Setya Novanto dalam Pusaran Kasus

Luhung SaptoLuhung Sapto - Selasa, 17 November 2015
Setya Novanto dalam Pusaran Kasus

Ketua DPR Setya Novanto (kanan) bersama Wakil Ketua DPR Fadli Zon. (Foto Antara/M Agung Rajasa)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih Peristiwa - Ketua DPR Setya Novanto kembali menjadi pembicaraan publik. Kali ini namanya muncul dalam polemik perpanjangan kontrak PT Freeport Indonesia (PT FI), yang saat ini sedang dalam tahap negosiasi dengan pemerintah Indonesia.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Sudirman Said mengungkapkan ada politisi kuat, yang mencatut nama Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla dalam proses perpanjangan kontrak karya Freeport. Oknum DPR tersebut juga meminta saham Freeport sebanyak 20 persen. 

Belakangan nama politisi itu terkuak. Tak lain dan tak bukan, dia adalah Setya Novanto. Politisi Partai Golkar itu kerap dikaitkan beberapa kasus di Tanah Air. Namun, Setya Novanto selalu lolos dari sanksi hukuman. Berikut beberapa rangkuman kasus yang menyeret nama Setya Novanto yang dihimpun tim litbang Merahputih.com:

1. Dugaan Korupsi Cessie Bank Bali        

Kasus ini bermula dari pengalihan hak piutang (cessie) PT Bank Bali kepada PT Bank Dagang Negara Indonesia (BDNI) pada 1999. Dalam perjanjian yang ditandatangani Direktur PT Era Giat Prima Djoko S Chandra dan Direktur PT Bank Bali Rudy Ramli, PT EGP membeli piutang PT Bank Bali terhadap PT BDNI. Namun, di tengah jalan PT EGP menyerahkan penagihan piutang kepada PT Bank Bali. 

Setelah klaim Bank Bali dicairkan Badan Penyehatan Perbankan Nasional (BPPN) melalui Bank Indonesia, PT EGP menerima Rp546 miliar. Dana ini ditransfer melalui Bank Bali. Transfer sebesar Rp546 miliar itu menjadi kerugian yang ditanggung oleh negara.

Beberapa tokoh penting seperti menjadi tersangka seperti Gubernur BI Syahril Sabirin dan antan Wakil Kepala BPPN Pande N Lubis. Selain itu, Rudy Ramli dan Djoko S Chandra, yang sempat buron ke Papua Nugini. Namun, Setya Novanto yang sempat dihadirkan sebagai saksi pada persidangan tahun 2001 menyangkal terlibat. Kasus ini sudah di-SP3 oleh Kejagung. 

2. Kasus PON Riau

Kasus ini melibatkan Gubernur Riau Rusli Zainal. Jelang penyelenggaraan PON, Rusli yang juga salah satu Ketua DPP Golkar meminta penambahan anggaran pembangunan venue PON Riau. Rusli menyiapkan dana Rp3,9 miliar untuk melobi DPR yang disiapkan Kadispora Riau Lukman Abbas. Pembicaraan dilakukan di ruangan Setya Novanto, Lukman menyerahkan uang kepada Kahar Muzakir.  Namun, hingga pelaksanaan PON Riau tambahan dana tersebut tidak pernah ada. 

Setya Novanto dihadirkan dalam persidangan dengan terdakwa Rusli Zainal. Setya Novanto berkilah pertemuan di ruangannya dalam rangka membahas masalah internal Partai Golkar, bukan terkait penambahan anggaran PON Riau. Setya pun melenggang bebas. 

3. Penyelundupan 60.000 Ton Beras Vietnam

Setya Novanto dilaporkan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Lembaga Advokasi Reformasi Indonesia (LARI) terkait dugaan keterlibatan dalam pengadaan impor beras asal Vietnam. Saat itu, Inkud yang diwakili Nurdin Halid telah meneken MoU dengan pihak Vietnam Southern Food Corporation dalam rangka impor beras dari Vietnam ke Indonesia. Kemudian MoU tersebut ditingkatkan dalam bentuk sale and purchase contract of rice. 

Untuk pelaksanaannya, Inkud melakukan perikatan dalam bentuk perjanjian kerja sama dengan PT Heksatama Finindo. Dirut PT Hexatama Finindo, Gordianus Setyo Lelono, merupakan saudara kandung Setya Novanto. Kedudukan Setya Novanto selaku pemberi jaminan pribadi atau personal guarantie dalam penerbitan L/C yang merupakan jaminan tambahan. 

Kasus ini diduga merugikan negara sebesar Rp25,4 miliar itu ditemukan pelanggaran dengan tidak dibayarkannya bea masuk dan pajak dalam rangka impor bagi 59.100 metrik ton dari keseluruhan 60 ribu ton beras dari Vietnam yang diimpor PT Hexatama Finindo dan Inkud tersebut. Mantan pejabat Bea Cukai, Direktur Penyidikan dan Penindakan, Sofyan Permana sebagai tersangka. 

Pada 2006, Setya Novanto diperiksa penyidik Kejagung selama 10 jam. Penyidik mengajukan 30 pertanyaan kepada Setya Novanto. Setya Novato, yang saat kasus ini mencuat duduk sebagai anggota Komisi III DPR, menyatakan tidak terlibat.  

4. Proyek E-KTP

Pada 2010, nama Setya Novanto kembali terangkat ke publik. M Nazaruddin, bendahara Partai Demokrat, menyatakan Setya Novanto terlibat dalam proyek E-KTP di Kementerian Dalam Negeri. M Nazaruddin, yang sempat menjadi buronan interpol sebelum tertangkap di Kolombia, mengaku merekayasa proyek senilai Rp5,9 triliun itu bersama Setya Novanto. Kerugian negara akibat mark up sekira Rp2,5 triliun.  

Namun, Setya Novanto membantah terlibat. Kasus ini masih dalam tahap penyidikan di KPK. Satu orang ditetapkan sebagai tersangka yakni Sugiharta. M Nazaruddin juga mengaku Setya Novanto mengancam akan membunuh dirinya. 

5. Menghadiri Kampanye Donald Trump

Ketua DPR Setya Novanto dan Wakil Ketua DPR Fadli Zon tampil sepanggung dengan bakal calon presiden dari Partai Republik Donald Trump pada September lalu. Keberadaan delegasi Indonesia di New York sebenarnya dalam rangka menghadiri sidang parlemen dunia. 

Kemunculan Setya dan Fadli yang diikuti dengan aksi berselfie ria bersama Trump, menghebohkan Tanah Air. Sidang Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) digelar setelah muncul desakan dari beberapa anggota DPR. Namun, lagi-lagi ia lolos. Setya Novanto hanya mendapat teguran. 

Dalam catatan litbang Merahputih.com, Setya Novanto sempat menghebohkan dunia maya karena aksinya  mengenakan masker saat menyanyikan lagu Indonesia Raya saat Sidang Paripurna, mengenakan jam tangan mewah Richard Mille All Gold seharga Rp500 juta hingga miliaran, menunggangi mobil mewah Jaguar XJL berpelat RI 6 ke DPR dan menangis hingga lirak-lirik saat salat Istisqa berjamaah.     

BACA JUGA:

  1. Mengenal Setya Novanto, Politikus Pencatut Nama Jokowi-JK
  2. Berbelit-belit, Setya Novanto Jelaskan Pencatutan Nama Presiden
  3. Sudirman Said Benarkan Setya Novanto Pencatut Nama Presiden
  4. Lirak-lirik saat Salat Istisqa, Setya Novanto Dibully Netizen
  5. Diduga Kenakan Arloji Mewah Senilai Rp2 Miliar, Setya Novanto Ogah Komentar

 

 

   

#Liputan Khusus #Setya Novanto Catut Nama Presiden #Freeport #Sudirman Said #Impor Beras #Fadli Zon #Muhammad Nazaruddin #Setya Novanto
Bagikan
Ditulis Oleh

Luhung Sapto

Penggemar Jones, Penjelajah, suka makan dan antimasak

Berita Terkait

Indonesia
Freeport McMoRan Berencana Ajukan Perpanjangan Izin Tambang Usai Rampungkan Pembangunan Smelter
Tanpa perpanjangan hingga tahun 2061, Freeport khawatir investasi besar-besaran yang mereka tanamkan tidak akan optimal
Angga Yudha Pratama - Jumat, 23 Januari 2026
Freeport McMoRan Berencana Ajukan Perpanjangan Izin Tambang Usai Rampungkan Pembangunan Smelter
Indonesia
Fadli Zon Ungkap Alasan Pemerintah Ikut Turun Tangan soal Konflik Keraton Solo
Menteri Kebudayaan, Fadli Zon, mengungkapkan alasan pemerintah ikut turun tangan dalam menangani konflik Keraton Solo.
Soffi Amira - Rabu, 21 Januari 2026
Fadli Zon Ungkap Alasan Pemerintah Ikut Turun Tangan soal Konflik Keraton Solo
Indonesia
Menbud Fadli Zon Tunjuk Tedjowulan Jadi Pelaksana Keraton Solo, Singgung Sosok Senior Berpengalaman
Menteri Kebudayaan (Menbud) Fadli Zon menegaskan dalam hal ini Tedjowulan berperan sebagai pelaksana sekaligus penanggung jawab Keraton Surakarta.
Dwi Astarini - Senin, 19 Januari 2026
Menbud Fadli Zon Tunjuk Tedjowulan Jadi Pelaksana Keraton Solo, Singgung Sosok Senior Berpengalaman
Indonesia
GKR Timoer Ngamuk, Menteri Budaya Fadli Zon Tunjuk Tedjowulan Pelaksana Keraton
SK tersebut menjadikan Tedjowulan sebagai pelaksana Keraton dalam revitalisasi hingga pemerintahan sementara pengelolaan Keraton Surakarta.
Dwi Astarini - Senin, 19 Januari 2026
GKR Timoer Ngamuk, Menteri Budaya Fadli Zon Tunjuk Tedjowulan Pelaksana Keraton
Indonesia
Prabowo Peringatkan Bahaya Ketergantungan Impor di Tengah Konflik Global
Presiden Prabowo Subianto mengingatkan risiko ketergantungan impor pangan di tengah konflik global. Ia menegaskan swasembada pangan kunci kemandirian bangsa.
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 06 Januari 2026
Prabowo Peringatkan Bahaya Ketergantungan Impor di Tengah Konflik Global
Indonesia
Indonesia Capai Swasembada Beras per Akhir 2025, Prabowo: Cadangan Tertinggi Sepanjang Sejarah
Presiden Prabowo resmi mengumumkan Indonesia swasembada beras per 31 Desember 2025. Cadangan Beras Pemerintah mencapai rekor tertinggi sepanjang sejarah.
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 06 Januari 2026
Indonesia Capai Swasembada Beras per Akhir 2025, Prabowo: Cadangan Tertinggi Sepanjang Sejarah
Indonesia
Fadli Zon Sebut Tiket Museum Nasional Masih Sangat Terjangkau, Disabilitas Hingga Anak Yatim Tetap Gratis
Fadli Zon menilai bahwa biaya masuk museum di tanah air saat ini masih tergolong sangat murah jika dibandingkan dengan standar internasional
Angga Yudha Pratama - Kamis, 01 Januari 2026
Fadli Zon Sebut Tiket Museum Nasional Masih Sangat Terjangkau, Disabilitas Hingga Anak Yatim Tetap Gratis
Indonesia
Sudah Diresmikan Fadli Zon, Museum Keraton Surakarta Belum Dibuka saat Libur Nataru, Ini Alasannya
Museum Keraton Surakarta belum dibuka untuk umum meskipun telah diresmikan Menteri Kebudayaan Fadli Zon pasca dilakukan revitalisasi belum lama ini.
Frengky Aruan - Minggu, 28 Desember 2025
Sudah Diresmikan Fadli Zon, Museum Keraton Surakarta Belum Dibuka saat Libur Nataru, Ini Alasannya
Indonesia
Cagar Budaya Nasional Kini Jadi 313, Fadli Zon: Kita Punya Potensi Puluhan Ribu Artefak Keren
Sebagai solusi percepatan, pemerintah mewacanakan pembentukan tim khusus untuk melakukan penilaian dan kurasi
Angga Yudha Pratama - Kamis, 18 Desember 2025
Cagar Budaya Nasional Kini Jadi 313, Fadli Zon: Kita Punya Potensi Puluhan Ribu Artefak Keren
Indonesia
Menteri Fadli Janjikan Semakin Banyak Revitalisasi Cagar Budaya
Pemerintah pusat akan hadir melakukan revitalisasi cagar budaya yang ada, termasuk Keraton Solo.
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 17 Desember 2025
Menteri Fadli Janjikan Semakin Banyak Revitalisasi Cagar Budaya
Bagikan