Jepang Diizinkan dalam Perang Eksternal, Dunia Semakin Jauh dari Damai

Adinda NurrizkiAdinda Nurrizki - Rabu, 02 September 2015
Jepang Diizinkan dalam Perang Eksternal, Dunia Semakin Jauh dari Damai

Ilustrasi Perang: ANTARA FOTO/REUTERS/Mohamad Torokman

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih Internasional - Militer Jepang baru-baru ini telah diizinkan terlibat dalam konflik internasional untuk pertama kalinya sejak Perang Dunia II. Namun kebijakan ini akhirnya menuai protes terhadap militerisasi.

Ribuan warga Jepang melakukan aksi unjuk rasa di depan parlemen, Tokyo. Mereka mengungkapkan kebanggaannya sebagai negara yang memiliki tradisi pasifis atau cinta akan kedamaian.

Partisipasi siswa dan wanita muda ini menyedot perhatian media. Demonstrasi tersebut didominasi oleh anggota serikat buruh dan aktivis sayap kiri.

Kebanggaan para warga Jepang ini tentu saja akan berakhir jika militer Jepang diizinkan untuk terlibat dalam konflik eksternal. Ini bisa diihat dari hasil penelitian oleh Institute for Economics and Peace (IEP).

IEP telah merilis bahwa dari 162 negara yang dianalisis oleh Global Peace Index 2015, 81 negara, termasuk Jepang, tidak pernah terlibat dalam perang eksternal. Namun jika Jepang ikut terlibat, ini artinya mereka akan menambah negara yang turut terlibat dalam perang.

Secara global, Jepang memang merupakan negara ke delapan yang paling damai di dunia.

 

BACA JUGA:

PM Jepang Nyatakan Kesedihannya Terkait Perang Dunia II

Mitsubishi Minta Maaf pada Tahanan AS terkait Perang Dunia II

Indonesia Jadi Negara Paling Damai Ke-46 di Dunia!

 

#Militer
Bagikan
Ditulis Oleh

Adinda Nurrizki

Berita Terkait

Indonesia
Eks Menhan Ryamizard Ryacudu Tutup Usia di RSPAD Pukul 14.03 WIB, Bakal Disemayamkan di Cikeas
Jenderal TNI (Purn) Ryamizard Ryacudu, eks Menteri Pertahanan RI, meninggal dunia di RSPAD Gatot Subroto pada 31 Mei 2026.
Wisnu Cipto - Minggu, 31 Mei 2026
Eks Menhan Ryamizard Ryacudu Tutup Usia di RSPAD Pukul 14.03 WIB, Bakal Disemayamkan di Cikeas
Indonesia
Nasib Empat Tersangka Penganiaya Andrie Yunus Ditentukan di Pengadilan Militer Besok
Oditurat Militer memastikan proses hukum terhadap empat oknum TNI yang menjadi tersangka penyiraman air keras ini berjalan transparan dan profesional
Angga Yudha Pratama - Rabu, 15 April 2026
Nasib Empat Tersangka Penganiaya Andrie Yunus Ditentukan di Pengadilan Militer Besok
Indonesia
Tambahan Pesawat Militer A400M Tergantung Putusan Menteri Pertahanan
TNU AU hanya bertugas sebagai pengguna atau operator dari setiap alat utama sistem senjata yang dibeli Kemhan.
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 09 April 2026
Tambahan Pesawat Militer A400M Tergantung Putusan Menteri Pertahanan
Indonesia
Prancis Kerahkan Kapal Induk Charles de Gaulle ke Selat Hormuz, Amankan Jalur Minyak Dunia
Selain pengerahan armada mandiri, Prancis memperkuat komitmennya terhadap keamanan kolektif Eropa
Angga Yudha Pratama - Senin, 09 Maret 2026
Prancis Kerahkan Kapal Induk Charles de Gaulle ke Selat Hormuz, Amankan Jalur Minyak Dunia
Dunia
Kemlu Qatar Tegaskan Tidak Ambil Bagian dalam Serangan ke Iran, Hanya Gunakan Hak
Menurut juru bicara Kemlu Qatar, wilayah Qatar telah menjadi sasaran tiga rudal jelajah, yang semuanya ditembak jatuh, 101 rudal balistik, 98 di antaranya ditembak jatuh, dan 39 drone, 24 di antaranya ditembak jatuh.
Frengky Aruan - Rabu, 04 Maret 2026
Kemlu Qatar Tegaskan Tidak Ambil Bagian dalam Serangan ke Iran, Hanya Gunakan Hak
Dunia
Militer AS Klaim Telah Serang Hampir 2.000 Target di Iran dalam Pengerahan Terbesar di Timur Tengah
Kepala Komando Pusat Angkatan Darat AS juga menilai bahwa kemampuan Iran untuk membalas menurun.
Frengky Aruan - Rabu, 04 Maret 2026
Militer AS Klaim Telah Serang Hampir 2.000 Target di Iran dalam Pengerahan Terbesar di Timur Tengah
Indonesia
Ketum PBNU Khawatir Serangan Israel-AS terhadap Iran Bisa Bangkitkan Radikalisme
“Ini bisa menciptakan alasan bangkitnya kembali radikalisme dan ekstremisme," ujar Gus Yahya
Frengky Aruan - Selasa, 03 Maret 2026
Ketum PBNU Khawatir Serangan Israel-AS terhadap Iran Bisa Bangkitkan Radikalisme
Indonesia
Kedubes Iran di RI Kecam Serangan AS-Israel ke Tehran, Sebut Langgar Piagam PBB
Selain menuntut pertanggungjawaban Dewan Keamanan PBB, Iran juga menyoroti kegagalan hukum internasional dalam membendung aksi Amerika Serikat dan Israel selama ini
Angga Yudha Pratama - Sabtu, 28 Februari 2026
Kedubes Iran di RI Kecam Serangan AS-Israel ke Tehran, Sebut Langgar Piagam PBB
Indonesia
Komisi I DPR Minta Pemerintah Klarifikasi Isu WNI Bergabung dengan Militer Israel
Kebenaran informasi isu WNI bergabung dengan militer Israel perlu diverifikasi terlebih dahulu melalui Kementerian Luar Negeri.
Frengky Aruan - Rabu, 18 Februari 2026
Komisi I DPR Minta Pemerintah Klarifikasi Isu WNI Bergabung dengan Militer Israel
Indonesia
RI-Yordania Join Bikin Drone Militer Canggih, Libatkan Pindad & Deep Element
Deep Element memiliki keunggulan dalam merancang drone intai maupun tempur berteknologi canggih.
Wisnu Cipto - Jumat, 14 November 2025
RI-Yordania Join Bikin Drone Militer Canggih, Libatkan Pindad & Deep Element
Bagikan