Slank Setuju Pengedar Narkoba Dihukum Mati
Bimbim Slank bersama rekan-rekannya mendirikan komunitas pemusik d’Rumah Harmoni. (Foto: MerahPutih/Muchammad Yani)
MerahPutih Nasional - Bimbim Slank menyatakan setuju ihwal hukuman mati terhadap pengedar narkoba. Menurutnya, pengedar lebih berbahaya dari bahayanya pengguna. (Baca Juga: Bimbim Slank: Narkoba adalah Kejahatan Luar Biasa)
"Kalau hukuman bagi para pengguna saya setuju dengan rehabilitasi. Tapi, kalau pengedar lebih setuju dengan hukuman mati," ujar Bimbim, di markas Slank, Potlot, Duren Tigas, Jakarta Selatan, Selasa (17/3).
Sebagai mantan pengguna tentunya Slank sadar bahaya nya menggunakan Narkoba. Banyak teman-teman, orang tua, atau pun istri-istri yang menjadi korban narkoba. (Baca Juga: BNN dan Slank Kampanyekan Anti Narkoba)
"Harapan kami dengan adanya Undang-Undang dan sanksi tegas dari pemerintah, semoga membuat pengguna dan pengedarnya jera," kata pentolan band yang beridiri pada 1983 itu.
Hari ini rombongan Badan Narkotika Nasional (BNN) mendatangi markas Slank. Kedatangan tersebut bertujuan mendaulat Slank sebagai duta antinarkoba dari BNN. Rombongan dipimpin langsung Kepala BNN Anang Iskandar. (rky)
Bagikan
Fredy Wansyah
Berita Terkait
Apartemen Lab Narkoba di Ancol Dikelola Sindikat Internasional, Produk Dikemas Mirip Minuman Saset
Makna Lirik Lagu 'Republik Fufufafa' Slank, Satir Tajam soal Kondisi Bangsa
Peredaran Narkoba untuk Malam Tahun Baru Digagalkan Polisi, Modus Baru Digunakan Pengedar
Lakukan Tes Urin, Tahanan KPK Bebas Narkoba
Lirik Lagu Republik Fufufafa Ditulis Bimbim, Slank Kritik Sakau Akan Kekuasaan
Bareksrim Bongkar Peredaran Narkoba Jelang DWP 2025 Bali, Amankan Citra Indonesia di Ranah Internasional
17 Orang dari 6 Sindikat Peredaran Narkoba Ditangkap Jelang DWP 2025 di Bali, Polri Amankan 31 Kg Sabu dan Ratusan Ekstasi
Etomidate Resmi Masuk Narkotika Golongan II, Penyalahgunaan Bisa Dijerat UU Narkotika
Perjalanan Dewi Astutik Gabung Sindikat Narkotika Lintas Benua, Dipengaruhi Bandar Narkoba Asal Nigeria Buron DEA
Keluarga Hanya Tahu Dewi Astutik Kerja PRT di Luar Negeri, Jarang Kirim Uang