Mantan Model Seksi Jadi Calon Ibu Negara AS
Foto: Twitter
MerahPutih Internasional - Donald Trump akhirnya resmi diusung sebagai calon Presiden Amerika Serikat oleh Partai Republik, untuk itu Trump memperkenalkan calaon First lady yang bakal menemaninya jika terpilih sebagai presiden nanti.
Seperti yang dilansir VOA, dia adalah Melania Trump, wanita 46 tahun yang dinikahi miliarder AS itu sejak 2005 silam.
Melania bukanlah terlahir sebagai orang Amerika, sebelumnya ia adalah warga negara Slovenia yang berprofesi sebagai seorang model.
Di hadapan kader partai Senin (18/7) Trump memperkenalkan sang istri yang terlihat sangat cantik dan seksi itu.
"Kami akan menang, dan kita akan mendapatkan kemenangan besar!" kata Trump.
Bye! I'm off to my #summmer residence #countryside #weekend pic.twitter.com/3ogDqsRIDN
— MELANIA TRUMP (@MELANIATRUMP) 29 Mei 2015
Melania pun berpidato sekitar 15 menit, dengan meyakinkan ia mempromosikan sang suami yang nantinya akan menjadi pemimpin yang kuat dan bakal menang dalam pemilu November mendatang.
"Jika Anda menginginkan pemimpin yang berjuang untuk anda dan negara, saya dapat meyakinkan Anda bahwa Trump adalah orangnya. Dia tidak pernah menyerah dan tidak akan pernah mengecewakan Anda," jelasnya.
Melania juga menyampaikan jika snag suami naik sebagai Presiden AS, ia akan menjalankan tugasnya sebagai ibu negara dengan baik, fokusnya akan berkutat di sekitar permasalahan sosial, anak, pendidikan dan perempuan.
BACA JUGA:
Bagikan
Berita Terkait
Donald Trump Peringatkan Iran Jangan Coba-Coba Bangun Nuklir Baru
Ribuan Video dan Foto Kasus Epstein, Publik Lapar dan Haus Informasi Kejahatan
Ekspor Indonesia Tertekan Tarif Trump
Iran Siap Lawan Amerika, Uni Eropa Tambah Sanksi ke Pejabat Teheran
HNW Soroti Partisipasi Indonesia di Board of Peace, Ingatkan Amanat UUD 1945 soal Palestina
Tanpa Inggris-Prancis, Donald Trump Umumkan 26 Anggota Dewan Perdamaian Gaza Termasuk Indonesia
Pasal 5 NATO Bisa Jadi Penyelemat Greenland dari Obsesi Donald Trump
Dinilai Berisiko, Indonesia Harus Siap Mundur dari Board of Peace jika Abaikan Palestina
Indonesia Gabung Board of Peace, Eks Wamenlu Ingatkan Risiko Dominasi AS
Ditekan Trump, Kesepakatan Dagang China dan Kanada Batal