May Day, Buruh Klaim Turunkan 170 Ribu Massa ke Jalanan
Ratusan pekerja unjuk rasa di depan perusahaan PT Bumi Menara Intenusa (BMI) di kawasan industri Lampung, Tanjung Bintang, Lampung Selatan, Lampung, Rabu (8/4). (Foto: Antara/Kristian Ali)
MerahPutih Nasional - Peringatan Hari Buruh Sedunia (May Day) bakal diperingati dengan aksi demo. Buruh mengklaim, 170 ribu buruh siap turun ke jalanan menjadi peserta aksi pada momen yang diperingati setiap 1 Mei itu.
"Aksi ini kami lakukan untuk memperjuangkan nasib para buruh yang hingga kini belum terjaminan pada tingkat perekonomiannya. Kami yang berdiri di sini merupakan perwakilan serikat buruh se-Indonesia, sekitar 80 persen buruh mendukung. Kami bersepakat aksi pada satu Mei nanti berjalan sangat kondusif," ungkap Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) Andi Gani Nena Wea, kepada awak media di Jalan Trunojoyo, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Senin, (27/4).
Buruh juga telah menyiapkan tenaga keamanan untuk membantu personel polisi untuk mengawas keamanan aksi demo May Day. Pasalnya, Andi menjelaskan, rencananya peserta aksi berasal dari empat serikat buruh. Di antaranya serikat KSPSI, Konfederasi Serikat Buruh Sejahtera Indonesia (KSBSI), Konfederasu Serikat Pekerja Indonesia (KSPI), dan Federasi Serikat Buruh Transportasi Pelabuhan (FSBTPI). (gms)
Baca Juga:
Polri dan Buruh Sepakat di May Day Nanti Tidak Ada Aksi Anarkis
Kritik Pemerintah, Buruh Bakal Aksi Besar-besaran pada Hari Buruh
KASBI: BBM Naik, Harapan Buruh terhadap Pemerintahan Jokowi Punah
Bagikan
Fredy Wansyah
Berita Terkait
Ratu Belanda Maxima Cek Kualitas Hidup Buruh Pabrik Tekstil
Jelang Batas Terakhir Waktu Pengumuman UMP 2026, KSPI Ultimatum Kemenaker
Buruh Tolak Upah Minimum Naik Di Bawah Rp 100 Ribu
3 Opsi Buruh Terkait Kenaikan Upah Minumum
Promono Belum Putuskan Kenaikan UMP Jakarta 2025 Sesuai Kemauan Buruh Rp 6 Juta
Buruh Jakarta Minta Pramono Tetapkan UMP Rp 6 Juta Buat 2026
Kakak Marsinah Titip Pesan Kepada Presiden Prabowo Subianto: Hapus Total Sistem Outsourcing
Sektor Pertanian Paling Banyak Serap Tenaga Kerja, 146,54 Juta Orang Indonesia Bekerja Sebagai Buruh
DPR Dorong Regulasi Upah Buruh tak Bergantung UMR, tapi Omzet Perusahaan
Audiensi Pimpinan DPR dengan Serikat Pekerja Buruh Bahas Undang-Undang Tentang Ketenagakerjaan