Imigran Suriah Asal Hungaria Berjalan Kaki untuk Jerman

Fadhli Fadhli - Sabtu, 05 September 2015
Imigran Suriah Asal Hungaria Berjalan Kaki untuk Jerman

Imigran Suriah asal Hungaria ketika diturunkan di tengah perjalanan menuju Austria dan terpaksa berjalan kaki menuju Austria. (Foto: Reuters)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih Eropa - Sebanyak 4.000 imigran Suriah dari Hungaria telah tiba di Austria. Mereka berkeinginan untuk pindah ke Jerman. Kini (5/9) banyak di antara mereka sedang berjalan kaki menuju Jerman.

Para imigran itu berjalan kaki karena bus dari Hungaria berhenti sebelum mencapai perbatasan, memaksa mereka untuk berjalan kaki menuju negeri Bavaria itu. Ironisnya, ada banyak anak-anak dan setidaknya seorang pengguna kursi roda di antara mereka.

Diberitakan oleh Reuters bahwa bus yang mengangkut mereka memutuskan untuk menurunkan mereka di tengah jalan bebas hambatan menuju Austria. Juru bicara Hungaria, Zoltan Kovacs pada Sabtu (5/9) mengatakan kepada BBC tidak akan memberikan lebih banyak bus atau kereta untuk mengirim imigran ke Austria.

Selain kelelahan, BBC mengatakan banyak di antara mereka sampai pincang karena berjalan kaki sangat jauh. Di tengah penderitaan itu, mereka masih bisa tersenyum lebar karena bisa keluar dari Hungaria. Terlebih Jerman juga sudah menyatakan kesediannya menampung 800.000 pencari suaka tahun ini.

Karena harus berjalan kaki, para imigran terpecah menjadi beberapa kelompok. Setelah melihat tanda-tanda kedatanga imigran yang selamat, palang merah Austria menyambut mereka dengan selimut dan teh hangat. Para imigran kemudian dibawa ke Wina dengan bus dan kereta api untuk meninggalkan perbatasan ibu kota Austria tiap setengah jam.

Kini telah banyak imigran yang tiba di Jerman. Pemerintah Jerman pun mengatakan, siapa pun yang datang dari Suriah dapat mengajukan permohonan suaka. Pihak Jerman berharap akan ada sekitar 6.000 imigran tiba pada akhir pekan ini.

 

Baca juga:

Website Kepolisian Manchester Diretas Hacker

Beri Tanda Pada Imigran Suriah, Ceko Dianggap Meniru Nazi

Politisi Inggris Salahkan Orangtua atas Kematian Aylan

Setelah Dikecam, David Cameron akan Terima Pengungsi Suriah

Imigran Suriah dari Hungaria Tiba di Austria

#Pengungsi #Jerman #Hungaria #Imigran Ilegal
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Fadhli

Berkibarlah bendera negerku, tunjukanlah pada dunia.
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Olahraga
Kick-off 01.45 WIB, Duel 2 Rival Abadi Belanda Vs Jerman Disiarkan Gratis. Klik di Sini!
Saksikan siaran langsung Belanda vs Jerman di UEFA Nations League malam ini gratis di RCTI. Cek prediksi susunan pemain, H2H, dan link streaming resmi!
Wisnu Cipto - Jumat, 25 September 2026
Kick-off 01.45 WIB, Duel 2 Rival Abadi Belanda Vs Jerman Disiarkan Gratis. Klik di Sini!
Indonesia
94 Orang Meninggal di Pengungsian Gempa NTT, BNPB Ungkap Penyebabnya
BNPB mengungkap penyebab 94 orang meninggal dunia di pengungsian gempa NTT. Mayoritas merupakan kelompok rentan.
Soffi Amira - Kamis, 17 September 2026
94 Orang Meninggal di Pengungsian Gempa NTT, BNPB Ungkap Penyebabnya
Dunia
Partai Kanan Ekstrem Alternatif Jerman Menang Besar di Negara Bagian, Bersiap Tarung di Pemilu Federal
Seusai menang besar dalam pemilu di negara bagian Sachsen-Anhalt, Jerman bagian timur, partai kanan ekstrem Alternatif untuk Jerman (Alternative Fur Deutschland/AfD) kini mengincar kemenangan dalam pemilu federal.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 08 September 2026
Partai Kanan Ekstrem Alternatif Jerman Menang Besar di Negara Bagian, Bersiap Tarung di Pemilu Federal
Indonesia
Kunjungi Pabrik Bayer di Cimanggis, Jerman Tegaskan Komitmen Perkuat Kemitraan dengan Indonesia
Jerman dan Indonesia berkolaborasi dalam mendukung industri kesehatan. Jerman mengunjungi fasilitas Bayer di Cimanggis.
Soffi Amira - Jumat, 28 Agustus 2026
Kunjungi Pabrik Bayer di Cimanggis, Jerman Tegaskan Komitmen Perkuat Kemitraan dengan Indonesia
Indonesia
9.668 Kasus ISPA Muncul Usai Gempa NTT, Kemenkes Ungkap Kondisi Warga di Pengungsian
Kemenkes mencatat 9.668 kasus ISPA pada warga terdampak gempa NTT sejak 15-26 Agustus 2026. Lebih dari 185 ribu warga masih berada di pengungsian.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 27 Agustus 2026
9.668 Kasus ISPA Muncul Usai Gempa NTT, Kemenkes Ungkap Kondisi Warga di Pengungsian
Indonesia
ISPA Hingga Gastritis Serang Pengungsi Gempa Nagekeo NTT, Ratusan Orang Dirawat
Ratusan pengungsi gempa Nagekeo, NTT, mengalami ISPA, gastritis, flu, dan batuk. Hingga 24 Agustus, 400 warga dirawat di Posko Kesehatan Darurat.
Wisnu Cipto - Selasa, 25 Agustus 2026
ISPA Hingga Gastritis Serang Pengungsi Gempa Nagekeo NTT, Ratusan Orang Dirawat
Indonesia
Gibran Kunjungi SD Inpres Wairklau, Cek Kondisi Pengungsi dan Anak-anak Terdampak Bencana
Wapres Gibran Rakabuming Raka meninjau SD Inpres LXXVI Wairklau, Sikka, yang difungsikan sebagai posko pengungsian dan memastikan kondisi anak-anak aman.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 20 Agustus 2026
Gibran Kunjungi SD Inpres Wairklau, Cek Kondisi Pengungsi dan Anak-anak Terdampak Bencana
Indonesia
Jerman Bakal Lebih Ketat Terapkan Aturan Perpindahan Migran Antar Negara Anggota Uni Eropa
Berdasarkan peraturan Dublin, permohonan suaka dari migran non-Uni Eropa yang masuk ke wilayah Uni Eropa pada prinsipnya harus diproses di negara Uni Eropa pertama yang menjadi tempat masuk mereka.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 11 Agustus 2026
Jerman Bakal Lebih Ketat Terapkan Aturan Perpindahan Migran Antar Negara Anggota Uni Eropa
Dunia
Imigran Memasuki Ceuta Spanyol Balik ke Maroko, Korban Jiwa Total 57 Orang
Sejumlah imigran yang tiba di Ceuta, wilayah kantong Spanyol di Afrika, mengeklaim otoritas Maroko membantu mereka menyeberangi perbatasan.
Alwan Ridha Ramdani - Sabtu, 01 Agustus 2026
Imigran Memasuki Ceuta Spanyol Balik ke Maroko, Korban Jiwa Total 57 Orang
Indonesia
PM Spanyol Datangi Ceuta Atasi Krisis Imigran Asal Maroko
Ceuta sendiri merupakan kota otonom dan wilayah eksklave milik Spanyol yang terletak di pesisir pantai Afrika Utara, berbatasan langsung dengan negara Maroko, serta menghadap ke Selat Gibraltar.
Alwan Ridha Ramdani - Sabtu, 01 Agustus 2026
PM Spanyol Datangi Ceuta Atasi Krisis Imigran Asal Maroko
Bagikan