Pemuda Butuh Lebih dari Sekedar Nusantara Berdendang Gedung tempat Sumpah Pemuda dikukuhkan. (bangunan-bersejarah.blogspot.co.id)

Inilah Merah Putih. Dan hari ini adalah Hari Sumpah Pemuda.

Sudah 88 tahun Hari Sumpah Pemuda diperingati di negeri ini. Dengan harapan para pencetus Sumpah Pemuda seperti J. Leimena, Soegondo Djojopoespito, Djoko Marsaid, AK Gani, WR Supratman dan delapan tokoh pemuda lainnya, Pemuda Indonesia menyatu dengan semangat yang senada.

Semangat Merdeka. Itu yang pertama. Kemudian setelah kemerdekaan berhasil diraih, harus ada Semangat Belajar. Artinya semua pemuda di tanah air ini, harus mengenyam bangku sekolah dari TK hingga lulus kuliah.

Di saat yang bersamaan para pemuda juga harus Semangat Berkarya. Dengan kemampuan yang dimiliki, dengan anugerah keahlian yang diterima, membuat karya nyata, yang bisa menghasilkan, diapresiasi dan bermanfaat setidaknya untuk lingkungan sekitar.

Juga yang tak kalah penting, Semangat Pemerataan. Sebagai pemuda-pemudi di negara yang merdeka, harus merata dari Aceh hingga Papua, semuanya merasakan pemerataan kesejahtaeraan. Tidak sulit mencari makan, tidak sulit mencari kerja, tidak sulit membangun rumah, dan tidak sulit merawat anak maupun orang tua kita.

Itulah sebetulnya arti Sumpah Pemuda yang diharapkan para pahlawan pendahulu kita.

Terus terang sebagai pemuda yang menjunjung tinggi Merah Putih, saya bosan. Betul bosan.

Bosan karena pemerintah (yang saya pernah tahu hingga saat ini) masih menjanjikan harapan. Masih berani menyatakan, “kita berharap.”

Salah satu pejabat kepresidenan, yang mengomentari pergelaran seni dan budaya “Nusantara Berdendang” mengatakan berharap bahwa kita semua menyadari bahwa ketika merayakan Sumpah Pemuda, kita juga merayakan dan menghargai keberagaman, sebuah jati diri bangsa Indonesia. Begitu katanya.

Artinya secara implisit, pejabat itu mengakui bahwa ada yang tidak menghargai keberagaman akan jati diri bangsa kita.

Jika boleh saya bertanya, apa artinya sebuah peringatan Sumpah Pemuda yang menampilkan pergelaran seni dan budaya itu?

Akankah memberi dampak yang lebih baik pada para pemuda di Papua? Apakah gaung perayaan Sumpah Pemuda di Istana Negara, bisa dirasakan manfaatnya bagi para pemuda pengangguran di kawasan Tanah Abang, atau yang lebih dekat lagi Petojo misalnya?

Di laman satu mesin pencari raksasa Google, saat diketik pengangguran, maka baris pertamanya bisa dibaca : Pengangguran di Bali Meningkat 6,76 persen.

Baris ketiganya : Tanpa Rumah Sakit Ibu dan Anak dan Orang Asli Papua Produktif, Namanya Bukan Pembangunan.

Belum lagi INDEF yang mencatat bahwa upah ril buruh tani dan buruh bangunan saat ini turun hingga 4,35 persen.

Bagi saya, apa yang dilakukan pemerintah selama ini belum cukup. Bagaimana kita bisa menjaga semangat Sumpah Pemuda agar para Pemuda memang bisa solid membangun negeri ini, jika pembangunan, pendidikan, kesehatan, kesejahteraan (bukan belum lagi) tidak juga bisa mereka rasakan. 

Bisa jadi kebosanan saya dengan harapan yang dijanjikan pemerintah untuk membangun para pemuda sebagai sumber daya manusia yang handal dan kompeten, tidak mempunyai arti apa-apa.

Namun saya berupaya mengingatkan, bahwa para pemuda di belahan timur Indonesia memiliki hak yang sama. Tapi bisa jadi kita sekarang malah berhutang kepada mereka.

Berhutang atas pembangunan sarana pendidikan yang lebih baik, berhutang atas pembangunan infrastruktur yang lebih baik, berhutang atas sarana transportasi yang pasti menggerakkan roda perekonomian. Berhutang atas kesehatan dan kesejahteraan para ibu anak-anak, pemuda, seluruh warga di Indonesia yang belum tersentuh kesejahteraan.

Janganlah harapan dan cita-cita mereka diombang-ambing.

Jangan sampai ada mereka yang kelaparan, tak bisa beraktivitas karena mahalnya BBM, atau masih banyak seribu kesulitan lainnya yang akan terjadi di sana karena kita tidak peduli.

Nusantara Berdendang hanya segelintir yang merasakan dampaknya. Sumpah. 

Sumpah Pemuda

Kami Putra-Putri Indonesia.

Bertanah Air Satu, tanah Air Indonesia.

Berbangsa Satu, Bangsa Indonesia.

Berbahasa Satu, Bahasa Indonesia.

Selamat Hari Sumpah Pemuda.

Dan kita semua memang harus menikmatinya. Secara nyata. (dsyamil)

BACA JUGA

  1. Patung Ir Soekarno di Plasa Manahan, Diresmikan Saat Sumpah Pemuda
  2. Maya Azeezah: Sumpah Pemuda Jaga Peradaban Bangsa
  3. Kemenpora Terus Berupaya Fasilitasi Kebutuhan Pemuda Kreatif

 

 

 



Zulfikar Sy

LAINNYA DARI MERAH PUTIH