Presiden Jokowi Bertolak ke Korea Selatan
Presiden Jokowi saat menaiki pesawat kepresidenan. (Foto: setkab.go.id)
MerahPutih Nasional - Presiden Joko Widodo bertolak ke Korea Selatan dalam rangka kunjungan bilateral, Minggu (15/6). Presiden Jokowi berangkat dari Bandar Udara Internasional Ngurah Rai, Bali setelah menghadiri Munas Golkar di Nusa Dua.
Kunjungan Presiden Jokowi merupakan kunjungan untuk memenuhi undangan Presiden Korea Selatan Park Geun-hye.
"Dalam pertemuan dengan Presiden Park, Presiden akan mengajak Korea Selatan yang telah menjadi salah satu mitra strategis Indonesia untuk menjadi mitra dalam 'Akselerasi Industrialisasi Indonesia,'” demikian disampaikan Tim Komunikasi Presiden (TKP) Ari Dwipayana seperti dilansir Sekretariat Kabinet (15/5).
Selain pertemuan dengan Presiden Park, Presiden Jokowi akan bertemu dengan diaspora dan masyarakat Indonesia, pemilik dan CEO perusahaan besar Korea, serta menjadi pembicara kunci dalam Asian Leaders Conference.
Setelah ke Korea Selatan, Presiden Jokowi juga akan akan berkunjungan ke Rusia, bertemu Presiden Rusia Vladimir dan menghadiri KTT ASEAN - Rusia.
BACA JUGA:
Bagikan
Berita Terkait
Duet Drum PM Jepang dan Presiden Korea Selatan, Diplomasi K-Pop untuk Hubungan Rumit
Mantan Presiden Korea Selatan Yoon Suk-yeol Dituntut Hukuman Mati, Sidang Putusan Dijadwalkan 19 Februari
Mantan Presiden Korea Selatan Yoon Suk-yeol Dituntut Hukuman Mati, Dituduh Makar dan Antinegara
Aksi Kemanusiaan Nelayan Indramayu Sugianto di Korea Selatan Diganjar Penghargaan dari Presiden Lee Jae-myung
Film Pendek Natal Shin Woo Seok Resmi Rilis, Lagu 'The Christmas Song' yang Byeon Woo Seok Jadi Sorotan
Chef Paik Jong-won Balik ke TV, Diam-Diam Hapus Video Pengumuman Hiatus
JF3 Fashion Festival Bawa Industri Mode Indonesia ke Kancah Global, akan Tampil di Busan Fashion Week 2025
Prabowo Akui Belajar soal Etos Kerja dari Orang Korea, Natal dan Idul Fitri Tetap Latihan
Bukan Oppa K-Pop! Ternyata Inilah Idola Utama Presiden Prabowo Subianto dari Korea Selatan
Penyelundupan hingga Narkotika Bikin Prabowo ‘Ngeri’, Dianggap Jadi Bahaya Nyata bagi Masa Depan Perekonomian