WNA di Apartemen Kalibata City Tidak Disukai Penghuni Lain

Luhung SaptoLuhung Sapto - Rabu, 25 Mei 2016
WNA di Apartemen Kalibata City Tidak Disukai Penghuni Lain

Pemprov DKI resmikan Tim Pengawasan Orang Asing (Timpora) Jakarta Selatan untuk hadapi MEA, Kalibata, Jakarta Selatan, Rabu (25/5). (Foto: MerahPutih/Muchammad Yani)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih Megapolitan - Warga Negara Asing (WNA) yang tinggal di Apartemen Kalibata City ternyata memiliki kelakuan yang buruk. Hal ini diutarakan oleh Musdalifah Ketua Perhimpunan Penghuni Pemilik Satuan Rumah Susun (PPPRS) Apartemen Kalibata City.

"Macem-macem mereka arogan yang jelas, kalau ditegur merasa dirinya paling hebat. Kedua membuat gaduh, terus orang Iran kan identik dengan maaf ya Islam tapi mereka minum-minum (mabuk)," ucapnya saat acara pengukuhan dan peresmian Tim Pengawas Orang Asing (Timpora) Jakarta Selatan di Tower Sakura, Apartemen Kalibata City, Jakarta Selatan, Rabu (25/5).

Lebih lanjut dengan geram Musdalifah mengatakan WNA yang paling tidak disukai oleh penghuni lainnya adalah WNA dari Iran dan Afganistan. Namun menurut Musdalifah bukan berarti WNA lain memiliki karakter lebih baik dari WNA Iran dan Afganistan.

"Semuanya. Selagi mereka mengacaukan Kalibata City enggak ada yang baik, Yang paling banyak cowok lah, ceweknya di simpan di dalam kamar," kata Musdalifah.

Wanita berhijab ini pun bersyukur dengan dipilihnya Apartemen Kalibata City sebagai Sekretariat Tim Pengawas Orang Asing (Timpora) Jakarta Selatan. Hal tersebut akan mempermudahkan PPPRS mengadu atas tindakan-tindakan WNA yang melanggar hukum.

"Kami dari warga sangat berterima kasih adanya sekretariat di sini. Sangat membantu, tidak perlu kami harus bersurat lagi, tidak perlu menjalani administrasi yang bagaimana," ujarnya.

Apartemen Kalibata City sendiri memiliki lebih dari 13 ribu lebih unit di Apartemen Kalibata City yang 20 persennya ditempati oleh WNA. Apartemen ini pernah menjadi sorotan lantaran ditemukannya kasus prostitusi online yang menjajakan PSK dari berbagai umur beberapa bulan yang lalu. (Yni)

BACA JUGA:

  1. Jadi Tukang Cat, Ahok: Yang Penting Dapat Empat Bus
  2. WNA Tiongkok Paling Banyak Lakukan Pelanggaran Izin di Jakarta Selatan
  3. Hadapi MEA, Imigrasi dan Pemprov DKI Resmikan Timpora Jakarta Selatan
  4. Polres Jakarta Selatan Ungkap Kasus Eksploitasi Anak
  5. 18 Imigran Ilegal di Jakarta Selatan Diamankan
#Kepala Kantor Imigrasi Jakarta Selatan #Timpora #Cucu Koswala #Warga Negara Asing (WNA)
Bagikan
Ditulis Oleh

Luhung Sapto

Penggemar Jones, Penjelajah, suka makan dan antimasak

Berita Terkait

Indonesia
Hari Ini KPK Periksa Eks Wamen Imipas Silmy Karim, Fokus Dalami Bukti Gratifikasi
KPK memeriksa mantan Wamen Imipas Silmy Karim sebagai tersangka kasus dugaan pemerasan izin tinggal WNA. Delapan pejabat Imigrasi ditetapkan sebagai tersangka.
Wisnu Cipto - Jumat, 19 Juni 2026
Hari Ini KPK Periksa Eks Wamen Imipas Silmy Karim, Fokus Dalami Bukti Gratifikasi
Indonesia
WNA Prancis Tuduh Kapolda NTB Beking Bisnis Narkoba, Pengadilan Buka Opsi Mediasi
Pengadilan Negeri Mataram membuka opsi mediasi dalam kasus WNA Prancis Ludovic Roche yang didakwa mencemarkan nama baik Kapolda NTB lewat unggahan video di media sosial.
Wisnu Cipto - Jumat, 19 Juni 2026
WNA Prancis Tuduh Kapolda NTB Beking Bisnis Narkoba, Pengadilan Buka Opsi Mediasi
Indonesia
Kasus Korupsi Izin Tinggal WNA, Komisi XIII DPR Minta Audit Nasional Imigrasi
Komisi XIII DPR mendesak audit nasional usai terbongkarnya kasus korupsi izin tinggal WNA.
Soffi Amira - Senin, 08 Juni 2026
Kasus Korupsi Izin Tinggal WNA, Komisi XIII DPR Minta Audit Nasional Imigrasi
Indonesia
KPK Beberkan Modus Pemerasan Izin Tinggal WNA, Tarif Percepatan Capai Rp 1,5 Juta
KPK membongkar modus pemerasan izin tinggal WNA yang dilakukan Imipas. Tarif percepatan izin tinggal dipatok Rp 1 juta hingga Rp 1,5 juta per orang.
Soffi Amira - Minggu, 07 Juni 2026
KPK Beberkan Modus Pemerasan Izin Tinggal WNA, Tarif Percepatan Capai Rp 1,5 Juta
Indonesia
KPK Sebut Silmy Karim dan 7 Pejabat Imigrasi Peras WNA hingga Ratusan Miliar
KPK menetapkan Wakil Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan (Wamen Imipas) Silmy Karim sebagai tersangka kasus dugaan pemerasan terkait pengurusan izin tinggal warga negara asing (WNA).
Frengky Aruan - Kamis, 04 Juni 2026
KPK Sebut Silmy Karim dan 7 Pejabat Imigrasi Peras WNA hingga Ratusan Miliar
Indonesia
Bundaran HI Mencekam Gara-Gara WNA Kena Jambret, Jakarta Terancam Gagal Jadi Kota Global?
Guna mencegah kejadian serupa, Kevin mendesak Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, untuk serius memprioritaskan keamanan ibu kota
Angga Yudha Pratama - Jumat, 15 Mei 2026
Bundaran HI Mencekam Gara-Gara WNA Kena Jambret, Jakarta Terancam Gagal Jadi Kota Global?
Indonesia
Viral WNA Italia Dijambret di Bundaran HI, Korban Sampai Tersungkur Kejar Pelaku
Seorang WNA Italia menjadi korban jambret di Bundaran HI, Jakarta Pusat, pada Kamis (14/5). Polisi pun sedang memburu pelaku.
Soffi Amira - Jumat, 15 Mei 2026
Viral WNA Italia Dijambret di Bundaran HI, Korban Sampai Tersungkur Kejar Pelaku
Indonesia
10 Stasiun Kereta Api Paling Diminati Turis Asing
Angkanya tumbuh pelan tapi pasti. Pada Triwulan I 2022 tercatat 26.225 wisatawan mancanegara.
Alwan Ridha Ramdani - Sabtu, 18 April 2026
10 Stasiun Kereta Api Paling Diminati Turis Asing
Indonesia
DPR Soroti WNA Bermasalah, Pengawasan Imigrasi Dinilai Masih Lemah
DPR menyoroti WNA bermasalah pasca pelaksanaan Operasi Wira Waspada. Pengawasan imigrasi dinilai masih lemah.
Soffi Amira - Jumat, 17 April 2026
DPR Soroti WNA Bermasalah, Pengawasan Imigrasi Dinilai Masih Lemah
Indonesia
Polisi Ungkap Motif Pembunuhan Cucu Mpok Nori yang Dilakukan WN Irak
Kapolres Metro Jakarta Timur Kombes Alfian Nurrizal menyebut, insiden ini diduga dipicu rasa sakit hati pelaku setelah korban ingin memutus hubungan.
Frengky Aruan - Minggu, 22 Maret 2026
Polisi Ungkap Motif Pembunuhan Cucu Mpok Nori yang Dilakukan WN Irak
Bagikan