Lebih Dari 500.000 Puing Sampah Antariksa Mengitari Bumi

Fadhli Fadhli - Kamis, 18 Juni 2015
Lebih Dari 500.000 Puing Sampah Antariksa Mengitari Bumi

Cuplikan film "Gravity" saat sampah antariksa belum menyerang Sandra Bullock. (Foto: YouTube)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih Sains - Menurut NASA, ada lebih dari 500.000 keping puing sampah antariksa yang lebih besar dari kelereng, sekitar 20.000 di antaranya lebih besar dari softball. Selain itu masih ada jutaan puing yang sangat kecil hingga sulit terseteksi. Mereka semua terus mengitari bumi dengan sangat cepat.

Mungkin dengan menyaksikan kembali film “Gravity” yang diperankan Sandra Bullock, anda dapat membayangkan potensi bahaya dari sampah antariksa. Para ahli, seperti dikatakan dalam situs resmi NASA juga membenarkan bahwa serpihan kecil sampah antariksa yang mengorbit bumi dapat menyebabkan kerusakan serius pada benda yang dihantamnya.

Jika Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS) sedikit saja keluar dari orbitnya dan mendekati orbit sampah antariksa, maka mereka akan menjumpai potensi bahaya yang besar. Pada tahun 2012, sepotong puing satelit Cosmos Rusia lewat cukup dekat dengan ISS, kemudian NASA memerintahkan seluruh awak ISS untuk melarikan diri sebagai tindak pencegahan.

Sejak awal program Space Shuttle diluncurkan, NASA mengatakan sudah berkali-kali mereka harus mengganti kerusakan pada beberapa jendela karena kehilangan semacam mur. Tentunya mur yang hilang itu akan menambah sampah antariksa.

 

Baca juga:

Teleskop Hubble akan Digantikan Adiknya

Gunung Everest Geser 3 Sentimeter ke Arah Barat Daya

6 Ilmuwan Lakukan Simulasi Tinggal di Mars

Simulasi Tinggal di Mars untuk Ketahui Kondisi Fisik Ilmuwan

Solusi Bersihkan Sampah Antariksa adalah Lem

#Bumi #Antariksa #Sampah
Bagikan
Ditulis Oleh

Fadhli

Berkibarlah bendera negerku, tunjukanlah pada dunia.

Berita Terkait

Indonesia
Luncurkan Program Sayang Bumi, 50 SMA Jabodetabek Dilibatkan Kumpulkan 5 Sampah Elektronik
Program ini digelar sebagai respons atas meningkatnya persoalan sampah elektronik baik di tingkat global maupun nasional.
Dwi Astarini - Kamis, 11 Juni 2026
Luncurkan Program Sayang Bumi, 50 SMA Jabodetabek Dilibatkan Kumpulkan 5 Sampah Elektronik
Indonesia
Pulau Sampah Muara Angke Dibersihkan, Pramono Ungkap Penyebab Penumpukan
Pulau Sampah Muara Angke kini sudah dibersihkan. Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, mengungkap penyebab penumpukan sampah.
Soffi Amira - Senin, 08 Juni 2026
Pulau Sampah Muara Angke Dibersihkan, Pramono Ungkap Penyebab Penumpukan
Indonesia
DKI Jakarta dan Banten Kolaborasi Atasi Banjir, Sampah Bakal Diolah Jadi Listrik
Pemprov DKI dan Banten akan berkolaborasi untuk mengatasi banjir. Nantinya, sampah akan diolah menjadi listrik.
Soffi Amira - Kamis, 21 Mei 2026
DKI Jakarta dan Banten Kolaborasi Atasi Banjir, Sampah Bakal Diolah Jadi Listrik
Indonesia
Sampah Jadi Bom Waktu, DPR Desak Pemerintah Luncurkan Gerakan Pilah Nasional
Tata kelola sampah di Indonesia tidak bisa lagi diselesaikan dengan metode konvensional.
Dwi Astarini - Senin, 18 Mei 2026
Sampah Jadi Bom Waktu, DPR Desak Pemerintah Luncurkan Gerakan Pilah Nasional
Berita Foto
Gerakan Pilah Sampah dari Rumah Jadi Upaya Bersama Kurangi Sampah Jakarta
Warga melakukan sortir sampah botol plastik untuk daur ulang di Bank Sampah Persatuan, Pondok Kelapa, Duren Sawit, Jakarta Timur, Sabtu (16/5/2026).
Didik Setiawan - Sabtu, 16 Mei 2026
Gerakan Pilah Sampah dari Rumah Jadi Upaya Bersama Kurangi Sampah Jakarta
Indonesia
Gubernur Pramono bakal Evaluasi Program Pilah Sampah Dua Minggu Sekali
Gerakan ini mewajibkan masyarakat memilah sampah berdasarkan jenisnya sebelum dibuang.
Dwi Astarini - Selasa, 12 Mei 2026
Gubernur Pramono bakal Evaluasi Program Pilah Sampah Dua Minggu Sekali
Indonesia
100 Investor Diklaim Minati Proyek Pengolahan Sampah Jadi Listrik
Total nilai pengembangan proyek PSEL yang tengah disiapkan pemerintah mencapai sekitar 5 miliar dolar AS atau sekitar Rp 87 triliun.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 12 Mei 2026
100 Investor Diklaim Minati Proyek Pengolahan Sampah Jadi Listrik
Berita Foto
Limbah Sayuran di Pasar Kramat Jati Diolah Menjadi Pupuk Bernilai Guna
Petugas memasukkan sampah sayuran limbah organik di Pasar Kramat Jati, Jakarta Timur, Senin (11/5/2026).
Didik Setiawan - Senin, 11 Mei 2026
Limbah Sayuran di Pasar Kramat Jati Diolah Menjadi Pupuk Bernilai Guna
Indonesia
Hotel dan Kafe di Jakarta Wajib Pilah Sampah, Masih Bandel Izin Usaha Dicabut
TPST Bantargebang, Bekasi, mulai Agustus 2026 hanya menerima sampah residu sesuai arahan Kementerian Lingkungan Hidup.
Wisnu Cipto - Senin, 11 Mei 2026
Hotel dan Kafe di Jakarta Wajib Pilah Sampah, Masih Bandel Izin Usaha Dicabut
Indonesia
TPST Bantargebang tak Lagi Terima Semua Sampah Mulai Agustus 2026, Warga Diminta Pilah Sampah dari Rumah
TPST Bantargebang hanya menerima sampah residu mulai Agustus 2026. Warga diminta memilah sampah dari rumah.
Soffi Amira - Minggu, 10 Mei 2026
TPST Bantargebang tak Lagi Terima Semua Sampah Mulai Agustus 2026, Warga Diminta Pilah Sampah dari Rumah
Bagikan