Hari ini DPR Gelar Rapat Paripurna Penutup
Suasana sidang DPR RI (Foto: MerahPutih/Rizki Fitrianto)
MerahPutih Nasional - Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) menggelar Rapat Paripurna Penutup masa sidang masa ke IV tahun 2014-2015 hari ini Selasa,(7/7).
Ketua Pimpinan DPR Taufik Kurniawan mengatakan, dalam rapat paripurna ini akan membahas terkait tanggapan pemerintah terhadap pandangan fraksi atas pokok-pokok RUU tentang pertanggungjawaban atas pelaksanaan APBN tahun anggaran 2014.
"Kedua penyampaian Laporan Badan Anggaran terhadap hasil pembahasan pembicaraan pendahuluan RAPBN tahun anggaran 2016 dan rencana kerja pemerintah tahun 2016," tuturnya di Gedung DPR RI, Jakarta, Selasa, (7/7).
Masih katanya, rapat ini juga akan membahas terkait pembicaraan tingkat II atau pengambilan keputusan terhadap RUU tentang pencabutan peraturan pemerintah pengganti Undang-undang Nomor 4 Tahun 2008 tentang Jaring Pengaman Sistem Keuangan. Keempat, pidato penutupan masa sidang IV tahun 2014-2015 yang akan dibacakan oleh Ketua DPR.
Berdasarkan pantauan merahputih.com Rapat Paripurna ini dihadiri oleh 319 anggota DPR RI dari masing-masing fraksi. Sebagaimana diketahui rapat paripurna ke IV tahun 2014-2015 belum mengesahkan satupun RUU yang sudah digodok panja DPR.(rfd)
Baca Juga:
Panglima TNI Rapat Kerja dengan Komisi I DPR RI
DPR RI Dan Pemerintah Sepakat Subsidi Solar Rp1000 per Liter
Komisi I DPR RI Kunjungi Pasukan Garuda di Lebanon
Komisi IX DPR Minta Pengusaha Berikan Subsidi kepada Karyawan
Bagikan
Berita Terkait
Dua Konsep RUU Perampasan Aset, Semua Penyitaaan Berbasis Putusan Pengadilan
Rehabilitasi Sawah Rusak Rp 5 Triliun, DPR Minta Pengawasan Ketat
Syarat dan Ketegori Aset Tersangka yang Bisa Dirampas dalam RUU Perampasan Aset
Gaji Hakim Ad Hoc Mau Disulap Setara Hakim Karier, DPR: Tunjangan Harus Naik, Kalau Perlu Seribu Persen
DPR Mulai Kejar Harta Haram Koruptor Lewat RUU Perampasan Aset
166 Sekolah Rakyat Sudah Berdiri, Legislator Ingatkan Prabowo Sumbawa Jangan Dianaktirikan
DPR Ingatkan Kebijakan Strategis Pangan Hingga Industri Pemerintah Tak Boleh Tereduksi Kepentingan Kelompok
DPR Anggap Kritik KUHP Baru Sebagai Bagian Penting Demokrasi, Persilakan Publik Uji Materi ke MK
Pidato Ketua DPR Puan Maharani dalam Rapat Paripurna DPR Perdana Tahun 2026
Wacana Pilkada Tidak Langsung Masih 'Jauh Panggang dari Api', DPR Pilih Fokus UU Pemilu