Pengembangan Blok Masela dengan Sistem Pipanisasi Tidak Tepat

Luhung SaptoLuhung Sapto - Sabtu, 02 Januari 2016
Pengembangan Blok Masela dengan Sistem Pipanisasi Tidak Tepat

Ilustrasi petugas di kilang minyak (Foto Antara/Rivan Awal Lingga)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih Bisnis - Mantan Deputi Perencanaan Satuan Kerja Khusus Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas (SKK Migas) Aussie Gautama menegaskan pendapat yang disampaikan Menko Kemaritiman Rizal Ramli yang berkukuh ingin membangun kilang dengan sistem pipanisasi (onshore) di Blok Masela, Maluku Selatan tidak tepat. Menurutnya, sistem tersebut tidak akan memberikan dampak bagi industri lokal di sekitar wilayah tersebut. 

"Menurut saya tidak akan memberikan nilai tambah kepada industri lokal, dan tidak tepat. Karena dengan floating LNG, kapalnya memang dibuat di luar, tapi seluruh perangkat kilang akan dilakukan di Indonesia," katanya dalam diskusi bertajuk "Gaduh Blok Masela" di kawasan Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu (2/1). 

Aussie menambahkan pembangunan kilang dengan menggunakan sistem floating LNG/offshore justru akan menjadi katalis di sektor kemaritiman di Indonesia. Selain itu, ini akan menjadi peluang bagi pemerintah untuk membangun kilang floating LNG terbesar di Indonesia.

"Kita tahu bahwa pemerintah pernah membuat kilang onshore (di darat) terbesar di Indonesia, dan sekarang satu kesempatan untuk bangun kilang floating LNG terbesar di Indonesia," tandasnya.

Seperti diketahui, Menko Kemaritiman Rizal Ramli berkukuh agar pembangunan kilang di Blok Masela menggunakan sistem pipanisasi (onshore). 

Rizal mengaku akan terus berjuang agar pembangunan kilang di Blok Masela dapat menggunakan sistem pipanisasi seperti keinginannya. Dengan demikian, masyarakat akan mendapatkan manfaat lebih besar ketimbang menggunakan LNG floating unit.(Abi)

BACA JUGA:

  1. SKK Migas Bayar Konsultan Rp3,8 Miliar untuk Kaji Blok Masela
  2. Kementerian ESDM Belum Putuskan Pengembangan Blok Masela
  3. Kementrian ESDM Galau Tentukan Harga BBM
  4. Buang Uang Negara, SKK Migas Ogah Laporkan KKKS Nakal ke Arbitrase
  5. SKK Migas Optimistis Target Lifting Minyak 825.000 bph Tercapai
#Blok Masela
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Luhung Sapto

Penggemar Jones, Penjelajah, suka makan dan antimasak
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Indonesia
LNG Abadi Masela Hadir untuk Dongkrak Ekonomi Lokal
Dirancang tidak hanya untuk memperkuat pasokan energi dalam negeri, tetapi juga memastikan manfaat ekonominya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat lokal.
Dwi Astarini - Rabu, 29 Juli 2026
LNG Abadi Masela Hadir untuk Dongkrak Ekonomi Lokal
Indonesia
Prabowo Minta Blok Masela Jadi Penggerak Ekonomi dan Kesejahteraan Indonesia Timur
Proyek strategis tersebut harus memberikan manfaat nyata bagi rakyat, bukan sekadar menghasilkan keuntungan bagi investor.
Dwi Astarini - Kamis, 16 Juli 2026
Prabowo Minta Blok Masela Jadi Penggerak Ekonomi dan Kesejahteraan Indonesia Timur
Indonesia
Bahlil Tidak Mau Tahu Blok Masela Harus Produksi Sebelum Pilpres 2029, Ini Motifnya
Ketum Golkar itu bahkan menyinggung latar belakang keluarganya yang berasal dari kawasan Masela
Wisnu Cipto - Kamis, 12 Februari 2026
Bahlil Tidak Mau Tahu Blok Masela Harus Produksi Sebelum Pilpres 2029, Ini Motifnya
Bagikan