Fitra: Pengusaha Sandera Anggaran
Apung Widadi (Foto: Twitter @ApungWidadi)
MerahPutih Nasional - Forum Indonesia untuk Transparansi Anggaran (Fitra) mendesak partai-partai politik segera melakukan demokratisasi partai. Pasalnya, Fitra menilai partai politik belum secara terbuka membuka ruang bagi kader-kader terpilih yang mengedepankan kepentingan publik.
"Proses kandidasi mulai dari pemilihan ketua umum, politik uang enggak dipakai, murni karena visi misi," kata Koordinator Advokasi Fitra Apung Widadi, kepada Merahputih.com, di Jakarta, kemarin, Kamis (12/3). (Baca Juga: Fitra: Dana Parpol Sama Saja Legalkan Korupsi)
Hal itu menyebabkan, menurut Apung, pengusaha lebih dominan di dalam partai. Apabila pengusaha mendominasi, kebijakan publik tersandera. "Mereka akan menyandera anggaran untuk kelompoknya," kata dia. (Baca: Fitra Tuding Menteri ESDM Biang Kerok di Balik Kenaikan Harga Elpiji)
Lebih jauh, Apung mengatakan, badan usaha parpol memang pernah diwacanakan dan bisa menjadi salah satu solusi. Namun, ia ragu hal itu dapat terwujud. Pasalnya, negara saja mengurus BUMN tidak tuntas apalagi parpol mengelola badan usaha. (mad)
Bagikan
Fredy Wansyah
Berita Terkait
HUT 18 Tahun Gerindra Pilih Tema "Kompak, Bergerak, Berdampak", Apa Maknanya?
Parpol Wajib Tahu, Catat Titik-Titik Steril Atribut Politik di Jakarta!
Aturan Baru, Pemasangan Atribut Parpol di Ruang Publik Jakarta Maksimal 6 Hari
Gerakan Rakyat Deklarasi Jadi Partai, Daftar Februari 2026
PDIP Gelar Rakarnas 10 -12 Januari, Ini Tema dan Agenda Yang Dibahas
Mayoritas Pemilih Partai Politik Tolak Pilkada Dipilih DPRD
Pramono Perintahkan 2 Hari Setelah Acara Bendera dan Spanduk Partai Harus Diturunkan
Gimmick Baru PSI, Tinggalkan Sapaan Bro dan Sis Demi Kesan Lebih Egaliter
Presiden Perintahkan Kader PKS Jadi Negarawan, Jaga Integritas
Kader Partai Lain Loncat Gabung PSI, Jokowi Melihat Masa Depan Cerah