hiburan-gaya-hidup-singlepost-banner-1
4 Hal Ini Wajib Dilakukan Sebelum dan Ketika Merayakan Imlek! Lakukan ini sebelum dan ketika Sincia (Foto: Mira Moon)
hiburan-gaya-hidup-singlepost-banner-2
hiburan-gaya-hidup-mobile-singlepost-banner-7

HARI Raya Imlek merupakan perayaan paling penting bagi orang Tionghoa. Tahun baru Imlek secara tradisional membawa doa untuk kesehatan, rezeki, serta kebahagiaan melimpah bagi semua orang.

Saat Imlek, ternyata ada beberapa aturan tidak tertulis harus diikuti ketika menyambut Tahun Baru bagi orang Tionghoa tersebut. Berikut merupakan hal harus kamu lakukan sebelum atau ketika Tahun Baru Imlek berlangsung.

Baca juga:

Ribuan Lampion Hiasi Festival Imlek Solo 2020

1. Sepatu dan baju baru

Imlek identik juga dengan pakaian baru (Foto: chinesenewyear.imgix.net)

Mirip dengan perayaan Hari Lebaran, merayakan Hari Raya Imlek juga identik dengan pakaian dan sepatu baru. Sebisa mungkin harus ada unsur warna merah dalam setiap barang baru yang dibelanjakan sebelum Hari Raya Imlek. Pakaian dan sepatu baru ini akan dikenakan di hari Imlek untuk berkumpul bersama keluarga dan teman-teman terdekat. Warna merah itu merupakan semacam doa perlambang kesuburan dan berlimpah rezeki.

2. Potong rambut

Potong rambut biar hoki (Foto: Pexels/HairStyleHub)

Menjelang Hari Raya Imlek, mereka yang merayakannya harus memotong rambut yang konon bisa membawa hoki atau keberuntungan. Namun, harus diingat untuk tidak memotong rambut sampai satu bulan setelah Hari Raya Imlek karena dianggap memotong kesejahteraan.

Baca juga:

Koleksi Edisi Spesial Gucci x Mickey Mouse untuk Imlek

3. Hindari angka empat

Empat berarti nasib buruk (Foto: Chinese Words Database)

Ketika berbagi angpao, orang Tionghoa harus menghindari nominal berasosiasi dengan angka empat. Meskipun jumlahnya besar, angka empat bermakna mendoakan agar sang penerima mendapatkan nasib buruk.

4. Main petasan

Suara kembang api untuk mengusir arwah jahat (Foto: Pexels/rovenimages.com)

Semakin nyaring bunyinya semakin baik, itu motto orang Tionghoa dalam bermain kembang api ketika perayaan Hari Raya Imlek. Konon, suara berisik dari kembang api digunakan untuk menakut-nakuti dan mengusir arwah jahat dan iblis.(shn)

Baca juga:

Barongsai Kelas Dunia dan Akrobatik Asal Tiongkok Hadir di Pondok Indah


hiburan-gaya-hidup-mobile-singlepost-banner-3
Tags Artikel Ini

Ikhsan Digdo

hiburan-gaya-hidup-singlepost-banner-4
hiburan-gaya-hidup-singlepost-banner-5