkatan curah hujan yang cukup signifikan.
Frengky Aruan - Selasa, 13 Januari 2026
Cuaca Ekstrem Berpotensi Terjadi di Makassar hingga Februari 2026, Waspada Bencana Hidrometeorologi
Indonesia
Prakiraan Cuaca BMKG: Sebagian Besar Kota Besar di Indonesia Diguyur Hujan pada Selasa, 13 Januari 2026
Kupang, Merauke diprakirakan hujan lebat disertai kilat.
Frengky Aruan - Selasa, 13 Januari 2026
Prakiraan Cuaca BMKG: Sebagian Besar Kota Besar di Indonesia Diguyur Hujan pada Selasa, 13 Januari 2026
Indonesia
Prakiraan Cuaca 13 Januari: Jakarta Masih akan Diguyur Hujan Sepanjang Hari
Sementara itu, wilayah Barat, Selatan, dan Kepulauan Seribu mulai tertutup awan tebal
Angga Yudha Pratama - Selasa, 13 Januari 2026
Prakiraan Cuaca 13 Januari: Jakarta Masih akan Diguyur Hujan Sepanjang Hari
Indonesia
BMKG Peringatkan Potensi Cuaca Ekstrem di Jakarta hingga 13 Januari 2026, Warga Diminta Waspada
BMKG memperingatkan adanya potensi cuaca ekstrem di Jakarta hingga 13 Januari 2026. Masyarakat pun diminta waspada.
Soffi Amira - Senin, 12 Januari 2026
BMKG Peringatkan Potensi Cuaca Ekstrem di Jakarta hingga 13 Januari 2026, Warga Diminta Waspada
Indonesia
6 Kecamatan di Kabupaten Tangerang Dilanda Banjir, Ada 18 Titik
Atas banjir yang telah melanda wilayahnya tersebut setidaknya ada sekitar 1.000 lebih jiwa dengan 1.014 lebih kepal keluarga (KK).
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 12 Januari 2026
6 Kecamatan di Kabupaten Tangerang Dilanda Banjir, Ada 18 Titik
Bagikan