Kunjungi Rusia, Jokowi Bahas Soal Pertahanan
Presiden Jokowi (Foto: MP/Afditya Iman)
Merahputih Nasional- Presiden RI Joko Widodo berencana mengunjungi Rusia dalam waktu dekat ini. Lawatan yang dijadwalkan 18-20 Mei 2016 itu guna meningkatkan kerjasama RI-Rusia diberbagai bidang, salah satunya pertahanan.
Direktur Kawasan Eropa Tengah dan Timur Kementerian Luar Negeri (Kemlu) Witjaksono Adji mengatakan, Presiden Jokowi akan terbang ke Sochi, Rusia, usai bertandang ke Korsel. Di Rusia Presiden akan langsung bertemu dengan Presiden Rusia Vladimir Putin.
"Untuk bilateral, hal-hal yang akan dibahas berkisar pada masalah ekonomi, salah satunya upaya perluasan akses pasar bagi produk-produk unggulan Indonesia," ungkapnya.
Selain membicarakan soal ekonomi dan investasi, kunjungan perdana Jokowi ke Rusia ini juga akan membahas soal pertahanan dan keamanan kedua negara.
"Tujuan utama kunjungan kerja Presiden Jokowi ke Rusia juga adalah untuk menghadiri undangan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Peringatan 20 tahun Kerja Sama ASEAN-Rusia, yang akan berlangsung di Sochi pada 19-20 Mei 2016," jelasnya.
BACA JUGA:
- Fahri Hamzah Protes Lalu Puji Jokowi
- "Feeling" Jokowi Tim Thomas dan Uber Bakal Menang
- Ngakak, Santri Ini Sukses Bikin Jokowi Tertawa Terpingkal-pingkal
- Jokowi Peringati Isra Mi'raj Bersama Santri Pondok Pesantren Tegalrejo Magelang
- Presiden Jokowi Ingin Pemerkosa Yn Dihukum Berat
Bagikan
Berita Terkait
China dan Rusia Perkuat Kerja Sama Hadapi Hukum Rimba Global
1.440 WNI Datangi KBRI Phnom Penh Ingin Balik ke Indonesia
Trump Tetap Salahkan Rusia di Balik Rencana Ambil Greenland
Jadi Tentara Bayaran Rusia, Desersi Brimob Bripda MR ‘Pamer’ Gaji Rubel ke Provos
Bripda Rio Desersi Brimob Aceh Gabung Tentara Rusia Sudah Dipecat Tidak Hormat
Jejak Hitam Bripda MR, Desersi Brimob Aceh yang Gabung Tentara Bayaran Rusia
Kemenlu Belum Akan Evakuasi WNI Dari Iran
WNI Anak Terkait ISIS Dibui Hampir 8 Bulan di Yordania, Kemenlu Pastikan Kondisinya Sehat
WNI Anak di Yordania Diduga Dukung ISIS, Kemenlu Pantau Proses Hukum
4 ABK WNI Diculik Bajak Laut, KBRI Desak Tanggung Jawab Perusahaan Kapal