5 Makanan Pokok Lokal Pengganti Nasi yang Tak Kalah Bergizi Selain nasi, ada beberapa makanan pokok lainnya yang juga bisa dikonsumsi. (Foto: Pixabay/Alicja)

MAKANAN pokok merupakan sumber energi utama yang dikonsumsi manusia untuk memenuhi kebutuhan pangan harian. Disebut sebagai makanan pokok karena memiliki kandungan gizi dan nutrisi yang membuat manusia bertahan hidup. Salah satunya adalah nasi yang menjadi makanan pokok bagi masyarakat Indonesia. Bahkan sebagian orang merasa jika belum makan nasi, berarti belum makan.

Untuk mereka yang sedang menjalani diet, mereka akan menghindari nasi dan mencari makanan pokok lain sebagai alternatif. Sebab, nasi membuat tubuh menumpuk akan gula dan lemak. Dilansir dari berbagai sumber, berikut lima bahan makanan pokok yang bisa kamu pilih untuk menggantikan nasi.

Baca juga:

5 Negara Penghasil Beras Terbesar Dunia, Indonesia ke Berapa Ya?

1. Jagung

5 Makanan Pokok Lokal Pengganti Nasi yang Tak Kalah Bergizi
Jagung menjadi alternatif makanan pokok karena mengandung banyak nutrisi. (Foto: Pixabay/keem1201)


Jagung merupakan makanan pokok yang populer di Indonesia setelah nasi. Jagung memiliki kandungan seperti karbohidrat, protein, zat besi, fosfor, dan kalsium yang cukup yang bahkan bisa menurunkan kadar kolestrol.

Makanan ini paling sering dikonsumsi oleh penduduk di Madura, Nusa Tenggara Timur, Sulawesi, dan Jawa Tengah. Biasanya, jagung diolah menjadi nasi jagung atau atau kue.

Selain dijadikan sebagai makanan pokok, jagung ternyata sering dimanfaatkan untuk membuat alkohol murni atau yang sering disebut dengan ethanol. Tak hanya Indonesia, negara seperti Afrika, Amerika, dan Eropa menjadikan jagung sebagai makanan pokok.

2. Sagu

5 Makanan Pokok Lokal Pengganti Nasi yang Tak Kalah Bergizi
Sagu sangat cocok dikonsumsi bagi penderita diabetes. (Foto: ramnesia)

Mungkin ketika mendengar kata sagu yang terlintas dalam pikiran adalah papeda. Ya, papeda merupakan makanan dari hasil olahan sagu sekaligus menjadi makanan pokok masyarakat Maluku dan Papua.

Sagu berasal dari batang pohon sagu yang diambil sari patinya. Bagi kamu yang sedang menderita diabetes, sagu sangat cocok untuk dikonsumsi. Hal ini dikarenakan sagu memiliki indeks glikemik rendah. Tak hanya papeda, bahan olahan makanan dari sagu bisa dikreasikan seperti membuat kue melalui tepung sagu.

3. Singkong

5 Makanan Pokok Lokal Pengganti Nasi yang Tak Kalah Bergizi
Ada banyak makanan yang bisa dibuat dari bahan olahan singkong. (Foto: Pixabay/Brett_Hondow)

Singkong merupakan salah satu makanan pokok yang sering dikonsumsi di Indonesia. Umbi-umbian ini memiliki kadar karbohidrat yang tak kalah tinggi dengan beras.

Banyak olahan makanan yang bisa dibuat dari singkong, seperti singkong rebus, singkong goreng, singkong bakar, hingga nasi singkong.

Kabar baik buat kamu yang lagi diet, singkong menjadi makanan yang cocok untuk dikonsumsi karena tidak memiliki kandungan lemak dan kolesterol.

Baca juga:

Nutrisi Mengagumkan dalam Sebonggol Jagung

4. Ubi jalar

5 Makanan Pokok Lokal Pengganti Nasi yang Tak Kalah Bergizi
Ubi jalar cocok menjadi pengganti nasi karena memiliki kandungan gula yang rendah. (Foto: Pixabay/auntmasako)

Ubi jalar bisa menjadi alternatif makanan pokok pegganti nasi karena cenderung rendah gula. Di Indonesia ubi jalar banyak dikonsumsi oleh masyarakat timur seperti Papua dan Maluku.

Untuk daerah Papua, ubi jalar biasanya dikonsumsi oleh mereka yang tinggal di daerah pegunungan. Nantinya, ubi jalar akan diolah dengan cara 'bakar batu' yang khas.

Terdapat banyak kandungan pada ubi jalar seperti karbohidrat yang kandungannya lebih tinggi dari singkong, vitamin A, magnesium, dan mangan yang meningkatkan kesehatan jantung serta tulang.

5. Kentang

5 Makanan Pokok Lokal Pengganti Nasi yang Tak Kalah Bergizi
Kentang menjadi salah satu makanan kesukaan banyak orang. (Foto: Pixabay/RitaE)

Makanan pengganti nasi yang menjadi salah satu favorit kebanyakan orang adalah kentang. Selain rasanya yang enak, kandungan vitamin dan nutrisi pada kentang lebih banyak daripada beras.

Pada awalnya, kentang ditanam di pegunungan Andes lalu kemudian diperkenalkan oleh bangsa Spanyol di sejumlah negara di Eropa pada abad ke -16.

Sejak saat itu, makanan bertekstur tepung mulai ditinggalkan masyarakat Eropa. Agar tetap bergizi, kentang sebaiknya dipadukan dengan bumbu yang rendah kalori dan sehat seperti bawang putih atau minyak zaitun. (And)

Baca juga:

Manfaat Quinoa, Si Pengganti Nasi yang Tak Kalah Sehat



Ananda Dimas Prasetya

LAINNYA DARI MERAH PUTIH