Media Massa Salah Satu Penyebab Percobaan Bunuh Diri

Bahaudin MarcopoloBahaudin Marcopolo - Jumat, 11 September 2015
Media Massa Salah Satu Penyebab Percobaan Bunuh Diri

(Ilustrasi Stop Bunuh Diri)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih Kesehatan - Pemberitaan yang dilakukan media massa mengenai penyebab seseorang melakukan bunuh diri atau percobaan bunuh diri ternyata bisa memicu orang lain untuk melakukan hal yang sama. Hal tersebut diutarakan oleh Dr. Albert Maramis dari Perhimpunan Dokter Spesialis Kesehatan Jiwa Indonesia.

Pasalnya, secara psikologis, orang yang sedang putus asa akan lebih terdorong untuk bunuh diri saat mengetahui terdapat berita bunuh diri yang memiliki cerita sama dengannya.

"Mempublikasikan data penyebab bunuh diri itu tidak akan menjadi solusi. Misal penyebab bunuh diri karena kemiskinan lantas kita harus bagi-bagi uang. Kalau karena kemiskinan harus diapain, pasrah dan apatis jadinya," kata Dr. Albert di Kementerian Kesehatan (Kemenkes), Jakarta Selatan, Jumat (11/9).

Benny Prawira dari Yayasan Into the Light pun sependapat dengan Dr Albert. Menurutnya media massa tidak perlu terlalu detail menjelaskan penyebab bunuh diri seseorang.

"Saya mengumpulkan data dari media dengan menyebabkan penyebab pembunuhan yang jelas. Sebenernya kita engga perlu menyebutkan ini loh. Kadang-kadang ada orang yang mengalami nasib yang sama akan memicu bunuh diri. Malah kadang alamatnya disebutkan dengan jelas. Saya engga ngerti apa prinsip jurnalistiknya begitu. Sampai keliatan banget," imbuh Benny.

Benny melanjutkan, dengan tidak detailnya pemberitaan media massa atas penyebab bunuh diri dapat memperkecil percobaan bunuh diri yang dilakukan seseorang.

"Ini tolong benar-benar diperhatikan kasus pencegahan bunuh diri. Saya percaya kok media juga bisa berperan pencegahan bunuh diri," jelasnya. (yni)

Baca juga:

Kemenkes Belum Punya Data Lengkap Penyebab Bunuh Diri

Bunuh Diri dan Upaya Pencegahannya

#Media Massa #Bunuh Diri
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
Kemenkes Kritik Film ‘Aku Harus Mati’, Khawatirkan Perilaku Meniru
Menurut pihak Kemenkes, baliho itu berpotensi memicu peniruan tindakan bunuh diri, terutama di tengah tren kenaikan signifikan angka kematian di Indonesia.
Dwi Astarini - Selasa, 07 April 2026
Kemenkes Kritik Film ‘Aku Harus Mati’, Khawatirkan Perilaku Meniru
Indonesia
CCTV Mall Ungkap Kronologis Detik-Detik Pria Bekasi Bunuh Diri di PIM 2
Kronologis detik-detik pria berinisial AYA (31) asal Bekasi yang tewas jatuh dari lantai 3 Pondok Indah Mall (PIM) 2, akhirnya dibuka ke publik.
Wisnu Cipto - Selasa, 10 Maret 2026
CCTV Mall Ungkap Kronologis Detik-Detik Pria Bekasi Bunuh Diri di PIM 2
Indonesia
Diduga Bunuh Diri Lompat dari Lantai 3 Pondok Indah Mall, Pria Misterius Sempat Sekarat hingga Tewas di Rumah Sakit
Seorang pria meninggal dunia usai melompat dari lantai 3 salah satu mall di Jakarta Selatan, Minggu (8/3) siang.
Frengky Aruan - Minggu, 08 Maret 2026
Diduga Bunuh Diri Lompat dari Lantai 3 Pondok Indah Mall, Pria Misterius Sempat Sekarat hingga Tewas di Rumah Sakit
Indonesia
Tragedi Anak Bunuh Diri di NTT, Wakapolri Minta Negara Hadir Lebih Cepat
Wakapolri menyoroti tragedi anak bunuh diri di NTT. Ia pun meminta negara bisa hadir lebih cepat.
Soffi Amira - Jumat, 06 Februari 2026
Tragedi Anak Bunuh Diri di NTT, Wakapolri Minta Negara Hadir Lebih Cepat
Indonesia
Iwakum Soroti Ancaman AI terhadap Media: Krisis Ekonomi, Martabat, hingga Demokrasi
AI kini dinilai menjadi ancaman terhadap media. Iwakum menilai, fenomena ini memicu tiga krisis sekaligus.
Soffi Amira - Kamis, 05 Februari 2026
Iwakum Soroti Ancaman AI terhadap Media: Krisis Ekonomi, Martabat, hingga Demokrasi
Indonesia
Kasus Anak Bunuh Diri di Ngada, Gubernur NTT: Kami Gagal Urus Kemiskinan
Gubernur NTT, Emanuel Melkiades Laka Lena, merasa gagal usai seorang anak bunuh diri karena tak mampu bersekolah.
Soffi Amira - Kamis, 05 Februari 2026
Kasus Anak Bunuh Diri di Ngada, Gubernur NTT: Kami Gagal Urus Kemiskinan
Indonesia
Nyawa Melayang Tak Mampu Beli Buku, Surat Perpisahan YBR Simbol Nestapa Anak Miskin
Psikolog Mira Pane menilai surat YBR bukan hanya pesan pribadi, melainkan simbol penderitaan anak-anak Indonesia yang kehilangan harapan akibat kemiskinan.
Wisnu Cipto - Kamis, 05 Februari 2026
Nyawa Melayang Tak Mampu Beli Buku, Surat Perpisahan YBR Simbol Nestapa Anak Miskin
Indonesia
Kemiskinan Akar Masalah Siswa SD NTT Bunuh Diri, 1 dari 9 Anak di RI Hidup Miskin
Sistem pendidikan nasional kini seharusnya tidak hanya dari sisi akademik tetapi juga memperhatikan kondisi psikologis dan ekonomi siswa.
Wisnu Cipto - Kamis, 05 Februari 2026
Kemiskinan Akar Masalah Siswa SD NTT Bunuh Diri, 1 dari 9 Anak di RI Hidup Miskin
Indonesia
Polda NTT Kirim Konselor Dampingi Keluarga Siswa SD yang Bunuh Diri di Ngada
Polda NTT menangani kasus bunuh diri siswa kelas IV SD di Kabupaten Ngada. Kapolda NTT mengirim tim konselor untuk mendampingi keluarga korban.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 04 Februari 2026
Polda NTT Kirim Konselor Dampingi Keluarga Siswa SD yang Bunuh Diri di Ngada
Indonesia
Tragedi Anak di NTT, Komisi VIII DPR Minta Negara Hadir Lindungi Hak Pendidikan
Anggota Komisi VIII DPR RI menyoroti tragedi anak di NTT karena tak mampu membeli buku dan bolpoin. Ia meminta negara hadir memperkuat perlindungan sosial anak.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 04 Februari 2026
Tragedi Anak di NTT, Komisi VIII DPR Minta Negara Hadir Lindungi Hak Pendidikan
Bagikan