Rupiah Akan Terus Menguat Tergantung FOMC Meeting

Luhung SaptoLuhung Sapto - Kamis, 15 Oktober 2015
Rupiah Akan Terus Menguat Tergantung FOMC Meeting

ilustrasi rupiah terhadap dolar AS (Foto Antara)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih Keuangan - Gerak rupiah menguat di posisi Rp13.370 per dolar Amerika Serikat (AS) pada pembukaan perdagangan di pasar spot pagi tadi. Mata uang rupiah diprediksi akan terus menguat dalam beberapa waktu ke depan. 

Menteri Koordinator bidang Perekonomian Darmin Nasution mengungkapkan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS masih akan terus bergerak menguat, namun dirinya tidak tahu sampai kapan.

"Intinya rupiah masih akan terus bergerak, tapi tidak tahu sampai kapan," ujarnya di kantor Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, di Jalan Lapangan Banteng Timur, Jakarta Pusat, Kamis (15/10).

Darmin mengatakan, mata uang dolar AS beberapa hari terakhir mengalami depresiasi karena Bank Sentral AS atau Federal Reserve (The Fed) menunda kenaikan suku bunga acuan. "Selain itu, data pertumbuhan ekonomi, inflasi, dan tenaga kerja yang buruk ikut mempengaruhi," jelasnya. Di sisi lain, depresiasi dolar AS membuat rupiah menguat. 

Namun, spekulasi The Fed akan mengeluarkan pengumuman terkait suku bunga acuan sebelum akhir tahun membuat rupiah bisa kembali melemah terhadap dolar AS.

"Sebelum akhir tahun akan ada rapat FOMC yang membahas tentang suku bunga acuan AS. Nah pada waktu itu dolar bisa berpengaruh lagi terhadap rupiah," jelasnya.

Kendati demikian, mantan Gubernur BI itu mengimbau agar para pelaku pasar tidak grogi menghadapi hal tersebut.

"Tapi situasi seperti ini kita jangan grogi, yang penting kita bekerja," tandasnya. 

Seperti diketahui, nilai tukar rupiah masih terus dibayangi mata uang dolar AS. Menurut riset NH Korindo Securities Indonesia, penguatan rupiah tidak sekencang beberapa hari sebelumnya. 

Sentimen eksternal seperti pertemuan Bank Sentral AS atau Federal Reserve (the Fed) pada 27-28 Oktober mendatang yang akan mengeluarkan keputusan terkait suku bunga acuan AS bisa melemahkan rupiah. Seperti diketahui, the Fed belum pernah menaikkan suku bunga acuan dalam satu dekade ini.  

Berdasarkan data Jakarta Interbank Spot Dolar Rate (Jisdor) nilai tukar rupiah terhadap dolar AS dipatok Rp13.288 per dolar AS. Kurs rupiah menguat dibandingkan sebelumnya Rp13.557 per dolar AS. (rfd) 

Baca Juga:

  1. Harga Emas Melambung Rp11.000 per Gram
  2. Penelitian Konsumsi dan Kemiskinan Angus Deaton Menangkan Hadiah Nobel Ekonomi 2015
  3. IHSG Alami Rebound ke 4.522
  4. Rupiah Kokoh di Posisi Rp13.298 per dolar AS
  5. Hari Ini, Paket Kebijakan Ekonomi Jilid IV Diumumkan

 

 

#The Fed #Darmin Nasution #Nilai Tukar Rupiah Terhadap Dollar AS #Kurs Rupiah
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Luhung Sapto

Penggemar Jones, Penjelajah, suka makan dan antimasak
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Indonesia
Dolar Amerika Perkasa Tabrak Rupiah, Pergerakan IHSG Kamis Pagi Tawarkan Sedikit Harapan
Kelompok saham berkapitalisasi besar ikut mendorong laju indeks sektoral berada pada zona hijau
Angga Yudha Pratama - Kamis, 02 Juli 2026
Dolar Amerika Perkasa Tabrak Rupiah, Pergerakan IHSG Kamis Pagi Tawarkan Sedikit Harapan
Indonesia
Dana Asing Makin Keluar dari Indonesia, Rupiah Makin Tertekan
Dari data juga menunjukan, sentimen global, ketidakpastian masih tinggi mengenai potensi kesepakatan damai di Timur Tengah.
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 01 Juli 2026
Dana Asing Makin Keluar dari Indonesia, Rupiah Makin Tertekan
Indonesia
Rupiah Amblas Dekati Rp18.000 Per Dolar AS, Investor Asing Kuras Pasar Saham Domestik
Dari pasar internasional, pelaku ekonomi terus memantau dinamika politik Timur Tengah
Angga Yudha Pratama - Rabu, 01 Juli 2026
Rupiah Amblas Dekati Rp18.000 Per Dolar AS, Investor Asing Kuras Pasar Saham Domestik
Indonesia
IHSG Hari Ini Longsor ke Level 5.801 Bareng Indeks Saham LQ45, Rupiah Keok Dekati Rp18.000 Per Dolar AS
Tekanan eksternal membuat posisi mata uang Garuda sulit keluar dari zona merah pada perdagangan jangka pendek
Angga Yudha Pratama - Selasa, 30 Juni 2026
IHSG Hari Ini Longsor ke Level 5.801 Bareng Indeks Saham LQ45, Rupiah Keok Dekati Rp18.000 Per Dolar AS
Indonesia
Rupiah Melemah ke Rp 17.978 per Dolar AS pada Perdagangan 26 Juni 2026
Rupiah kembali melemah pada Jumat (26/6). Kini, nilai tukar Rupiah menembus Rp 17.978 per dolar AS.
Soffi Amira - Jumat, 26 Juni 2026
Rupiah Melemah ke Rp 17.978 per Dolar AS pada Perdagangan 26 Juni 2026
Indonesia
Dolar AS Kembali Menguat, Rupiah Nyaris Tembus Rp 18.000 pada Perdagangan Kamis (25/6)
Dolar AS kini kembali menguat pada perdagangan hari ini, Kamis (25/6). Rupiah menembus Rp 17.936.
Soffi Amira - Kamis, 25 Juni 2026
Dolar AS Kembali Menguat, Rupiah Nyaris Tembus Rp 18.000 pada Perdagangan Kamis (25/6)
Indonesia
Rupiah Hampir Jebol ke Rp 18.000, IHSG Langsung Kejang-Kejang Masuk Zona Merah pada Penutupan Perdagangan Rabu (24/6)
Status Indonesia pada ulasan Morgan Stanley Capital International (MSCI) belum mengalami perubahan positif, sehingga bursa domestik kehilangan daya dongkrak jangka pendek
Angga Yudha Pratama - Rabu, 24 Juni 2026
Rupiah Hampir Jebol ke Rp 18.000, IHSG Langsung Kejang-Kejang Masuk Zona Merah pada Penutupan Perdagangan Rabu (24/6)
Indonesia
Presiden Prabowo Akui Rupiah Melemah Akibat Aliran Modal Lari ke Luar Negeri, Janji Ubah Sistem Ekonomi
Presiden menyayangkan keuntungan perdagangan senilai USD 436 miliar tersebut, sebagian besar, yaitu senilai USD 343 miliar, langsung dialirkan kembali ke luar negeri oleh para pemilik modal.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 23 Juni 2026
Presiden Prabowo Akui Rupiah Melemah Akibat Aliran Modal Lari ke Luar Negeri, Janji Ubah Sistem Ekonomi
Indonesia
Rupiah Loyo pada Penutupan Perdagangan Senin (22/6), Mulut Pedas Donald Trump Guncang Pasar
Kementerian Luar Negeri Iran mengklaim adanya kemajuan positif, sementara mediator Qatar dan Pakistan mengonfirmasi tercapainya peta jalan kesepakatan lebih luas
Angga Yudha Pratama - Senin, 22 Juni 2026
Rupiah Loyo pada Penutupan Perdagangan Senin (22/6), Mulut Pedas Donald Trump Guncang Pasar
Indonesia
Rupiah Bakal Terus Tertekan Jika Harga Minyak Dunia Naik
pelemahan rupiah, masih dipengaruhi oleh faktor global kembali meningkatnya harga minyak dunia seiring ancaman Presiden Trump untuk menyerang Lebanon.
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 22 Juni 2026
Rupiah Bakal Terus Tertekan Jika Harga Minyak Dunia Naik
Bagikan