Megawati Ceritakan Awal Terbentuknya Bamusi

Noer ArdiansjahNoer Ardiansjah - Kamis, 08 September 2016
Megawati Ceritakan Awal Terbentuknya Bamusi

Megawati Soekarnoputri saat berada di Solo (Foto: MerahPutih/Win)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih Nasional - Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri mengatakan adalah sebuah proses dari sebuah organisasi ketika Baitul Muslimin Indonesia (Bamusi) melakukan pergantian kepengurusan melalui kongres.

"Saya ini susah kalau kumpul dengan pimpinan tokoh Islam. Saya kalau ada para tokoh Islam disuruh ngomong, aduh kalah deh saya," kata Megawati saat memberikan kata sambutan di acara Pelantikan Pengurus Pusat Bamusi di kantor DPP PDIP, Jalan Diponegoro, Jakarta Pusat, Kamis (8/9).

Megawati mengaku, pada saat Bamusi dibentuk sempat berdiskusi dengan almarhum Taufik Kiemas tentang merancang sayap dari PDIP.

"Saat itu, saya sempat berdiskusi dengan suami saya Taufik Kiemas tentang rancangan Bamusi ini. Beliau mengatakan, 'ya sudah kamu memikirkan organisasi partai saja.' Mulailah direncanakan dan diolah bagaimana wajah dari organisasi partai yang dinamakan Partai Demokrasi Indonesia menjadi Partai Demokrasi Perjuangan. Itu marwah sebenarnya memang ada di dalam agama Islam meskipun kita ideologinya Pancasila, itu sebenarnya semua agama termaktub dalam organisasi kita ini," tuturnya.

Pada 2007, sambungnya, karena di PDIP mulai merancang Baitul Muslimin. Ternyata, Baitul Muslimin mendapat respons positif dari masyarakat.

"Alhamdulillah ternyata Baitul Muslimin mendapatkan simpatisan. Semakin hari semakin banyak yang berkehendak masuk di Baitul Muslimin dan itu bagian dari organisasi politik yang bernama PDI Perjuangan. Saya pernah bicara dengan Pak Said. Waktu itu, pengurus Muhammadiyah bersilaturahmi ke rumah kami," tuturnya. (Abi)

BACA JUGA:

  1. Namanya Pemimpin, Megawati: Tidak Boleh Lupa Akar
  2. Di Hadapan Ratusan Kader PDIP, Megawati Puji Risma
  3. Kata Megawati soal Sekolah Partai
  4. Prasetyo Janji Akan Sampaikan Surat dari Aktivis 98 ke Megawati
  5. Megawati Resmikan Sekolah Partai
#Megawati Soekarnoputri
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan
Follow Me

Berita Terkait

Indonesia
Bambang Harymurti Pimpin Bedah Buku Erros Djarot, Megawati Duduk Bersanding Bersama Elit Politik Nasional
Memasuki agenda utama, sesi bedah buku autobiografi jilid 2 dan 3 ini dipandu langsung oleh jurnalis senior Bambang Harymurti yang bertindak sebagai moderator
Angga Yudha Pratama - Minggu, 09 Agustus 2026
Bambang Harymurti Pimpin Bedah Buku Erros Djarot, Megawati Duduk Bersanding Bersama Elit Politik Nasional
Indonesia
Kudatuli dan Profesionalitas TNI, Andi Widjajanto Ingatkan lagi Amanat Jenderal Soedirman
Peristiwa bersejarah itu pada hakikatnya menyasar elemen masyarakat bawah yang menyuarakan aspirasinya.
Dwi Astarini - Selasa, 28 Juli 2026
Kudatuli dan Profesionalitas TNI, Andi Widjajanto Ingatkan lagi Amanat Jenderal Soedirman
Indonesia
Megawati Resmikan Monumen Kudatuli, Tegaskan Api Perjuangan tak Padam
Peresmian monumen ini menjadi puncak peringatan 30 tahun insiden berdarah pada 27 Juli 1996 di kantor DPP PDI, Jalan Diponegoro, Jakarta Pusat.
Dwi Astarini - Senin, 27 Juli 2026
Megawati Resmikan Monumen Kudatuli, Tegaskan Api Perjuangan tak Padam
Berita Foto
Megawati Soekarnoputri Resmikan Monumen Kudatuli di Kantor Pusat PDIP
Ketua Umum DPP PDI Perjuangan (PDIP) Megawati Soekarnoputri meresmikan Monumen Kudatuli dan tabur bunga di DPP PDI Perjuangan, Jakarta, Senin (27/7/2026).
Didik Setiawan - Senin, 27 Juli 2026
Megawati Soekarnoputri Resmikan Monumen Kudatuli di Kantor Pusat PDIP
Indonesia
Megawati Resmikan Monumen Kudatuli, 30 Tahun Luka Demokrasi
Monumen Kudatuli di Menteng. Peringatan 30 tahun tragedi 27 Juli 1996 yang menewaskan 5 orang, melukai 149, dan 23 hilang.
Wisnu Cipto - Senin, 27 Juli 2026
Megawati Resmikan Monumen Kudatuli, 30 Tahun Luka Demokrasi
Indonesia
Refleksi Kudatuli, PDIP Serukan Dukungan untuk Pers yang Bebas dan Hukum tak Tebang Pilih
Dalam merefleksikan jalannya sejarah masa lalu, PDIP berkomitmen mendorong agar iklim perpolitikan Tanah Air menjunjung tinggi nilai peradaban.
Dwi Astarini - Rabu, 22 Juli 2026
Refleksi Kudatuli, PDIP Serukan Dukungan untuk Pers yang Bebas dan Hukum tak Tebang Pilih
Indonesia
Refleksi 30 Tahun Kerusuhan 27 Juli 1996, Megawati Ingatkan Soal Netralitas Aparat dan Fenomena Buzzer
Selain menyoroti kinerja aparat, Megawati juga mengungkapkan keprihatinannya terhadap maraknya fenomena buzzer di media sosial yang didominasi oleh anak muda.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 21 Juli 2026
Refleksi 30 Tahun Kerusuhan 27 Juli 1996, Megawati Ingatkan Soal Netralitas Aparat dan Fenomena Buzzer
Indonesia
Nama Jalan Soekarno di Rabat, Tanda Cinta Maroko untuk Indonesia
Lokasi Jalan Soekarno itu sangat terkenal di Rabat, lokasinya dekat dengan gedung parlemen.
Dwi Astarini - Selasa, 21 Juli 2026
Nama Jalan Soekarno di Rabat, Tanda Cinta Maroko untuk Indonesia
Indonesia
Jurnalis Senior Ungkap Cara Orde Baru Kendalikan Media, dari Diksi hingga Isi Berita
Aparat saat itu secara rutin menghubungi redaksi untuk memantau pemberitaan.
Dwi Astarini - Senin, 20 Juli 2026
Jurnalis Senior Ungkap Cara Orde Baru Kendalikan Media, dari Diksi hingga Isi Berita
Indonesia
Catatan Jurnalis saat Peristiwa Kudatuli: Sensor Ketat Militer dan Larangan Nama Megawati Soekarnoputri
Sebagai bagian dari upaya penghilangan pengaruh Sukarno oleh penguasa.
Dwi Astarini - Senin, 20 Juli 2026
Catatan Jurnalis saat Peristiwa Kudatuli: Sensor Ketat Militer dan Larangan Nama Megawati Soekarnoputri
Bagikan