Hindari Impor, Presiden Ajak Petani Optimalkan Produksi Beras

Fadhli Fadhli - Sabtu, 07 Maret 2015
Hindari Impor, Presiden Ajak Petani Optimalkan Produksi Beras

Presiden Jokowi didampingi Menteri Pertanian, Andi Amran, menanam padi menggunakan mesin tanam (rice transplenter) di Kab. Ponorogo, Jatim, Jumat (6/3). (Foto: Antara Foto)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih Nasional - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menegaskan bahwa Indonesia tidak akan melakukan impor beras. Karenanya, Presiden mengajak semua petani di tanah air untuk semangat berproduksi, semangat memelihara alat, dan semangat menjaga areal pertanamannya. (Baca: 2 Bulan Deflasi, Presiden Jokowi Yakin Harga Beras Turun)

“Kita semuanya tidak usah impor beras lagi. Wong sawahe ombo ne ra umum (punya sawah luasnya tidak umum), kok impor, opo ora isin? Isin mboten? Lha wong negoro lio sawahe ora ombo ora okeh malah ngirim (apa tidak malu? Malu tidak? Lah negara lain yang sawahnya lebih kecil malah kirim) berasnya ke Indonesia,” ujar Presiden Jokowi saat berkunjung ke area persawahan Desa Jetis, Ponorogo, Jawa Timur, Jumat (6/3). Presiden Jokowi didampingi oleh Ibu Negara, Iriana, dan Mentan, Amran Sulaiman, berdialog dengan para petani di areal persawahan tersebut. Kala itu Presiden Jokowi juga ikut melakukan panen padi bersama para petani.

Untuk memuluskan upaya stop impor beras ini, Presiden Jokowi membuat kebijakan untuk membagikan 41.000 unit mesin traktor dan petani Ponorogo akan mendapatkan 3.000 unit traktor. Tidak hanya traktor, petani juga akan diberikan seperangkat alat tanam dan panen agar kegiatan bertani lebih efisien. (Baca: Presiden Tegaskan Stok Beras Cukup)

Presiden Jokowi juga berkata, tahun ini beberapa provinsi mulai diperbaikan saluran irigasinya yang rusak.  “Sudah selesai 30%, laporan dari Pak Menteri (Menteri Pertanian), sudah selesai 30%. Ini tinggal dilanjutkan menjadi 70%,” ujarnya. (Baca: Harga Beras Terus Naik, Kodam Jaya Jalin MoU dengan Bulog)

Presiden Jokowi juga berpesan kepada para petani agar merawat mesin tanam sehingga produksi bisa meningkat lagi. “Semua penduduk kan butuh makan. Oleh sebab itu, sekali lagi saya harapkan, semangat nanam, memelihara, dan panen dengan mesin panen yang ada itu sehingga hasilnya produksinya bisa meningkat,” pesan Jokowi.

Menurut Presiden, pemerintah dalam waktu dekat juga akan menaikkan harga gabah untuk meningkatkan kesejahteraan petani. “Besarnya, masih dihitung. Tadi, saya tanya Pak Gubernur (Soekarwo, Gubernur), disarankan agar menentukan harga yang pas dicari waktu yang baik juga,” ungkap Jokowi.

#Swasembada Beras #Produksi Beras #Hindari Impor #Presiden Jokowi
Bagikan
Ditulis Oleh

Fadhli

Berkibarlah bendera negerku, tunjukanlah pada dunia.

Berita Terkait

Indonesia
Indonesia Surplus Beras 3,5 Juta Ton, DPR Ingatkan Jangan Abaikan Petani
Anggota DPR Rina Saadah mengapresiasi swasembada beras 2025 dengan surplus 3,5 juta ton. DPR minta produksi berkelanjutan dan petani tetap sejahtera.
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 13 Januari 2026
Indonesia Surplus Beras 3,5 Juta Ton, DPR Ingatkan Jangan Abaikan Petani
Indonesia
DPR Dorong Swasembada Pangan Meluas, Termasuk Mandiri Jagung, Kedelai, dan Protein Hewani
Upaya ini bertujuan mengurangi ketergantungan impor sekaligus memperkuat ketahanan pangan secara menyeluruh.
Dwi Astarini - Jumat, 09 Januari 2026
DPR Dorong Swasembada Pangan Meluas, Termasuk Mandiri Jagung, Kedelai, dan Protein Hewani
Indonesia
Indonesia Swasembada Pangan, DPR Ingatkan Pemerintah Dompet Petani Juga Harus 'Tebal'
Indikator sukses yang paling hakiki adalah kesejahteraan petani
Angga Yudha Pratama - Jumat, 09 Januari 2026
Indonesia Swasembada Pangan, DPR Ingatkan Pemerintah Dompet Petani Juga Harus 'Tebal'
Indonesia
Surplus Beras Nasional Naik 243%, HPP Gabah Kering Panen Tetap Rp 6.500/kg
Pemerintah menetapkan Harga Pembelian Pemerintah (HPP) Rp 6.500 per kilogram untuk GKP sesuai Instruksi Presiden Nomor 6 Tahun 2025 dan Keputusan Kepala Bapanas Nomor 14 Tahun 2025.
Wisnu Cipto - Kamis, 08 Januari 2026
Surplus Beras Nasional Naik 243%, HPP Gabah Kering Panen Tetap Rp 6.500/kg
Indonesia
Rencana Prabowo Buat Swasembada Perikanan dan Peternakan Buat Asupan Protein Warga
Pemerintah akan membuka ribuan desa nelayan serta mengembangkan ratusan sentra budidaya ikan di seluruh tanah air.
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 07 Januari 2026
Rencana Prabowo Buat Swasembada Perikanan dan Peternakan Buat Asupan Protein Warga
Indonesia
Prabowo Berbesar Hati Capaian Stok Beras Nasional Lampaui Era Soeharto
Saat ini stok beras nasional mencapai lebih dari 3 juta ton, melampaui rekor tertinggi sebelumnya sebesar 2 juta ton di era Presiden ke-2 RI Soeharto.
Wisnu Cipto - Selasa, 06 Januari 2026
Prabowo Berbesar Hati Capaian Stok Beras Nasional Lampaui Era Soeharto
Indonesia
Pedagang Beras yang Jual di Atas HET Diberi 'Kartu Kuning' dan Waktu Seminggu untuk Tobat, Kalau Masih Bandel Sanksi Menanti
Hasil dari pengecekan menunjukkan bahwa semua pelaku usaha telah menjual beras sesuai dengan Harga Eceran Tertinggi (HET) yang ditetapkan
Angga Yudha Pratama - Kamis, 23 Oktober 2025
Pedagang Beras yang Jual di Atas HET Diberi 'Kartu Kuning' dan Waktu Seminggu untuk Tobat, Kalau Masih Bandel Sanksi Menanti
Indonesia
Masih Dibangun, Jokowi Belum Tempati Rumah Hadiah Negara Setelah 1 Tahun Lengser
Mantan Wali Kota Solo ini mendapatkan rumah pensiun hadiah dari negara di bangun di atas lahan seluas 12.000 meter persegi.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 21 Oktober 2025
Masih Dibangun, Jokowi Belum Tempati Rumah Hadiah Negara Setelah 1 Tahun Lengser
Indonesia
DPR Sebut Swasembada Pangan Cuma Omong Kosong Tanpa Hal Ini
Target swasembada tidak akan tercapai tanpa adaptasi iklim di sektor pertanian
Angga Yudha Pratama - Kamis, 16 Oktober 2025
DPR Sebut Swasembada Pangan Cuma Omong Kosong Tanpa Hal Ini
Indonesia
DPR Desak Food Station dan Satgas Pangan Perketat Pengawasan Mutu Usai Pemerinteh Menaikan HET Beras
Novita juga mengapresiasi kebijakan Presiden Prabowo Subianto yang menaikkan Harga Eceran Tertinggi (HET) beras
Angga Yudha Pratama - Jumat, 26 September 2025
DPR Desak Food Station dan Satgas Pangan Perketat Pengawasan Mutu Usai Pemerinteh Menaikan HET Beras
Bagikan