Polres Tangerang Pisah dari Polda Metro Jaya
Kapolda Banten Brigjen Pol Boy Rafli Amar (foto/divisi humas Mabes Polri)
MerahPutih Megapolitan - Kepolisian Resort (Polres) Tangerang akan segera memisahkan diri dari kepolisian Daerah (Polda) Metro Jaya dan bergabung ke Polda Banten.
"Kita siap menerima bergabungnya Polres Tangerang ke Polda Banten," kata Kapolda Banten, Brigjen Pol Boy Rafli Amar seperti dilansir dari laman facebook Divisi Humas Polri, Selasa (16/6).
Pembahasan terkait hal ini sudah menuju tahap finalisasi. Boy yakin perpindahan wilayah hukum Polres Tangerang tidak akan menimbulkan pro dan kontra di tengah masyarakat.
Perpindahan ini diyakini akan mempermudah masyarakat untuk mengurus segala keperluan. Misalnya dalam pembuatan Surat Izin Mengemudi, masyarakat Tangerang tak perlu lagi jauh-jauh ke Jakarta.
"Yang terpenting saat ini inventarisasi sumber daya yang dimiliki. Kemudian dilakukan kajian lebih mendalam terkait keberadaan organisasi tersebut di bawah Polda Banten," tandas alumnus Akpol tahun 1988. (mad)
BACA JUGA:
Selama Ramadan Panti Pijat di Jakarta Tutup
Kapolda Metro Jaya Siap Tindak Tegas Ormas Anarkis
Polisi Larang Ormas Lakukan Sweeping Selama Ramadan
Bagikan
Bahaudin Marcopolo
Berita Terkait
Kasus Ijazah Palsu Jokowi Masuki Babak Baru, Berkas Roy Suryo Cs Dilimpahkan ke Kejaksaan
Polda Metro Jaya Bongkar Lab Narkoba Etomidate di Apartemen Pluit, 2 WNA China Ditangkap
Polisi Ngaku Belum Lakukan Pemeriksaan Saksi Atas Laporan ke Komika Pandji
Polda Metro Terima 3 Barang Bukti Laporan Pemidanaan Pandji: Flashdisk Hingga Rilis
Penyelidikan Kasus Kematian Arya Daru Dihentikan, Polisi Buka Peluang Jika Ada Bukti Baru
Kasus Kematian Arya Daru Dihentikan, Polda Metro Jaya tak Temukan Bukti Pidana
Dilaporkan ke Polisi, Pandji Pragiwaksono Buka Suara soal Materi Stand Up 'Mens Rea'
Pandji Pragiwaksono Dilaporkan atas Dugaan Penghasutan, Polisi Segera Lakukan Pendalaman
Polda Metro Jaya Gandeng 3 Kejati Sinkronkan KUHP Biar Rakyat Gampang Pantau Kasus
Kapolda Metro Perintahkan Kapolres Perkuat Deteksi Dini, Bikin Jakarta 'Nol' Tawuran