NASA Menguliti Pesawat Ruang Angkasa Tua

Fadhli Fadhli - Minggu, 23 Agustus 2015
NASA Menguliti Pesawat Ruang Angkasa Tua

Pesawat ulang-alik Endeavour. (Foto: NASA)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih Sains - NASA ternyata telah menguliti pesawat ruang angkasa tua dan menggunakan kembali bagian yang masih layak pakai. Hal ini memang harus dilakukan mengingat dana yang terbatas, padahal sebuah penelitian membutuhkan dana yang besar.

Salah satu bagian yang baru-baru ini digunakan lagi adalah empat tangki air yang sebelumnya NASA gunakan pada pesawat ulang-alik Endeavour. Pada minggu ini NASA menggunakan kembali empat tangki itu untuk dijadikan tempat penyimpanan baru pada Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS).

Masing-masing tangki itu dapat menampung cairan hingga 300 liter, cukup untuk persediaan selama 25-27 hari di ISS. Dengan cara ini, juru bicara NASA, Daniel Hout mengatakan bahwa mereka “bisa sangat mengurangi biaya keseluruhan untuk membangun sistem baru.”

Tangki ini akan digunakan untuk teknologi baru NASA yang dapat mendaur ulang cairan seperti air urin dan keringat untuk dapat menjadi air bersih lagi. Sebelunya, NASA harus membuang banyak waktu dan biaya untuk mengantarkan air ke ISS dan membawa kembali limbah dari ISS.

Pesawat ulang-alik Endeavour kini telah menjadi bagian dari museum California Science Center selama beberapa tahun terakhir, tetapi NASA percaya bahwa tangkinya masih dalam kondisi baik. Seperti dikatakan sebelumnya, ini bukan kali pertama NASA menggunakan kembali bagian dari pesawat ruang angkasa.

Pada bulan Mei lalu, NASA menggunakan kembali tangki dari pesawat ulang-alik Atlantis dan mengambil tiga mesin utama Endeavour pada tahun lalu sebelum menyerahkannya ke museum. Kini NASA dikabarkan sedang menguji mesin itu pada Space Launch System.

 

Baca juga:

Peneliti: Gurita Sama dengan "Alien"

Hilang 1 Dekade, Ilmuwan Berhasil Temukaan Satelit Beagle 2

Gambar Terbaru Dione, Salah Satu Bulan Saturnus

Tumbuhan Sejenis Rumput Ini Dapat Usir Nyamuk

NASA Membangun Satelit untuk Prediksi Badai

#Ruang Angkasa #Pesawat #NASA
Bagikan
Ditulis Oleh

Fadhli

Berkibarlah bendera negerku, tunjukanlah pada dunia.

Berita Terkait

Indonesia
Pesawat Smart Air Jatuh di Perairan Nabire Diduga Akibat Gangguan Mesin
Pesawat Smart Air PK-SNS rute Nabire–Kaimana alami gangguan mesin dan mendarat darurat di Nabire. Seluruh penumpang selamat, Kemenhub lakukan investigasi.
Wisnu Cipto - Selasa, 27 Januari 2026
Pesawat Smart Air Jatuh di Perairan Nabire Diduga Akibat Gangguan Mesin
Lifestyle
AirAsia Gandeng Hyrox Asia Pasifik, Kembangkan Wisata Olahraga dan Gaya Hidup Aktif
AirAsia bekerja sama dengan Hyrox Asia Pasifik untuk mengembangkan wisata olahraga. Kolaborasi mencakup 15 kota dan diskon penerbangan bagi atlet.
Ananda Dimas Prasetya - Jumat, 23 Januari 2026
AirAsia Gandeng Hyrox Asia Pasifik, Kembangkan Wisata Olahraga dan Gaya Hidup Aktif
Indonesia
Kisah Haru di Balik Tragedi ATR 42-500: Adik Ipar Terjang Gunung Bulusaraung Demi Jemput Kakak Pulang ke Garut
Pihak keluarga menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada KKP, tim medis, dan otoritas terkait yang memfasilitasi seluruh proses, mulai dari pemberangkatan keluarga ke Makassar hingga penanganan jenazah
Angga Yudha Pratama - Kamis, 22 Januari 2026
Kisah Haru di Balik Tragedi ATR 42-500: Adik Ipar Terjang Gunung Bulusaraung Demi Jemput Kakak Pulang ke Garut
Indonesia
DPR Bongkar Keanehan Rute Pesawat ATR 42-500 yang Jatuh di Maros
Tak hanya soal navigasi, Lasarus juga menerima laporan mengenai riwayat teknis armada yang kurang prima
Angga Yudha Pratama - Rabu, 21 Januari 2026
DPR Bongkar Keanehan Rute Pesawat ATR 42-500 yang Jatuh di Maros
Indonesia
2 Jenazah Korban Jatuhnya Pesawat ATR 42-500 Berhasil Dievakuasi
Dalam proses evakuasi tersebut, personel sempat dihadapkan pada tantangan medan ekstrem dan cuaca yang sulit diprediksi.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 20 Januari 2026
2 Jenazah Korban Jatuhnya Pesawat ATR 42-500 Berhasil Dievakuasi
Indonesia
Keluarga Korban Pesawat Jatuh ATR 42-500 Serahkan Sampel DNA
Selain keluarga korban Muhammad Farhan di Sulsel, salah seorang keluarga korban lainnya Esther Aprilita sebagai pramugari di pesawat ATR tersebut juga mendatangi Biddokes di Provinsi Jawa Barat.
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 19 Januari 2026
Keluarga Korban Pesawat Jatuh ATR 42-500 Serahkan Sampel DNA
Indonesia
Tim SAR Temukan Serpihan Badan dan Ekor Pesawat ATR 42-500 yang Jatuh di Puncak Gunung Bulusaraung, Maros, Pencarian Korban Difokuskan Menemukan Penyintas
Penemuan serpihan pesawat ini menjadi petunjuk penting dalam mempersempit area pencarian.
Dwi Astarini - Minggu, 18 Januari 2026
Tim SAR Temukan Serpihan Badan dan Ekor Pesawat ATR 42-500 yang Jatuh di Puncak Gunung Bulusaraung, Maros, Pencarian Korban Difokuskan Menemukan Penyintas
Indonesia
Serpihan Pesawat ATR 42-500 Ditemukan di Puncak Bukit Bulusaraung
Badan pesawat ditemukan tim SAR darat setelah adanya laporan temuan serpihan dari tim yang melakukan penyisiran lokasi menggunakan pesawat.
Dwi Astarini - Minggu, 18 Januari 2026
Serpihan Pesawat ATR 42-500 Ditemukan di Puncak Bukit Bulusaraung
Indonesia
Polda Sulsel Siapkan Tim Identifikasi Jenazah Penumpang Pesawat ATR 42-500 yang Diduga Jatuh di Maros, Kapolda Jamin Hasil Keluar secara Cepat dan Akurat
Posko antemortem tersebut akan didirikan di Rumah Sakit TNI Angkatan Udara dr Dody Sardjito, kawasan Bandara Internasional Sultan Hasanuddin.
Dwi Astarini - Minggu, 18 Januari 2026
Polda Sulsel Siapkan Tim Identifikasi Jenazah Penumpang Pesawat ATR 42-500 yang Diduga Jatuh di Maros, Kapolda Jamin Hasil Keluar secara Cepat dan Akurat
Indonesia
Relawan Medis ke Aceh Transit Malaysia, DPR Soroti Mahalnya Harga Tiket Pesawat Domestik
Harga tiket pesawat domestik kembali disorot. DPR menilai mahalnya tiket dipicu PPN, avtur, dan bea masuk suku cadang, serta mendesak reformasi kebijakan.
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 13 Januari 2026
Relawan Medis ke Aceh Transit Malaysia, DPR Soroti Mahalnya Harga Tiket Pesawat Domestik
Bagikan