Soal PRJ Senayan, Keterangan Djarot dan Ahok Beda
Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (kiri) didampingi Wakil Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat . (Foto Antara/Teresia May)
MerahPutih, Megapolitan-Gara-gara mengeluarkan izin Pelaksanaan Pasar Rakyat Jakarta (PRJ) di Senayan Wakil Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat disemprot Gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama atau akrab disapa Ahok. Djarot membantah dirinya tidak mengeluarkan surat izin melainkan hanya surat dukungan.
Panitia tidak meminta dana dari Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) DKI. Pengunjung yang hendak menghadiri acara tersebut pun tidak gratis alias dipungut biaya.
Data yang diperoleh Merahputih.com, surat yang menggunakan kop yang tertuliskan Pemprov DKI dan ditandatangani oleh Djarot itu merupakan bentuk dukungan. Pasalnya, sebelumnya Djarot hanya memberikan paraf pada surat itu sehingga surat yang dbuat oleh Dinas UMKM tersebut akhirnya direvisi.
Selain itu, dalam surat tersebut juga tertera tembusan kepada Gubernur DKI Jakarta. Namun, hal ini dibantah mantan Bupati Belitung Timur itu. Ahok mengimbau agar Djarot memberinya notulensi rapat setiap kali menerima audiensi dengan perusahaan atau instansi. Enam bulan sejak Djarot menduduki posisi Wagub. Ahok mengatakan Djarot jarang memberikan notulen rapat.
"Kalau anda rapat dengan perusahaan apapun, supaya saya tahu. Anda buat notulen rapat. Suruh staf (membuatnya). Paling banyak satu setengah lembar tiap pertemuan. Itu staf enggak pernah bikinin," ujar Ahok pada Senin (1/6) lalu.
Jika Ahok mengaku tidak pernah menerima notulen rapat sementara Djarot berkeras sudah ada tembusan dari Gubernur lalu mengapa surat tersebut baru diterima Ahok Senin lalu? (Rfd)
Baca Juga:
Wagub Djarot: Ijazah Palsu Menunjukkan Masyarakat Gila Gelar
Ahok Beberkan Kecurangan PKL Monas
Gubernur dan Wagub DKI Jakarta Pernah Minum Minuman Beralkohol
Bagikan
Berita Terkait
Pramono Anung Resmikan Waduk Batu Licin di Cipayung, Perkuat Pengendalian Banjir
Hadiri Haul ke-85 M.H. Thamrin, Pramono Anung Tegaskan Komitmen Jaga Nilai Perjuangan
PAM Jaya Bangun Gedung Sentra Pelayanan, Gubernur Pramono: Fondasi Layanan Air Jakarta Kian Kuat
Gubernur Pramono Dorong Percepatan MRT Jakarta hingga Kota Tua, Ditargetkan Beroperasi 2029
Pramono Anung Dorong PAM Jaya IPO 2027, Saham Publik Maksimal 30 Persen
Presiden Prabowo Ungkap Dukungan untuk Gubernur DKI Jakarta, Pramono: kalau sudah Jadi Gubernur enggak Ada Urusan Kepartaian
Monorel Mangkrak Rasuna Said Dibongkar Januari 2026, Pramono: Tanpa Penutupan Jalan
Tawuran Berulang di Manggarai, Pramono Anung: Ada yang Sengaja Memicu
Tanpa Kembang Api, Malam Tahun Baru Jakarta Diisi Doa dan Pesan Kemanusiaan
APBD Jakarta 2026 Rp 81,32 Triliun, Masih Fokus Masalah Banjir hingga Kemacetan