Ade Armando Pertanyakan Rujukan UAS Sebut Ada Setan dan Jin Kafir di Salib Akademisi UI Ade Armando. (MP/Fadhli)

Merahputih.com - Pengamat komunikasi politik Ade Armando menyesalkan pernyataan Ustaz Abdul Somad yang menyinggung soal simbol Salib.

Ade menilai, rujukan Abdul Somad jelas mengarang kalau mengatakan bahwa menurut ajaran Islam, dalam salib ada ‘setan dan jin kafir’.

Baca Juga: UAS Singgung Salib, Pemuda Kristen: Ajaran Yesus Meminta Kami Memaafkan

"Rujukan apa yang ia gunakan untuk menyatakan dalam salib Kristen ada ‘setan dan jin kafir’?," kata Ade dalam keterangannya, Senin (19/8).

UAS menyatakan bahwa ceramah itu disampaikannya beberapa tahun lalu. Tapi ia sama sekali tidak menyatakan bahwa pandangannya tersebut keliru.

Dia justru mengatakan bahwa pandangan itu perlu disampaikan agar hadirin (umat Islam) dapat memahami ajaran Tauhid dan syariat Islam.

"Jadi dia memang sengaja menyebarkan pandangan yang kurang baik," sesal Ade yang juga pengajar dari Universitas Indonesia ini.

Akademisi UI Ade Armando. (Facebook/Suci Mayang via Ade Armando)

Ade beranggapan, pandangan ini kurang baik bagi kehidupan bangsa. "Dia seenaknya berbohong, menghina, memfitnah agama lain; dan merasa berhak melakukan itu semua karena dia menganggap dirinya ulama," ungkap Ade.

Salah satu hal yang paling mengherankan bagi Ade adalah jawaban para pembela UAS bahwa dalam Islam memang ada ajaran yang menyatakan bahwa patung adalah tempat bersemayam setan dan jin kafir

"Siapapun yang belajar Al Quran akan tahu bahwa tidak ada ayat Al Quran yang mengatakan bahwa dalam patung ada jin kafir," terang Ade.

Baca Juga: Ustaz Somad Diduga Nistakan Agama, Romo Benny: Saatnya Menerapkan Ajaran Kristus

Ade menganggap, hal inilah bukti tentang betapa berbahayanya gerakan kaum konservatif Islamis di dunia.

"Mereka dengan seenaknya mengharamkan ini dan itu, karena kepercayaan sempit mereka terhadap ucapan para guru yang memang sempit cara berpikirnya," sebut Ade. (Knu)

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
[HOAKS atau FAKTA] : Jengkol & Pete Sebabkan Stroke, Obatnya Tusuk Jari Sampai Berdarah
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA] : Jengkol & Pete Sebabkan Stroke, Obatnya Tusuk Jari Sampai Berdarah

Informasi hoaks kategori misleading content atau konten menyesatkan.

237 Sekolah di Bandung akan Uji Coba Pembelajaran Tatap Muka
Indonesia
237 Sekolah di Bandung akan Uji Coba Pembelajaran Tatap Muka

Sekolah PTM sendiri direncanakan akan diuji coba selama dua pekan, 7-18 Juni 2021.

[HOAKS atau FAKTA]: Jejak Digital, Ketua Komnas HAM Bertemu Tommy Soeharto
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: Jejak Digital, Ketua Komnas HAM Bertemu Tommy Soeharto

Komnas HAM RI menghimbau agar masyarakat untuk tidak terpengaruh dan atau ikut menyebarluaskan berita bohong dan menyesatkan tersebut.

Masyarakat Stres karena COVID-19, Penyalahgunaan Narkoba Meningkat
Indonesia
Masyarakat Stres karena COVID-19, Penyalahgunaan Narkoba Meningkat

Dia mengakui di tengah pandemi COVID-19 tingkat stres masyarakat terbilang tinggi. Hal ini menjadi salah satu alasan mengapa penyalahgunaan narkoba meningkat. Kondisi seperti ini dimanfaatkan oleh pebisnis atau bandar narkoba.

PT KAI Buka Pemesanan Tiket Untuk Libur Natal dan Tahun Baru
Indonesia
PT KAI Buka Pemesanan Tiket Untuk Libur Natal dan Tahun Baru

KAI berkomitmen menjual tiket KA Jarak Jauh dan Lokal hanya 70 persen dari kapasitas tempat duduk.

Hadiri Gladi Bersih Pelantikan Wali Kota Solo, Gibran: Besok Langsung 'Gaspol'
Indonesia
Hadiri Gladi Bersih Pelantikan Wali Kota Solo, Gibran: Besok Langsung 'Gaspol'

Usai dilantik langsung bekerja di lapangan tanpa harus berkantor di Balai Kota terlebih dulu

KPK Maksimalkan Pasal Pencucian Uang pada Korporasi
Indonesia
KPK Maksimalkan Pasal Pencucian Uang pada Korporasi

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memastikan bakal memaksimalkan pemulihan kerugian keuangan negara akibat tindak pidana korupsi

Saksi Beberkan Skema Penyerahan Uang dari Djoko Tjandra ke Tommy Sumardi
Indonesia
Saksi Beberkan Skema Penyerahan Uang dari Djoko Tjandra ke Tommy Sumardi

Dua pegawai Joko Soegiarto Tjandra alias Djoko Tjandra di Mulia Group, Nurmawan Fransisca dan Nurdin membenarkan ada penyerahan uang atas perintah bosnya.

Menaker Tegaskan Penyaluran Subsidi Gaji Lebih dari 98 Persen
Indonesia
Menaker Tegaskan Penyaluran Subsidi Gaji Lebih dari 98 Persen

Sementara, pekerja/buruh yang belum menerima BSU bisa dikarenakan kesalahan atau ketidakvalidan data, seperti nomor rekening dan NIK sekitar 150 ribu orang

Jaksa KPK Tolak Permohonan JC Eks Komisioner KPU Wahyu Setiawan
Indonesia
Jaksa KPK Tolak Permohonan JC Eks Komisioner KPU Wahyu Setiawan

"Jaksa penuntut umum menganggap terdakwa tidak layak ditetapkan menjadi Justice Collaborator," kata jaksa KPK, Takdir Suhan