Mega: "Yang Jantan Dong" Sinyalemen PDIP Alihkan Dukungan Kepada Ahok?

Zulfikar SyZulfikar Sy - Kamis, 24 Maret 2016
Mega:

Megawati Soekarnoputri

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

Merahputih Megapolitan- Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahya Purnama (Ahok), dinilai tidak jantan oleh Megawati Soekarnoputri. Sindiran bermakna multitafsir ini dilontarkan Putri Presiden RI pertama itu saat peluncuran buku berjudul "Megawati dalam Catatan Wartawan, Menangis dan Tertawa Bersama Rakyat," di Gedung Arsip Nasional, Jakarta Pusat, baru-baru ini.

Selain melempar sindiran, Megawati juga memamerkan sikap bermakna ganda dalam forum launcing buku karya 22 wartawan senior itu. Seperti, Mega menolak sumbangan dari Ahok dan bersedia memberikan buku pertama buat mantan Bupati Belitung Timur.

Pesan yang ambigu namun sarat dengan pernyataan riil terkait situasi politik menjelang Pilgub DKI 2017.

Apa maksud Megawati terkait sikapnya, masih misterius. Bahkan Ahok sendiri tidak memahami ucapan dan tindakan Mega pada malam peluncuran buku tersebut.

Isu yang beredar, Megawati marah besar atas tindakan "Teman Ahok" yang menyebar meme kocak Banteng Moncong Putih bersubang di telinga. Namun betulkah sindiran Mega terkait karikatur tersebut? hanya Megawati yang tahu.

Pernyataan Mega, jika dikaitkan dengan sikap Ahok dalam memimpin DKI, terang sangat kontroversial. Ahok merupakan pemimpin yang tegas, transparan dan tidak takut berkonfrontasi dengan lawannya.

Lalu apa pesan dibalik sindiran Mega? Yang jelas Ahok berani datang dan menemui Megawati pada malam peluncuran buku tersebut.

Mengulik perjalan kepemimpinan Ahok, Mega merupakan salah satu orang yang getol mendukung Ahok. Keakraban Mega dan Ahok disebut seperti anak dan seorang ibu. Namun belakangan hubungan itu seperti terlihat renggang lantaran Ahok lebih memilih maju sebagai calon independen pada Pilgub DKI 2017 mendatang.

Melihat dinamika acara peluncuran buku, terkesan kerenggangan itu seperti hilang saat Ahok dihadiahi buku pertama oleh Megawati. Mungkinkah Megawati mengindikasikan memberikan dukungan kepada Ahok? Kita tunggu saja.

BACA JUGA:

  1. Getok Pendemo, Ahok Beri Hadiah Pada Petugas Kebersihan Taman
  2. Lalui Jalur Independen, Fauzi Bahar Kritik Ahok
  3. Setelah Muncul Teman Ahok, Kini Hadir Sahabat Djarot
  4. Ahok Ancam Cabut Izin Usaha Perusahaan Taksi yang Rusuh
  5. PKB Belum Putuskan Dukung Ahok
#Megawati Soekarnoputri #Gubernur Ahok #Pilgub DKI 2017
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan
Follow Me

Berita Terkait

Indonesia
Megawati Absen, Puan Hadir Mewakili di Sidang Tahunan DPR 2026 di Senayan
Absennya Megawati itu diumumkan Ketua MPR Ahmad Muzani saat menyapa para tamu undangan Sidang Tahunan MPR, DPR, DPD 2026.
Dwi Astarini - Jumat, 14 Agustus 2026
Megawati Absen, Puan Hadir Mewakili di Sidang Tahunan DPR 2026 di Senayan
Indonesia
Megawati dan SBY Absen di Sidang Tahunan MPR/DPR 2026, Jokowi Dipastikan Hadir
Megawati dan SBY absen di Sidang Tahunan MPR/DPR 2026. Namun, Jokowi dipastikan hadir dalam sidang tersebut.
Soffi Amira - Jumat, 14 Agustus 2026
Megawati dan SBY Absen di Sidang Tahunan MPR/DPR 2026, Jokowi Dipastikan Hadir
Indonesia
PAN Setuju Dengan Megawati Tidak Ada Oposisi Dalam Politik Indonesia
Tidak ada satu pun pasal di dalam Undang-Undang Dasar 1945 yang mengenal istilah partai koalisi, partai oposisi, shadow cabinet maupun partai penyeimbang.
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 13 Agustus 2026
PAN Setuju Dengan Megawati Tidak Ada Oposisi Dalam Politik Indonesia
Indonesia
Bambang Harymurti Pimpin Bedah Buku Erros Djarot, Megawati Duduk Bersanding Bersama Elit Politik Nasional
Memasuki agenda utama, sesi bedah buku autobiografi jilid 2 dan 3 ini dipandu langsung oleh jurnalis senior Bambang Harymurti yang bertindak sebagai moderator
Angga Yudha Pratama - Minggu, 09 Agustus 2026
Bambang Harymurti Pimpin Bedah Buku Erros Djarot, Megawati Duduk Bersanding Bersama Elit Politik Nasional
Indonesia
Kudatuli dan Profesionalitas TNI, Andi Widjajanto Ingatkan lagi Amanat Jenderal Soedirman
Peristiwa bersejarah itu pada hakikatnya menyasar elemen masyarakat bawah yang menyuarakan aspirasinya.
Dwi Astarini - Selasa, 28 Juli 2026
Kudatuli dan Profesionalitas TNI, Andi Widjajanto Ingatkan lagi Amanat Jenderal Soedirman
Indonesia
Megawati Resmikan Monumen Kudatuli, Tegaskan Api Perjuangan tak Padam
Peresmian monumen ini menjadi puncak peringatan 30 tahun insiden berdarah pada 27 Juli 1996 di kantor DPP PDI, Jalan Diponegoro, Jakarta Pusat.
Dwi Astarini - Senin, 27 Juli 2026
Megawati Resmikan Monumen Kudatuli, Tegaskan Api Perjuangan tak Padam
Berita Foto
Megawati Soekarnoputri Resmikan Monumen Kudatuli di Kantor Pusat PDIP
Ketua Umum DPP PDI Perjuangan (PDIP) Megawati Soekarnoputri meresmikan Monumen Kudatuli dan tabur bunga di DPP PDI Perjuangan, Jakarta, Senin (27/7/2026).
Didik Setiawan - Senin, 27 Juli 2026
Megawati Soekarnoputri Resmikan Monumen Kudatuli di Kantor Pusat PDIP
Indonesia
Megawati Resmikan Monumen Kudatuli, 30 Tahun Luka Demokrasi
Monumen Kudatuli di Menteng. Peringatan 30 tahun tragedi 27 Juli 1996 yang menewaskan 5 orang, melukai 149, dan 23 hilang.
Wisnu Cipto - Senin, 27 Juli 2026
Megawati Resmikan Monumen Kudatuli, 30 Tahun Luka Demokrasi
Indonesia
Refleksi Kudatuli, PDIP Serukan Dukungan untuk Pers yang Bebas dan Hukum tak Tebang Pilih
Dalam merefleksikan jalannya sejarah masa lalu, PDIP berkomitmen mendorong agar iklim perpolitikan Tanah Air menjunjung tinggi nilai peradaban.
Dwi Astarini - Rabu, 22 Juli 2026
Refleksi Kudatuli, PDIP Serukan Dukungan untuk Pers yang Bebas dan Hukum tak Tebang Pilih
Indonesia
Refleksi 30 Tahun Kerusuhan 27 Juli 1996, Megawati Ingatkan Soal Netralitas Aparat dan Fenomena Buzzer
Selain menyoroti kinerja aparat, Megawati juga mengungkapkan keprihatinannya terhadap maraknya fenomena buzzer di media sosial yang didominasi oleh anak muda.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 21 Juli 2026
Refleksi 30 Tahun Kerusuhan 27 Juli 1996, Megawati Ingatkan Soal Netralitas Aparat dan Fenomena Buzzer
Bagikan