Menag: Ramadan Warung Tak Harus Dipaksa Tutup
Twitter Lukman hakim
MerahPutih Nasional - Bulan Ramadan segera tiba, pembicaran soal menyambut datangnya bulan suci umat Islam itu pun mulai terdengar, khususnya di media sosial.
Melalui akun Twitternya, Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin meminta agar warung-warung tidak harus ditutup saat umat Islam melaksanakan ibadah puasa di bulan Ramadan.

Menurut Menag, umat Islam harus toleran dan saling menghormati juga menghargai hak umat lain yang tak berkewajiban untuk berpuasa.
"Warung2 tak perlu dipaksa tutup. Kita hrs hormati juga hak mrk yg tak berkewajiban dan tak sedang berpuasa," tulis Menag.
Kicauan ini muncul setelah akun Agung Prasetyo Utomo meminta agar warung-warung ditutup saja saat bulan Ramadan tiba.
Namun menurut Menag, hal ini tidak mencerminkan sikap toleransi umat beragama.
"Hemat saya, kita semua saling menghormati hak orang lain," balas Lukman.
BACA JUGA:
Jokowi Resmikan Tol Cikampek–Palimanan Sebelum Puasa
Kado Bulan Ramadan, Pemerintah Menaikkan Harga Kebutuhan Pokok
Ramadan Nanti Suhu di Arab Saudi akan Mencapai 65 Derajat Celsius
Bagikan
Berita Terkait
Janji Kebut Izin Pembangunan Rumah Ibadah Semua Agama, Menag Singgung Teladan Nabi
Baratan: Tradisi Unik Nisfu Sya'ban di Jepara Sebagai Simbol Keselamatan Menjelang Bulan Suci Ramadan
Nisfu Syaban 1447 Hijriah Jatuh 3 Februari 2026, Momentum Emas Raih Syafaat Nabi Muhammad
KUA Dapat Tugas Baru, Jadi Ruang Konsultasi Keluarga dan Pencegahan Perceraian
Menteri Agama RI Ajak Umat Kristiani Rawat Keluarga dan Bumi di Momen Natal 2025
Menag Tegaskan Pemerintah tak Campuri Penunjukan Zulfa Mustofa sebagai Pj Ketum PBNU
Soal Isu Perebutan Kekuasaan di PBNU, Menag: Pemerintah tak Terlibat dalam Urusan Internal
Menteri Agama Siapkan Puluhan Kampus UIN dan Pesantren di Seluruh Indonesia, Tempat Anak-Anak Palestina yang Putus Sekolah
Menteri Agama Geram Ada Pendakwah Lecehkan Anak-Anak, tak Bisa Menoleransi Tindakan yang Mencederai Nilai Kemanusiaan
Menag Ungkap Pagu Efektif Pendidikan Islam 2025 Disesuaikan Jadi Rp 26,11 Triliun