5 Stereotip 'Nakal' Tentang Tato yang Kini Sudah Tidak Relevan Steretip untuk orang yang memiliki tattoo. (Foto: pixabay/free-photos)

DIANGGAP sebagai seni, cara mengekspresikan diri, ataupun simbol yang menandakan keanggotaan suatu kelompok, tato memiliki banyak makna menurut individu masing-masing. Tidak hanya di Indonesia, tato masih terkait dengan stigma negatif di budaya barat meskipun masyarakatnya dikenal memiliki pola pikir yang lebih terbuka dan liberal.

Telah dikenal sejak ribuan tahun, bukti tertua kegiatan tato pertama kali ditemukan di zaman Neolitikum. Dilansir dari laman historyoftattoos, tato memiliki makna berbeda-beda dari setiap tradisi.

Baca juga:

Pertimbangkan Sebelum Membuat Tato, Ada Dampak Negatif pada Kesehatan

Kebudayaan Cina kuno menggunakan tato pada wajah sebagai simbol tahanan sampai abad ke-18 dan 19, masyarakat Filipina menggunakan tato sebagai tanda dari suatu pencapaian, dan kebudayaan Mesir menjadikan tato sebagai tanda kelas sosial masyarakat, pengabdian terhadap agama, serta bentuk hukuman yang kebanyakan dimiliki oleh kaum perempuan.

Menilai orang lain hanya dari penampilan luarnya saja memang secara tidak langsung merendahkan martabat manusia itu sendiri, karena mereka menolak untuk melihat aspek apapun selain apa yang kasat mata.

Meskipun begitu, tidak menutup kemungkinan bahwa masih banyak orang yang suka menilai seseorang berdasarkan penampilan mereka. Sering dikonotasikan negatif, berikut merupakan stereotip masyarakat terkait orang yang memiliki tato. Tidak menutup kemungkinan orang yang memiliki tato di tubuhnya lebih sukses dari yang tidak.

1. Pemuda rebel

5 Stereotip 'Nakal' Tentang Tato yang Kini Sudah Tidak Relevan
Apakah kamu pernah mendapat stereotip nakal karena memiliki tato? (Foto: Hand Tattoo)

Semakin besarnya pengaruh globalisasi, tato semakin popular di kalangan anak muda di budaya Timur. Jika kamu ke areal kampus atau pusat perbelanjaan, kamu tidak akan kesulitan menemukan orang yang memiliki banyak tato disekujur tubuhnya.

Biasanya orang yang memiliki tato sering dianggap sebagai berandalan yang menyukai dunia malam dan remaja nakal yang suka berbuat hal-hal negatif. Apakah kamu setuju dengan stereotip ini?

2. Sulit mendapatkan pekerjaan di perusahaan

5 Stereotip 'Nakal' Tentang Tato yang Kini Sudah Tidak Relevan
Orang bertato suka dianggap tidak profesional. (Foto: vk.con)

Kebanyakan orang berpikir jika kamu memiliki banyak tato disekujur tubuhmu, kemungkinan besar kamu akan kesulitan mencari pekerjaan. Kamu juga bisa dianggap tidak profesional dan tidak presentable untuk berhubungan dengan klien.

3. Impulsif dalam mengambil keputusan

5 Stereotip 'Nakal' Tentang Tato yang Kini Sudah Tidak Relevan
Dianggap tidak pikir panjang dalam mengambil keputusan. (Foto: Vogue)

Jika kamu bertato, akan ada saja orang yang beranggapan bahwa kamu adalah orang yang mudah mengambil keputusan. Orang juga menilai kamu tak berpikir panjang dan tanpa menimbang konsekuensi dari keputusan yang kamu ambil. Selain itu, kemungkinan juga mereka akan menganggap kamu sebagai orang yang suka mengambil risiko dan nekat.

Baca juga:

Hal yang membedakan Tato Permanen dan Semi Permanen

Padahal, tidak jarang orang memikirkan secara teliti mulai dari lokasi, ukuran, serta berapa jumlah jarum yang akan digunakan guna untuk mendapatkan hasil tato yang bagus.

Karena hasil yang permanen, kamu tidak akan pernah tahu berapa kali seseorang telah berpikir dalam benaknya mengenai hal tabu yang akan mendapatkan banyak pro dan kontra dari orang-orang disekitarmu. Pada dasarnya tingkat pertimbangan seseorang dalam mengambil keputusan tidak bisa kamu pastikan dari tampilan luar saja.

4. Memiliki gaya hidup yang berbeda

5 Stereotip 'Nakal' Tentang Tato yang Kini Sudah Tidak Relevan
Gaya hidup dan pola pikir berbeda. (Foto: IMDb)

Jika tatoan, kamu akan dianggap sebagai seorang penjahat kriminal yang sering keluar masuk penjara. Padahal tidak semua orang tanpa tato adalah orang baik-baik dan tidak semua orang tatoan adalah orang jahat.

5. Tidak memiliki edukasi yang memadai

5 Stereotip 'Nakal' Tentang Tato yang Kini Sudah Tidak Relevan
Apakah kamu memiliki tato? (Foto: Rebel Circus)

Jika sekujur tubuhmu dipenuhi tato, ada seterotip yang mengatakan bahwa kamu merupakan anak sekolah atau mahasiswa drop-out yang kehidupannya telah rusak dan masa depannya suram. Padahal, sangat tidak ada kaitannya antara penampilan fisik dengan tingkat intelektual seseorang.

Baca juga:

Uniknya Tato Suku Dayak, Kolaborasi Teknik, Simbol dan Pemaknaan

Penduduk dunia yang saat ini semakin melek teknologi. Sayangnya percuma jika para warga dunia masih memiliki pemikiran yang negatif dan kurang terbuka.

Pola pikir, persepsi, gaya hidup, serta aspirasi orang-orang pasti berbeda-beda terkait banyak aspek. Akan jadi lebih damai jika perbedaan tersebut disambut secara positif dengan tidak memberikan berbagai stereotip negatif yang bisa memecahbelah sesama. (shn)



Ananda Dimas Prasetya

LAINNYA DARI MERAH PUTIH