Wasekjen DPP Golkar Jadi Saksi Laporan Roger
MerahPutih Kriminal- Wakil Sekjen DPP Partai Golkar versi Musyawarah Nasional (Munas) Bali, Dr Ali Mochtar Ngabalin, M.Si, didampingi kuasa hukumnya, Eggi Sudjana, mendatangi Polda Metro Jaya, Kamis (12/3). Kedatangannya untuk klarifikasi sebagai saksi tuduhan adanya pengeroyokan yang dilakukan Roy, putra Yorris Raweyai.
"Saya sudah jelaskan bahwa kondisi awal saudara Ali yang diserang atau dipukul di depan teman-teman. Jadi ketika teman-teman bereaksi ada satu konsekuensi logis yang itu bukan kategori pengeroyokan. Akhirnya mesti ada pengeroyokan juga sebagai terlapor," ungkap Eggi Sudjana kepada merahputih.com.
Menurut Eggi, pihaknya sangat menghormati proses hukum itu. Namun demikian laporan Ali Mochtar juga harus diproses. Karena Ali yang menjadi korban pengeroyokan. Ini fakta hukum. (Baca: Sahkan Kubu Agung Laksono, Agus Gumiwang Apresiasi Kemenkumham)
Eggi menjelaskan bahwa Yorris merupakan sahabatnya dan sahabat Ali. Sekarang ini yang ia kedepankan adalah perdamaian. Namun bila dari pihak lawan tidak ingin perdamaian maka akan ada perlawanan.
"Kita adalah satu Nusa dan Bangsa jangan membuat keributan yang sifatnya tidak berprinsip.
Ia mengatakan, menurut pemahamannya, orang yang melapor harus diproses dahulu, jangan dilaporkan. Intinya pemeriksaan Ali Mochtar hanya sebagai saksi (gms)
Bagikan
Berita Terkait
Eks Golkar Adies Kadir Jadi Hakim MK, Bahlil: Kami Wakafkan ke Negara
Dipilih Jadi Hakim MK, Golkar Umumkan Adies Kadir Bukan Lagi Kader
Golkar Beri Sinyal Dukung Kepala Daerah Dipilih Anggota DPRD, Sebut Lebih Demokratis, Beda dengan Orde Baru
Golkar Sebut Biaya Pilkada Langsung Berpotensi Merusak Kualitas Demokrasi
Golkar Gelar Rapimnas Lusa, Idrus Marham Tegaskan tidak Ada Agenda Ganti Bahlil
PKB Sentil Golkar Ngomong Koalisi Permanen di Tengah Derita Warga Akibat Bencana
Bahlil Dorong Pilkada Dipilih DPRD Agar UU Tak Diobrak-Abrik
Viral Bupati Aceh Tenggara Sebut ‘Prabowo Presiden Seumur Hidup’, Golkar: Bentuk Ekspresi Kegembiraan
Golkar Solo Bakal Gelar Tasyakuran Soeharto Jadi Pahlawan Nasional
Golkar Apresiasi Prabowo, Gelar Pahlawan Nasional Terhadap Soeharto dan Gus Dur Dinilai Sebagai Simbol Rekonsiliasi