3 Cara Menurunkan Berat Badan Setelah Lebaran
Imbangi juga dengan olahraga ringan untuk menurunkan berat badan dan membuat tubuh lebih fit. (Foto: Unsplash/Derick McKinney)
LEBARAN menjadi momen untuk kumpul keluarga ditemani dengan berbagai makanan khas, seperti opor ayam, rendang, ketupat, dan kudapan manis lainnya. Tak jarang, beberapa orang mengalami kenaikan berat badan setelah Lebaran.
Menurut ahli gizi Putri MJ, S.Gz, makanan khas Lebaran bisa menyebabkan tubuh menimbun lebih bayak lemak sehingga menyebabkan kenaikan berat badan. Putri pun membagikan beberapa kiat untuk menurunkan berat badan dan kembali bugar, seperti dilansir ANTARA, Kamis (27/4).
Baca juga:
1. Perbaiki jadwal tidur dan olahraga ringan
Selema puasa, jam tidur cenderung berkurang dan berantakan karena harus bangun sahur. Untuk itu, Putri menganjurkan memperbaiki jadwal tidur secara perlahan menjadi delapan jam sehari. Imbangi juga dengan olahraga ringan untuk menurunkan berat badan dan membuat tubuh lebih fit.
"Kemampuan durasi berolahraga bisa dibangun pelan-pelan, mulai dari 10-15 menit. Jangan langsung memaksa berolahraga berat. Beri juga jeda hari tanpa berolahraga untuk beristirahat,” kata Putri.
2. Terapkan pola makan bernutrisi dan seimbang
Putri mengatakan bahwa secara umum, kebutuhan harian protein seseorang adalah 0,8-1,2 gram dikali berat badan. Misalnya, jika berat badan seseorang adalah 50 kilogram, maka protein yang dibutuhkan yakni sekitar 40-60 gram per hari.
Putri mengatakan tubuh juga membutuhkan zat gizi makro yang mencakup protein, lemak, dan karbohidrat, serta zat gizi mikro yang mencakup vitamin dan mineral seperti vitamin C, vitamin D, magnesium, dan zinc.
Perbanyak juga konsumsi sayur-sayuran, buah-buahan atau biji-bijian yang kaya serat untuk mengatasi sembelit, meningkatkan imunitas, dan menurunkan kadar kolesterol jahat pada darah.
Baca juga:
3. Terapkan prinsip mindful eating
Menurut Putri, makan berlebihan dapat meningkatkan risiko obesitas dan berbagai penyakit kronis sepert diabetes hingga penyakit jantung. Penerapan prinsip mindful eating pun disarankan untuk mencegahnya. Mindful eating didasari atas kesadaran penuh seseorang saat makan. Misalnya hindari mengobrol saat makan supaya sadar dengan porsi yang dikonsumsi.
"Kita juga harus menikmati rasa, aroma dan tekstur makanan. Jangan lupa untuk memperhatikan isyarat dari tubuh, contohnya tidak mengabaikan respon tubuh ketika sudah kekenyangan,” tutup Putri. (and)
Baca juga:
Tips Menaikkan Berat Badan Ideal
Bagikan
Andreas Pranatalta
Berita Terkait
AS Kurangi Jumlah Vaksin Wajib untuk Anak-Anak, Timbulkan Kekhawatiran Peningkatan Risiko Penyakit
Gubernur Pramono Tegaskan belum Ditemukan Super Flu di Jakarta
DPR Minta Pemerintah Gerak Cepat Antisipasi Ancaman Super Flu, Dorong Kemenkes Terbitkan Vaksin Pencegah
Waspada Super Flu, 62 Kasus Terkonfirmasi di Indonesia Terbanyak di Jawa Timur
Super Flu Masuk ke Indonesia, Kemenkes Imbau Kenali Gejala dan Terapkan Protokol Kesehatan
Teknologi Bedah Robotik Memungkinkan Tindakan Presisi untuk Kenyamanan Pasien, kini Hadir di Siloam Hospitals Kebon Jeruk
SDM Dokter belum Terpenuhi, Kemenkes Tunda Serahkan RS Kardiologi Emirate ke Pemkot Solo
Program Pemutihan BPJS Kesehatan Berlangsung di 2025, ini Cara Ikut dan Tahapannya
Prodia Hadirkan PCMC sebagai Layanan Multiomics Berbasis Mass Spectrometry
Senang Ada Temuan Kasus Tb, Wamenkes: Bisa Langsung Diobati