Seberapa Jauh Anda Tahu tentang Kartini? Museum R.A Kartini di Jepara (Antarafoto/Yusufnugroho)

Sosok perempuan Jawa yang surat-suratnya diterbitkan dalam buku "Habis Gelap Terbitlah Terang" diputuskan sebagai Pahlawan Kemerdekaan Nasional sejak 2 Mei 1964 lalu. Melalui Keputusan Presiden (Soekarno) No. 108 Tahun 1964, hari lahir perempuan penggerak emansipasi ini, yaitu 21 April, ditetapkan sebagai hari peringatan nasional.

Nama Kartini memang hingga saat ini masih harum, begitu pun dengan segala perjuangannya untuk kaum perempuan agar bisa mendapatkan hak setara dengan laki-laki. Sosoknya yang sangat menginspirasi tentunya membuat banyak orang ingin tahu lebih jauh lagi mengenai kehidupan pribadinya.

Tentunya Anda dapat membaca tentang Kartini dari berbagai sumber. Namun, seberapa jauhkah Anda mengetahui tentang Kartini? Berikut beberapa hal yang mungkin belum banyak diketahui mengenai sosok Raden Ajeng Kartini.

1. Nama Kartini dipakai untuk nama jalan di Kota Amsterdam

Nama-nama pahlawan seringkali dijadikan sebagai nama jalan di kota-kota di Indonesia, termasuk R.A. Kartini. Pahlawan Indonesia tersebut tak hanya ada di Indonesia, tetapi juga di kota-kota di Belanda, seperti Amsterdam, dengan nama R.A. Kartinistraat.

2. Wafat setelah melahirkan

Kartini wafat di usia 25 tahun (pada 1904) setelah melahirkan putranya, Soesalit Djojoadhiningrat. Konon, nama Soesalit merupakan singkatan dari bahasa Jawa, alit, yang artinya susah, karena tidak pernah mengenal Ibunya.

3. Saksi bisu R.A Kartini

Sudah pernahkah Anda mengunjungi museum R.A. Kartini? Museum yang didirikan pada 30 Maret 1975 ini berdiri di Desa Panggang, Jepara, Jawa Tengah. Tidak hanya diisi dengan benda-benda peninggalan Kartini, tetapi museum ini juga menyimpan sejumlah warisan budaya daerah Jepara lainnya.

4. Surat protes R.A. Kartini pada Pemerintahan Hindia Belanda

Di usianya yang masih 20 tahun, Kartini tak hanya bersurat dengan para sahabatnya, tetapi bahkan sudah berani menulis surat kepada Pemerintahan Hindia Belanda. Surat pertamanya adalah pengajuan beasiswa untuk bersekolah di Belanda, yang kemudian berhasil mendapat persetujuan.

Setelah itu, Kartini memohon beasiswa di Batavia, namun karena ia sudah menikah, beasiswa tersebut diberikan kepada pemuda-pemuda Salim dari Riau. Bukan cuma itu, R.A. Kartini juga menulis surat protes kepada pemerintahan Hindia Belanda. Ia mengusulkan agar bahasa Melayu dan Bahasa Belanda, yang saat itu menjadi bahasa media cetak, dimasukkan ke dalam kurikulum pendidikan.

5. Kepedulian R.A. Kartini terhadap pemuda Rembang

Kepedulian R.A. Kartini terhadap pemuda Rembang, salah satunya memperjuangkan emansipasi dengan membentuk sekolah untuk perempuan. Selain itu, Kartini ternyata juga mendirikan bengkel ukir kayu di Rembang untuk para pemuda di daerah tersebut.

Itulah beberapa fakta dari Raden Ajeng Kartini, salah satu penggerak emansipasi perempuan Tanah Air yang menjadi inspirasi bagi seluruh perempuan di Indonesia.

Baca pula artikel lainnya seputar Kartini di Kartini Dalam Akting 3 Aktris Indonesia.


Tags Artikel Ini

Selvi Purwanti

YOU MAY ALSO LIKE