Meski Bersitegang, Keluarga Korea Utara dan Korea Selatan Adakan Reuni
Keluarga Korea Utara dan Korea Selatan adakan reuni. (Foto: BBC)
MerahPutih Internasional - Para keluarga di Korea Utara dan Korea Selatan berencana akan melakukan reuni setelah terpisah akibat perang saudara sejak 1950-1953 lalu.
Seperti diberitakan BBC, keluarga yang kini berbeda negara itu tengah menggelar perundingan untuk menyelenggarakan reuni. Dalam perundingan tersebut, dihadiri juga pejabat Palang Merah di Desa Panmunjom yang tinggal di perbatasan kedua negara.
Rencana itu merebak setelah kedua negara bersitegang pada akhir bulan lalu. Namun dari sekian banyak peminat, hanya akan ada sedikit yang dipilih karena berdasarkan keterangan Kementerian Pertahanan Korsel, militer Korut telah mengerahkan kekuatan artileri dua kali lipat.
Jika reuni ini berjalan mulus, maka akan menjadi reuni terbaru mereka sejak 2014 lalu. Sebelumnya acara ini telah digelar beberapa kali dan peminatnya mencapai puluhan ribu.
Baca Juga:
Korut Bantah Pernah Minta Maaf pada Korsel
Kim Jong-un Tak akan Biarkan Korsel dan AS Permalukan Korut
Pamer Kemajuan Negara, Korsel Putar Lagu K-Pop untuk Korut di Perbatasan
Korut dan Korsel Capai Kesepakatan
Bagikan
Berita Terkait
Duet Drum PM Jepang dan Presiden Korea Selatan, Diplomasi K-Pop untuk Hubungan Rumit
Mantan Presiden Korea Selatan Yoon Suk-yeol Dituntut Hukuman Mati, Sidang Putusan Dijadwalkan 19 Februari
Mantan Presiden Korea Selatan Yoon Suk-yeol Dituntut Hukuman Mati, Dituduh Makar dan Antinegara
Aksi Kemanusiaan Nelayan Indramayu Sugianto di Korea Selatan Diganjar Penghargaan dari Presiden Lee Jae-myung
Film Pendek Natal Shin Woo Seok Resmi Rilis, Lagu 'The Christmas Song' yang Byeon Woo Seok Jadi Sorotan
Chef Paik Jong-won Balik ke TV, Diam-Diam Hapus Video Pengumuman Hiatus
JF3 Fashion Festival Bawa Industri Mode Indonesia ke Kancah Global, akan Tampil di Busan Fashion Week 2025
Prabowo Akui Belajar soal Etos Kerja dari Orang Korea, Natal dan Idul Fitri Tetap Latihan
Bukan Oppa K-Pop! Ternyata Inilah Idola Utama Presiden Prabowo Subianto dari Korea Selatan
Penyelundupan hingga Narkotika Bikin Prabowo ‘Ngeri’, Dianggap Jadi Bahaya Nyata bagi Masa Depan Perekonomian