MerahPutih Nasional - Ketua Komisi I DPR RI, Mahfudz Sidik mengatakan, hancurnya gedung Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Yaman akibat imbas serangan udara pasukan koalisi pimpinan Arab Saudi. Menurut Mahfudz, hal ini menggambarkan kesemberonoan dan miskoordinasi.
"Pasukan koalisi mestinya sudah tahu wilayah sasaran penyerangan yang dekat dengan kawasan diplomatik," kata dia, di Jakarta, Senin (21/4).
Menurut Politikus PKS ini, tidak adanya komunikasi dan koordinasi denga pihak-pihak di kawasan diplomatik merupakan persoalan serius. Karena itu, pemerintah harus menyampaikan nota protes ke pemerintah Yaman dan pihak koalisi pimpinan saudi.
"Bahkan Pemerintah bisa ajukan tuntutan ganti-rugi," tandasnya.
Seperti diketahui, pasukan Sekutu Yaman membombardir negeri 1001 menara itu untuk menghancurkan pemberontak Houthi. Namun, salah satu peluru yang dikendalikan Arab Saudi nyasar mengenai gedung KBRI. Dikabarkan, sedikitnya dua orang terluka. (mad)
BACA JUGA:
KBRI Diserang, Pemerintah Stop Impor TKI Ke Arab Saudi
Komisi I DPR Nilai RI Tidak Perlu Tarik Dubes Dari Arab Saudi dan Yaman