Home Leaderboard 1
Home Leaderboard 1

"Netizen" Duga Aksi Mahasiswa Didalangi Mafia Migas?

Fredy WansyahFredy Wansyah - Selasa, 26 Mei 2015

Sejumlah mahasiswa menggelar aksi demonstrasi dengan mengenakan topeng Guy Fawkes di depan Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (21/5). (Foto: Antara)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih Nasional - Sebelumnya dikabarkan bahwa Presiden Joko Widodo (Jokowi) batal bertemu dengan Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI), Senin kemarin (25/5).

Akibat batalnya pertemuan ini banyak meme menyindir Jokowi yang merebak sebagai aksi kekecewaan BEM SI. Namun ada pihak, khususnya netizen, menduga ada kemungkinan keterkaitan demo BEM SI maupun KAMMI dengan keberadaan mafia migas.

Batalnya pertemuan Presiden Jokowi dengan perwakilan Badan BEM SI sontak menjadi perbincangan hangat. Alhasil, tagar #JokowiBohong lantas menjadi trending topic di Twitter. Bukan hanya kicauan perihal Jokowi yang "Ingkar Janji", hastag "Jokowi Bohong" juga diramaikan dengan berbagai meme yang menggambarkan Jokowi sebagai sosok pembohong

Namun di antara meme yang mengkritik ketidakhadiran Presiden Jokowi, ada seorang bernama akun twitter @andreOPA berpikir lebih kritis bahwa mahasiswa hanya dijadikan alat bagi para mafia migas. Dalam meme tersebut, mahasiswa disindir aksinya didalangi oleh mafia migas. Di salah satu meme menyebutkan. “Mahasiswa sejati ga perlu ‘bertopeng’, mungkin ini mafia migas berkedok mahasiswa”. Topeng yang dipakai dalam gerakan mahasiswa 20-21 Mei 2015 adalah topeng yang digunakan oleh Guy Fawkes, seorang militant Katolik Inggris yang memberontak karena kerajaan Inggris yang kala itu mulai didominasi Protestan Anglikan.

Topeng itu digunakan Guy Fawkes untuk melindungi identitasnya. Jika menggunakan topeng seperti itu, sama saja BEM SI dan Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) tidak bertindak jantan dan berusaha menutupi identitasnya. Jika mereka bertindak atas dasar kebenaran, untuk apa menutup identitasnya?

Tidak salah jika beberapa pihak menyangka bahwa mahasiswa itu menjadi kaki tangan para mafia Migas yang merasa terusik bisnis kotornya akibat pemerintah membubarkan PT Pertamina Energy Trading Limited (Petral) dan selanjutnya perusahaan-perusahaan di dalamnya akan dilikuidasi.

"Kami melihat bahwa peran Petral sudah tidak lagi signifikan dalam proses bisnis Pertamina sehingga kami putuskan mulai hari ini dilakukan penghentian kegiatan Petral," kata Direktur Utama Pertamina Dwi Sutjipto saat memberikan keterangan pers di Kementerian BUMN Jakarta, Rabu (13/5). (alx)

Baca Juga:

Aksi BEM SI di Depan Istana

Demonstrasi BEM Gulingkan Jokowi Ditunda

Alasan Batalnya Pertemuan BEM SI dengan Jokowi

#Mafia Migas #Guy Fawkes #KAMMI #BEM SI #Gulingkan Jokowi-JK #Gerakan Mahasiswa
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
Elite Politik Solid, Penghambat Reformasi Jilid II
Gerakan perubahan besar seperti yang terjadi pada 1998 membutuhkan kombinasi krisis ekonomi dan krisis politik yang berlangsung secara bersamaan.
Dwi Astarini - Jumat, 19 Juni 2026
Elite Politik Solid, Penghambat Reformasi Jilid II
Indonesia
Mensesneg Tanggapi Ultimatum BEM SI soal Rupiah, Klaim Pemerintah Terus Bekerja Keras
Mensesneg Prasetyo Hadi merespons ultimatum BEM SI yang memberi tenggat 18 hari kepada pemerintah untuk mengatasi pelemahan rupiah.
Ananda Dimas Prasetya - Jumat, 12 Juni 2026
Mensesneg Tanggapi Ultimatum BEM SI soal Rupiah, Klaim Pemerintah Terus Bekerja Keras
Indonesia
Polisi akan Alihkan Massa Demo Mahasiswa dari Bundaran HI, Ada Potensi Ganggu Lalu Lintas Perekonomian
Polisi menyebut Bundaran HI merupakan tempat perekonomian.
Dwi Astarini - Jumat, 12 Juni 2026
Polisi akan Alihkan Massa Demo Mahasiswa dari Bundaran HI, Ada Potensi Ganggu Lalu Lintas Perekonomian
Indonesia
7 Polisi Diduga Terlibat Mafia BBM Subsidi Diperiksa di Polda Papua Barat Daya
Polda Papua Barat Daya periksa tujuh polisi diduga terlibat mafia BBM subsidi di Sorong.
Wisnu Cipto - Rabu, 22 April 2026
7 Polisi Diduga Terlibat Mafia BBM Subsidi Diperiksa di Polda Papua Barat Daya
Indonesia
Komisi XII DPR Soroti Mafia Migas, Penyalahgunaan BBM Dinilai sebagai Kejahatan Sistematis
Anggota Komisi XII DPR, Rico Alviano, mendesak penegakan hukum untuk mafia migas. Hal itu terungkap setelah ditemukan pelangsiran BBM.
Soffi Amira - Jumat, 30 Januari 2026
Komisi XII DPR Soroti Mafia Migas, Penyalahgunaan BBM Dinilai sebagai Kejahatan Sistematis
Indonesia
Kejagung Telusuri Semua Aset Pengusaha Minyak Riza Chalid, Cari Juga Perusahaan Terafiliasi
Masyarakat yang memiliki informasi mengenai Riza Chalid, agar bisa menyampaikan kepada penyidik pada Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus (Jampidsus).
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 18 September 2025
Kejagung Telusuri Semua Aset Pengusaha Minyak Riza Chalid, Cari Juga Perusahaan Terafiliasi
Indonesia
Polisi Diminta Usut Tuntas Kematian Mahasiswa Amikom, Bonnie Triyana: Tidak Ada Alasan yang Membenarkan Kekerasan Aparat Terhadap Pengunjuk Rasa
Kebebasan menyampaikan pendapat melalui unjuk rasa dijamin oleh konstitusi
Angga Yudha Pratama - Selasa, 02 September 2025
Polisi Diminta Usut Tuntas Kematian Mahasiswa Amikom, Bonnie Triyana: Tidak Ada Alasan yang Membenarkan Kekerasan Aparat Terhadap Pengunjuk Rasa
Indonesia
Situasi Belum Kondusif, BEM SI Batalkan Aksi Indonesia C(emas) Jilid II Hari Ini
Alasan pembatakan aksi karena kondisi di lapangan dinilai belum kondusif dan masih marak kejadian kericuhan yang terjadi sejak akhir pekan kemarin.
Wisnu Cipto - Selasa, 02 September 2025
Situasi Belum Kondusif, BEM SI Batalkan Aksi Indonesia C(emas) Jilid II Hari Ini
Indonesia
BEM SI Gelar Demo, Ribuan Polisi Disebar di Sekitar Monas
seluruh personel pengamanan tidak dibekali senjata api dan diminta untuk mengedepankan pendekatan humanis.
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 28 Juli 2025
BEM SI Gelar Demo, Ribuan Polisi Disebar di Sekitar Monas
Indonesia
Polisi Peringatkan Massa Mahasiswa ‘Indonesia Gelap’ Tak Anarkis dan Rusak Fasilitas Umum
BEM SI kembali menggelar aksi 'Indonesia Gelap' di kawasan Monas.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 19 Februari 2025
Polisi Peringatkan Massa Mahasiswa ‘Indonesia Gelap’ Tak Anarkis dan Rusak Fasilitas Umum
Bagikan