Situs Islam Diblokir, Analis: Kelompok Islam Radikal Makin Solid
Juru bicara BNPT Irfan Idris (kanan) menyampaikan pendapatnya saat diskusi mengenai ISIS di Jakarta, Kamis (19/3). (Foto: Antara/Andika Wahyu)
MerahPutih Nasional - Analis politik Indo Strategi Andar Nubowo menilai kebijakan pemerintah yang menutup belasan situs radikal berbasis agama justru menjadi ajang bagi kelompok Islam radikal untuk semakin merapatkan barisan.
"Jadi mereka semakin kuat. Ini adalah momentum bagi mereka untuk merapatkan barisan," kata Andar saat dihubungi merahputih.com, Rabu petang (1/4).
Andar yang juga dosen di UIN Syarif Hidayatullah Jakarta menilai, sebagai instrumen penyelenggara, Badan Nasional Penanggulangan Teroris (BNPT) dan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) seharusnya tidak gegabah dan terlalu cepat menarik kesimpulan.
"Iya dong, harusnya ajak mereka duduk bersama jangan langsung melakukan penutupan," sambung Andar. (Baca: Politikus PKS Tuding BNPT Begal Media)
Masih kata Andar, sikap pemerintah yang demikian represif kepada gerakan-gerakan radikal atas nama agama semakin menimbulkan kebencian mendalam terhadap negara dan rezim Joko Widodo-Jusuf Kalla.
"Kalau ini terus dibiarkan, radikalisasi dan tumbuhnya gerakan militan akan semakin menguat. Saya tegaskan kalau ini terjadi, situasinya bahaya sekali," tandas Andar.
Seperti diberitakan merahputih.com sebelumnya, BNPT mengusulkan kepada Kemenkominfo untuk memblokir 19 situs yang berisi radikalisme. (Baca: Anggota Komisi VIII DPR Sarankan Situs Islam Gugat BNPT dan Kemenkominfo)
Adapun 19 situs yang diblokir antara lain arrahmah.com, voa-islam.com, ghur4ba.blogspot.com, panjimas.com, thoriquna.com, dakwatuna.com, kafilahmujahid.com, an-najah.net, muslimdaily.net, hidayatullah.com, salam-online.com, aqlislamiccenter.com, kiblat.net, dakwahmedia.com, muqawamah.com, lasdipo.com, gemaislam.com, eramuslim.com, dan daulahislam.com. (bhd)
Bagikan
Adinda Nurrizki
Berita Terkait
Interaksi Sosial di Platform Gim Daring Jadi Wadah Sebarkan Paham Radikalisme
BNPT Pantau Roblox, Takut Jadi Media Penyebaran Radikalisasi Pada Anak
BNPT Sampaikan Rilis Akhir Tahun dan Perkembangan Tren Terorisme Indonesia 2025
Densus 88 Polri Ungkap Kasus Teroris Rekrut Anak-anak dari Media Sosial dan Game Online
BNPT Minta Ibu Lebih Berperan Tangkis Upaya Kelompok Radikal Rekrut Anak Muda Lewat Game Online
BNPT Cari 8 Korban Bom Kepunton Solo, Biar Segera Dapat Kompensasi Negara
BNPT Beberkan 4 Sistem Deteksi Dini Cegah Terorisme di 2026
Cuma Modal KTP, Begini Cara Cek Dana Bansos PKH BPNT Juli 2025
Namanya Masuk Dakwaan, Budi Arie Anggap Kasus Judol Sekarang 'Lagu Lama Kaset Rusak'
BNPT Pusat Kesiapsiagaan Nasional Buat Tanggulangi Ancaman Terorisme Secara Menyeluruh