Musim Kemarau, Harga Pakan Hewan Kurban Naik 100 Persen

Noer ArdiansjahNoer Ardiansjah - Selasa, 22 September 2015
Musim Kemarau, Harga Pakan Hewan Kurban Naik 100 Persen

Pedagang hewan kurban di pinggir jalan Tanah Abang, Jakarta Pusat, Senin (21/9). (Foto: MerahPutih/Rizki Fitrianto)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih Megapolitan - Kemarau panjang yang melanda sejumlah wilayah Indonesia berdampak pada harga pakan untuk hewan kurban terutama sapi. Peternak atau penyabit kesulitan mendapat pakan ternak karena kekeringan.

Harga pakan yang mahal saat ini diungkapkan oleh salah seorang pedagang hewan kurban di wilayah Tanah Abang, Ujang (50). Ujang mengatakan, harga pakan melonjak naik hingga 100 persen dari harga biasa. Dari tempat pembelian pakan, lanjut Ujang, penjual pakan mengaku kesulitan mencari pakan karena kekeringan.

"Sekarang harga pakan sapi satu mobil saja Rp400 ribu yang biasanya hanya Rp200 sampai Rp300 ribu," katanya sambil bersantai di bawah teduhnya pohon, Selasa (22/9).

Pria asal Tasikmalaya ini melanjutkan, biaya untuk pakan sapi dan kambing sangat berbeda. Jika kambing bisa diberi pakan daun-daunan hijau di sekitar Tanah Abang, sapi harus diberi rumput yang harus dibeli dari tempat lain.

"Kambing kan bisa dikasih daun hijau, kalau (pakan) sapi harus beli dari Tanggerang," kata Ujang.

Ujang yang sudah membuka lapak sejak bulan lalu ini mengatakan, ia harus memesan pakan sapi sebanyak satu mobil bak terbuka tiap hari. Jika ditotal, Ujang sudah mengeluarkan uang Rp12 juta rupiah hingga hari ini.

"Ya itung aja Rp400 ribu kali 30 hari," kata Ujang.

Namun, biaya yang ia keluarkan untuk pakan sapi ternyata tak sebanding dengan apa yang ia dapat. Pasalnya, Ujang mengeluhkan sepinya pembeli tahun ini.

"Tahun ini sepi. Saya biasa bawa 50 sapi, harusnya udah abis. Sekarang masih sisa 10," keluhnya. (yni)

 

Baca Juga:

  1. Larangan Jual Hewan Kurban di Trotoar, Pedagang Resmi Kena Imbas
  2. Daftar Harga Hewan Kurban Tahun 2015
  3. Penertiban Pedagang Hewan Kurban Berujung Bentrok
  4. Histori dan Makna Berkurban
  5. Taman Pedongkelan, Keceriaan anak-anak dan Aroma Hewan Kurban
#Liputan Khusus #Kemarau #Musim Kemarau #Daftar Harga Hewan Kurban #Hari Raya Kurban #Hewan Kurban
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan
Follow Me

Berita Terkait

Indonesia
33 Kabupaten/Kota Terdampak Kekeringan, BPBD Jawa Tengah Salurkan 75,4 Juta Liter Air
Sebanyak 75,4 juta liter air bersih telah disalurkan ke 33 kabupaten/kota di Jawa Tengah akibat kekeringan. Distribusi menjangkau 2,34 juta jiwa.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 01 Oktober 2026
33 Kabupaten/Kota Terdampak Kekeringan, BPBD Jawa Tengah Salurkan 75,4 Juta Liter Air
Berita Foto
Kemarau Panjang, Danau Cinere Berubah Menjadi Hamparan Tanah Kering
Anak-anak berjalan di antara tanah yang retak akibat mengeringnya Danau Cinere di Depok, Jawa Barat, Selasa (23/9/2026).
Didik Setiawan - Rabu, 23 September 2026
Kemarau Panjang, Danau Cinere Berubah Menjadi Hamparan Tanah Kering
Indonesia
Beberapa Sektor Yang Terdampak Kemarau Panjang, Perlu Mitigasi dan Diperhatikan
Data analisis BMKG menunjukan sebanayk 25 wilayah akan mengalami Hari Tanpa Hujan (HTH) lebih dari 60 hari.
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 23 September 2026
Beberapa Sektor Yang Terdampak Kemarau Panjang, Perlu Mitigasi dan Diperhatikan
Indonesia
BMKG: Lebih dari 61 Persen Wilayah Indonesia Masih Kemarau, Bantul 131 Hari Tanpa Hujan
BMKG mencatat lebih dari 61 persen wilayah Indonesia masih kemarau. Bantul mengalami 131 hari tanpa hujan, musim hujan diprediksi mulai November-Desember 2026.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 23 September 2026
BMKG: Lebih dari 61 Persen Wilayah Indonesia Masih Kemarau, Bantul 131 Hari Tanpa Hujan
Indonesia
BMKG: Musim Hujan 2026/2027 Datang Terlambat di Banyak Wilayah Indonesia
BMKG memprediksi sebagian besar wilayah Indonesia memasuki musim hujan pada November-Desember 2026. Awalnya tak serentak dan sejumlah daerah diprediksi terlambat.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 23 September 2026
BMKG: Musim Hujan 2026/2027 Datang Terlambat di Banyak Wilayah Indonesia
Indonesia
El Nino Ekstrem Kepung NTB, Satwa Endemik Terancam Punah Dilindas Kemarau
El Nino ekstrem hingga Desember 2026 mengancam kepunahan satwa endemik NTB akibat kekeringan parah
Wisnu Cipto - Kamis, 17 September 2026
El Nino Ekstrem Kepung NTB, Satwa Endemik Terancam Punah Dilindas Kemarau
Indonesia
BPBD DKI Ingatkan Potensi Kekeringan, Warga Diminta Hemat Air
Wilayah yang masuk kategori Awas meliputi Jakarta Barat, Jakarta Pusat, Jakarta Timur, Jakarta Utara, serta Kabupaten Kepulauan Seribu.
Dwi Astarini - Senin, 14 September 2026
BPBD DKI Ingatkan Potensi Kekeringan, Warga Diminta Hemat Air
Indonesia
Kemarau Panjang Makin Terasa, 2.000 Santri Gelar Salat Istisqa dan Panjatkan Doa
Sebanyak 2.000 santri Ponpes Budi Utomo menggelar Salat Istisqa di tengah kemarau panjang yang melanda sejumlah wilayah Soloraya.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 10 September 2026
Kemarau Panjang Makin Terasa, 2.000 Santri Gelar Salat Istisqa dan Panjatkan Doa
Indonesia
BMKG Buka-bukaan soal El Nino Sangat Kuat, Musim Hujan Baru Datang Oktober
BMKG mengingatkan ancaman El Nino sangat kuat saat musim kemarau 2026. Musim hujan diprediksi mulai bertahap pada pertengahan Oktober 2026.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 07 September 2026
BMKG Buka-bukaan soal El Nino Sangat Kuat, Musim Hujan Baru Datang Oktober
Indonesia
Masuki Puncak Musik Kemarau, BMKG Keluarkan Peringatan Berbagai Dampak Bencana
Musim kemarau tahun ini diperparah dengan aktifnya fenomena El Nino dengan intensitas sangat kuat. El Nino diperkirakan masih akan berlangsung sampai awal 2027
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 07 September 2026
Masuki Puncak Musik Kemarau, BMKG Keluarkan Peringatan Berbagai Dampak Bencana
Bagikan