Keluarga Cendana Bakal Ambil Alih Golkar?

Bahaudin MarcopoloBahaudin Marcopolo - Senin, 27 April 2015
Keluarga Cendana Bakal Ambil Alih Golkar?

Bambang Trihatmodjo sedang berlatih tembak. Bambang adalah kakak kandung Hutomo Mandala Putra dan putra Presiden Suharto (Foto: twitter @BambangTri1953)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih Politik - Perpecahan yang terjadi dalam tubuh Partai Golkar membuat Keluarga Cendana merasa prihatin dan cemas. Putra kandung Presiden Suharto, Hutomo Mandala Putra mengusulkan dihelatnya Musyawarah Nasional Luar Biasa (Munaslub) untuk menyelesaikan kemelut yang terjadi dalam tubuh partau beringin. Hutomo Mandala Putra, akrab disapa Tommy juga mengaku siap menjadi pimpinan Partai Golkar.

Seirama dengan Tommy, Bambang Trihatmodjo, kakak kandung Tommy mendukung penuh langkah adiknya untuk memegang kendali dalam tubuh Golkar. Bambang juga mendukung penuh langkah Tommy untuk membersihkan Golkar dari anasir-anasir, racun dan juga parasit. Dukungan itu disampaikan Bambang dalam akun twitternya @BambangTri1953.

Dalam akun twitternya Bambang menjelaskan, tujuan utama didirikan Partai Golkar oleh mendingan Presiden RI kedua Suharto adalah untuk menyerap aspirasi rakyat.

"Partai Golkar didirikan Almarhum Soeharto bukan untuk dijadikan alat kekuasaan segelintir tapi untuk Wadah Aspirasi rakyat," cuit Bambang dalam akun twitternya seperti dikutip merahputih.com, Senin (27/4).

Lebih lanjut Ketua Umum Persatuan Menembak Sasaran dan Berburu Seluruh Indonesia (Perbakin) menjelaskan bahwa Agung Laksono dan Yorrys Raweyai yang merupakan petinggi Partai Golkar hasil Musyawarah nasional (Munas) Ancol, Jakarta adalah contoh dan figur tidak bertanggung jawab. Atas dasar itulah Bambang meminta kepada keduanya agar segera berhenti dan bertaubat dengan tidak semakin memperkeruh suasana dalam tubuh partai politik berlambang beringin.

"Saya meminta dgn hormat agar kedua figur petinggi Partai Golkar tersebut berhenti merusak Partai yg didirikan Almarham Soeharto itu," sambung Bambang.

Masih kata Bambang, jika kedua belah pihak yang tengah berkonflik tidak mampu mengelola Partai Golkar, maka keluarga cendana yang merupakan anak kandung pendiri Partai Golkar siap mengambil alih tampuk kepemimpinan di tubuh Partai Golkar.

"Kalau selama ini ternyata tdk mampu menangani, maka biarkan kami yg ambil dan menyerahkan kembali Partai Golkar ke pangkuan rakyat," tandas Bambang. (bhd)

BACA JUGA:

Bambang Trihatmodjo: 100 Persen Saya Dukung Tommy Pimpin Golkar 

Pangeran Cendana Kembali Tantang Yorrys 

Titiek Suharto Klaim Kader Daerah Minta Cendana Ambil Alih Golkar

 

 

#Kisruh Golkar #Trah Cendana #Pangeran Cendana #Golkar #Bambang Trihatmodjo
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
Adies Kadir Janji Tidak Akan Terlibat Perkara Berkaitan Partai Golkar di MK
Sebelum dilantik sebagai Hakim Mahkamah Konstitusi, Adies Kadir menjabat sebagai Wakil Ketua Umum Partai Golkar dan Wakil Ketua DPR RI periode 2024-2029.
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 05 Februari 2026
Adies Kadir Janji Tidak Akan Terlibat Perkara Berkaitan Partai Golkar di MK
Indonesia
Golkar Tolak Ambang Batas Parlemen Dihapus, Bantah Motifnya Jegal Partai Baru
Penghapusan ambang batas dinilai dapat membuka peluang bagi partai-partai kecil untuk masuk ke parlemen, sekaligus mendorong keberagaman politik di Indonesia.
Wisnu Cipto - Rabu, 04 Februari 2026
Golkar Tolak Ambang Batas Parlemen Dihapus, Bantah Motifnya Jegal Partai Baru
Indonesia
Santer Isu Reshuffle Kabinet Usai Thomas Djiwandono Jadi Deputi Gubernur BI, Demokrat dan Golkar Serahkan ke Prabowo
Demokrat dan Golkar menegaskan reshuffle Kabinet Merah Putih merupakan hak prerogatif Presiden Prabowo, usai Thomas Djiwandono mundur dari Wamenkeu.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 29 Januari 2026
Santer Isu Reshuffle Kabinet Usai Thomas Djiwandono Jadi Deputi Gubernur BI, Demokrat dan Golkar Serahkan ke Prabowo
Indonesia
Bahlil: Adies Kadir Sudah Mundur dari Golkar Sebelum Ditetapkan Hakim MK
Ketum Golkar Bahlil Lahadalia memastikan Adies Kadir mundur dari kepengurusan dan keanggotaan Golkar usai terpilih sebagai Hakim MK.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 29 Januari 2026
Bahlil: Adies Kadir Sudah Mundur dari Golkar Sebelum Ditetapkan Hakim MK
Indonesia
Eks Golkar Adies Kadir Jadi Hakim MK, Bahlil: Kami Wakafkan ke Negara
Bahlil Lahadalia mengumumkan Adies Kadir tidak lagi menjadi pengurus maupun kader Partai Golkar setelah pencalonannya sebagai Hakim MK disetujui DPR RI.
Wisnu Cipto - Rabu, 28 Januari 2026
Eks Golkar Adies Kadir Jadi Hakim MK, Bahlil: Kami Wakafkan ke Negara
Indonesia
Dipilih Jadi Hakim MK, Golkar Umumkan Adies Kadir Bukan Lagi Kader
Bahlil, saat ditanya tanggal pasti mengenai kapan berlakunya status Adies yang bukan lagi kader Golkar, menyebutkan itu telah ditetapkan sekitar beberapa hari lalu.
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 28 Januari 2026
 Dipilih Jadi Hakim MK, Golkar Umumkan Adies Kadir Bukan Lagi Kader
Indonesia
Golkar Beri Sinyal Dukung Kepala Daerah Dipilih Anggota DPRD, Sebut Lebih Demokratis, Beda dengan Orde Baru
Partai Golkar baru akan menyetujui pemilihan kepala daerah lewat DPRD jika partisipasi publik tetap berjalan maksimal.
Dwi Astarini - Jumat, 09 Januari 2026
Golkar Beri Sinyal Dukung Kepala Daerah Dipilih Anggota DPRD, Sebut Lebih Demokratis, Beda dengan Orde Baru
Indonesia
Golkar Sebut Biaya Pilkada Langsung Berpotensi Merusak Kualitas Demokrasi
Pemilihan di DPRD dilakukan secara terbuka melalui voting terbuka guna mencegah praktik transaksional. Selain itu,hanya memilih kepala daerah tanpa wakil.
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 07 Januari 2026
Golkar Sebut Biaya Pilkada Langsung Berpotensi Merusak Kualitas Demokrasi
Indonesia
Golkar Gelar Rapimnas Lusa, Idrus Marham Tegaskan tidak Ada Agenda Ganti Bahlil
Forum tersebut akan difokuskan pada konsolidasi organisasi, evaluasi program kerja, serta pembahasan arah strategis partai di masa depan.
Dwi Astarini - Kamis, 18 Desember 2025
Golkar Gelar Rapimnas Lusa, Idrus Marham Tegaskan tidak Ada Agenda Ganti Bahlil
Indonesia
PKB Sentil Golkar Ngomong Koalisi Permanen di Tengah Derita Warga Akibat Bencana
Dalam situasi nasional yang sangat berat ini, seharusnya seluruh kekuatan politik bersatu membantu rakyat, bukan justru memperdebatkan koalisi permanen atau tidak permanen
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 08 Desember 2025
PKB Sentil Golkar Ngomong Koalisi Permanen di Tengah Derita Warga Akibat Bencana
Bagikan